Harga
Login
Berlangganan
persetujuan tindakan medis

Siapa yang Berhak Memberikan Persetujuan Tindakan Medis?

·

·

Sebelum menjalani tindakan medis, pasien perlu mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatan, tujuan tindakan, manfaat, risiko, hingga alternatif penanganan yang tersedia. Setelah memahami informasi tersebut, pasien dapat memberikan persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan.

Namun, tidak semua pasien dapat memberikan persetujuan secara langsung. Pasien anak, misalnya, belum tentu dapat mengambil keputusan medis secara mandiri. Begitu pula pasien yang tidak sadar atau tidak mampu mengambil keputusan.

Lantas, siapa yang berhak memberikan persetujuan tindakan medis? Pihak yang memberikan persetujuan bergantung pada kondisi pasien dan pihak yang memiliki kewenangan untuk mewakilinya.

Pasien Merupakan Pihak Utama yang Memberikan Persetujuan

Pada dasarnya, pasien yang mampu mengambil keputusan untuk dirinya sendiri menjadi pihak yang memberikan persetujuan atas tindakan medis. Persetujuan diberikan setelah pasien mendapatkan informasi yang memadai mengenai tindakan yang akan dilakukan.

Karena itu, persetujuan tindakan medis bukan sekadar membubuhkan tanda tangan pada formulir. Pasien perlu mendapatkan informasi yang cukup agar dapat memahami tindakan dan mengambil keputusan secara sadar.

Informasi yang perlu dijelaskan dapat mencakup:

  • Diagnosis atau kondisi kesehatan pasien.
  • Tujuan dan prosedur tindakan medis.
  • Manfaat yang diharapkan.
  • Risiko dan kemungkinan komplikasi.
  • Alternatif tindakan yang tersedia.
  • Risiko apabila tindakan tidak dilakukan.

Siapa yang Memberikan Persetujuan untuk Pasien Anak?

Pasien anak berada dalam kondisi berbeda karena belum tentu memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan medis secara mandiri. Dalam kondisi tersebut, persetujuan dapat diberikan oleh orang tua atau pihak yang memiliki kewenangan sebagai wali sesuai ketentuan yang berlaku.

Permenkes Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran juga mengatur persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapatkan penjelasan mengenai tindakan yang akan dilakukan.

Karena itu, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memastikan pihak yang memberikan persetujuan memiliki hubungan atau kewenangan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Dokumentasi yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Identitas pasien.
  • Identitas orang tua, wali, atau pemberi persetujuan.
  • Hubungan pihak tersebut dengan pasien.
  • Jenis tindakan medis yang disetujui.
  • Waktu pemberian persetujuan.
Baca Juga: Dokumen Apa Saja yang Memerlukan Tanda Tangan Dokter?

Bagaimana jika Pasien Tidak Mampu Memberikan Persetujuan?

Pasien dapat berada dalam kondisi yang membuatnya tidak dapat memberikan persetujuan secara langsung, seperti tidak sadar atau tidak mampu mengambil keputusan terkait tindakan medis.

Dalam situasi tersebut, tenaga kesehatan perlu memperhatikan kondisi pasien dan ketentuan yang berlaku untuk menentukan pihak yang dapat memberikan persetujuan. Pihak tersebut dapat berupa keluarga terdekat, wali, atau pihak lain yang memiliki kewenangan sesuai keadaan pasien.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Memastikan apakah pasien masih mampu mengambil keputusan sendiri.
  • Mengidentifikasi pihak yang dapat mewakili pasien.
  • Memastikan identitas pihak pemberi persetujuan.
  • Memberikan penjelasan mengenai tindakan yang akan dilakukan.
  • Mendokumentasikan proses pemberian persetujuan.

Dokumentasi yang jelas membantu fasilitas kesehatan menelusuri proses persetujuan apabila diperlukan di kemudian hari.

Bagaimana jika Tindakan Medis Harus Segera Dilakukan?

Situasinya dapat berbeda ketika pasien membutuhkan tindakan medis dalam keadaan gawat darurat. Dalam kondisi tertentu, penanganan perlu dilakukan segera sehingga proses persetujuan tidak selalu dapat dilakukan seperti pada tindakan yang telah direncanakan.

Tenaga medis perlu mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku untuk kondisi kegawatdaruratan. Kondisi pasien, urgensi tindakan, serta alasan tindakan dilakukan juga perlu dicatat dalam dokumentasi pelayanan kesehatan.

Hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Kondisi dan tingkat kegawatan pasien.
  • Kemampuan pasien memberikan persetujuan.
  • Ketersediaan keluarga atau pihak yang dapat mewakili pasien.
  • Jenis tindakan yang diperlukan.
  • Alasan tindakan perlu dilakukan segera.
  • Dokumentasi tindakan dan kondisi pasien.

Mengapa Pihak yang Memberikan Persetujuan Perlu Didokumentasikan?

Mengetahui siapa yang memberikan persetujuan merupakan bagian penting dari administrasi pelayanan kesehatan. Dokumen persetujuan tidak hanya menunjukkan bahwa tindakan telah disetujui, tetapi juga dapat mencatat identitas pasien, tindakan yang disetujui, serta pihak yang memberikan persetujuan.

Dokumentasi yang baik juga memudahkan fasilitas kesehatan ketika perlu menelusuri dokumen tertentu. Terlebih, fasilitas kesehatan dapat menangani banyak pasien dan dokumen secara bersamaan.

Informasi yang penting untuk terdokumentasi, antara lain:

  • Identitas pasien.
  • Jenis tindakan medis.
  • Informasi yang diberikan sebelum persetujuan.
  • Identitas pemberi persetujuan.
  • Hubungan atau kapasitas pemberi persetujuan.
  • Waktu pemberian persetujuan.
  • Bukti persetujuan sesuai prosedur yang digunakan.

Persetujuan Tindakan Medis Perlu Dikelola dengan Dokumentasi yang Jelas

Persetujuan tindakan medis tidak hanya berkaitan dengan proses pemberian keputusan, tetapi juga bagaimana persetujuan tersebut didokumentasikan. Karena itu, fasilitas kesehatan perlu memastikan dokumen persetujuan tersimpan dengan jelas, akurat, dan mudah ditelusuri.

Penggunaan tanda tangan elektronik dapat membantu mendukung proses penandatanganan dokumen secara digital. PP Nomor 71 Tahun 2019 mengatur fungsi Tanda Tangan Elektronik sebagai alat autentikasi dan verifikasi identitas penanda tangan serta keutuhan dan keautentikan informasi elektronik.

Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah Virtual Teken (ViTEK) dari Vinotek. ViTEK merupakan tanda tangan digital tersertifikasi PSrE Komdigi untuk menandatangani dokumen perusahaan maupun personal secara digital sesuai ketentuan UU ITE dan PP 71/2019.

ViTEK menyediakan fitur yang dapat mendukung kebutuhan penandatanganan dan pengelolaan dokumen, seperti:

  • Variasi Bentuk Tanda Tangan, mulai dari gambar, QR Code, hingga paraf.
  • Bulk Signing, untuk menandatangani banyak dokumen sekaligus.
  • Multi-step & Hierarki Approval, untuk mengatur alur persetujuan dokumen.
  • Audit Trail & Jejak Digital Lengkap, untuk mencatat aktivitas pada dokumen.
  • Multi-User & Role Management, untuk mengatur pengguna dan hak akses.
  • Integrasi API, untuk menghubungkan ViTEK dengan sistem internal.
  • Instalasi On-Premise, bagi organisasi yang membutuhkan kontrol sistem dan data secara internal.
  • Post Quantum Cryptography (PQC) sebagai teknologi kriptografi untuk menghadapi perkembangan ancaman komputasi.

Dengan dukungan tersebut, ViTEK dapat membantu fasilitas kesehatan mendukung proses penandatanganan dokumen secara digital dengan pengelolaan yang lebih praktis dan terstruktur.

Butuh informasi lebih lanjut mengenai produk ini? Hubungi Vinotek melalui  WhatsApp 0822 4968 6626 atau email solution@vinotek.id.

Baca Juga: Tantangan Digital Fasilitas Kesehatan dan Cara Mengatasinya

FAQ Seputar Persetujuan Tindakan Medis

1. Apa yang dimaksud dengan persetujuan tindakan medis?

Persetujuan tindakan medis adalah persetujuan pasien atau pihak yang berwenang setelah mendapatkan penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan.

2. Siapa yang berhak memberikan persetujuan tindakan medis?

Pasien yang mampu mengambil keputusan dapat memberikan persetujuan sendiri. Untuk kondisi tertentu, persetujuan dapat diberikan oleh orang tua, wali, keluarga terdekat, atau pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Apakah pasien anak dapat memberikan persetujuan tindakan medis?

Persetujuan untuk pasien anak umumnya diberikan oleh orang tua atau wali yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Apa saja yang harus ada dalam persetujuan tindakan medis?

Persetujuan tindakan medis perlu didukung informasi mengenai tindakan yang akan dilakukan, manfaat, risiko, alternatif tindakan, serta identitas pihak yang memberikan persetujuan.

5. Apakah persetujuan tindakan medis bisa ditandatangani secara digital?

Bisa, sepanjang penggunaan tanda tangan elektronik memenuhi ketentuan yang berlaku dan prosedur fasilitas pelayanan kesehatan. Tanda tangan digital juga dapat membantu mendukung proses dokumentasi persetujuan secara elektronik.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca