Aplikasi konferensi video seperti Zoom banyak digunakan untuk rapat kerja, pembelajaran, hingga pembahasan dokumen secara online. Namun, penggunaan platform digital tetap memiliki risiko keamanan. Salah satunya adalah celah keamanan pada Zoom yang ditemukan peneliti dan berpotensi dimanfaatkan hacker untuk mengambil alih perangkat pengguna.
Celah tersebut ditemukan pada aplikasi Zoom Workspace untuk Windows, Mac, Android, iOS, dan Linux. Peneliti dari A Security bahkan berhasil mengembangkan eksploitasi dengan bantuan model kecerdasan buatan (AI) yang tersedia untuk publik.
Baca Juga: Windows Kena Serangan Zero-Day, Segera Lakukan Ini!
Celah Keamanan Zoom Berkaitan dengan Fitur Anotasi
Celah keamanan tersebut berkaitan dengan fitur anotasi atau annotation pada Zoom. Fitur ini memungkinkan peserta rapat memberikan coretan atau gambar ketika seseorang melakukan screen sharing.
Dalam kondisi tertentu, celah tersebut dapat dimanfaatkan hacker untuk menjalankan kode berbahaya pada perangkat target. Yang membuatnya semakin berbahaya, serangan ini tidak memerlukan tindakan dari korban dan tidak menunjukkan petunjuk visual yang mudah dikenali.
Potensi dampak serangan tersebut meliputi:
- Mengambil alih perangkat target.
- Mencuri data yang tersimpan di perangkat.
- Mengaktifkan kamera atau mikrofon tanpa sepengetahuan pengguna.
- Menginstal malware.
- Menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh.
AI Mempermudah Pengembangan Eksploitasi
Kasus ini juga menunjukkan bagaimana perkembangan AI dapat memengaruhi keamanan siber. A Security menyebut penelitinya menggunakan model AI yang tersedia secara publik untuk membantu menemukan dan mengembangkan exploit.
Peneliti tersebut dilaporkan hanya membutuhkan kurang dari 20 prompt AI dan waktu kurang dari 24 jam untuk membuat eksploitasi terhadap celah keamanan Zoom.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemampuan yang sebelumnya membutuhkan sumber daya besar kini dapat diakses lebih luas. AI dapat membantu mempercepat penelitian keamanan, tetapi teknologi yang sama juga berpotensi dimanfaatkan pihak yang memiliki niat jahat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- AI dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
- Pengembangan exploit menjadi lebih mudah dilakukan.
- Hacker dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan metode serangan.
- Perusahaan perlu meningkatkan keamanan seiring perkembangan teknologi AI.
Baca Juga: Jangan Asal Klik Notifikasi Chrome, Ini Risikonya
Zoom Sudah Memperbaiki Celah Keamanan
Setelah menemukan celah tersebut, A Security melaporkannya kepada Zoom. Perusahaan kemudian merilis sejumlah pembaruan untuk memperbaiki masalah keamanan tersebut dan menganjurkan pengguna segera memperbarui aplikasi.
Pembaruan perangkat lunak penting dilakukan karena selain menghadirkan fitur baru, update juga dapat berisi perbaikan terhadap celah keamanan yang ditemukan.
Pengguna dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Memperbarui Zoom ke versi terbaru.
- Memastikan sistem operasi mendapatkan pembaruan keamanan.
- Menggunakan aplikasi dari sumber resmi.
- Tidak menunda instalasi pembaruan keamanan.
- Menghindari menyimpan informasi sensitif secara sembarangan di perangkat.




Tinggalkan Balasan