Harga
Login
Berlangganan
celah keamanan baru windows

Pengguna Windows Wajib Waspada, Ada 3 Celah Keamanan Baru

·

·

Pengguna Windows perlu mewaspadai tiga celah keamanan baru yang ditemukan peneliti siber. Kerentanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hak akses, melemahkan perlindungan sistem, hingga memasang komponen berbahaya.

Tiga ancaman itu dikenal sebagai Download more RAM, ShieldBreak, dan Plug and Pwn. Meski memiliki metode berbeda, ketiganya menunjukkan bahwa pembaruan sistem saja tidak selalu cukup tanpa pengamanan tambahan.

Download more RAM Bisa Membuka Akses ke Memori

Kerentanan Download more RAM ditemukan tim peneliti University of Birmingham dan Durham University. Celah ini memanfaatkan kelemahan pada konfigurasi Serial Presence Detect (SPD) di modul memori konsumen yang tidak memiliki perlindungan tulis memadai.

Penyerang dapat mengubah informasi konfigurasi RAM sehingga komputer percaya bahwa kapasitas memori yang tersedia lebih besar dari kondisi sebenarnya. Manipulasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk membuat pemetaan alamat memori palsu dan mengakses area yang seharusnya terlindungi.

Dampaknya dapat mengganggu sejumlah mekanisme keamanan Windows, seperti:

  • Mengaktifkan kembali driver lama yang rentan.
  • Menonaktifkan perangkat lunak anti-malware.
  • Melewati perlindungan keamanan berbasis virtualisasi.
  • Dilakukan tanpa akses fisik langsung ke komputer.
  • Terdaftar sebagai CVE-2026-23670.

Microsoft telah memperbaiki kerentanan ini melalui pembaruan keamanan April 2026. Sejumlah perangkat lunak pendukung perangkat keras juga menyediakan pembaruan untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: Jangan Abaikan Update iOS 26.6.1, Ini Risiko Keamanan Data

ShieldBreak Mengincar Microsoft Defender

Ancaman kedua dikenal sebagai ShieldBreak (CVE-2026-50656) dan berkaitan dengan Microsoft Defender. Celah ini termasuk elevation of privilege, yaitu kerentanan yang memungkinkan penyerang meningkatkan hak akses dari tingkat terbatas menjadi lebih tinggi.

Kerentanan tersebut berkaitan dengan Microsoft Malware Protection Engine. Jika berhasil dimanfaatkan, peningkatan hak akses dapat menjadi tahap penting untuk mengambil kendali lebih besar terhadap sistem.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Menargetkan komponen keamanan Microsoft Defender.
  • Memungkinkan peningkatan hak akses pada sistem.
  • Dapat menjadi bagian dari rangkaian serangan untuk mengambil alih perangkat.
  • Menunjukkan pentingnya memasang pembaruan keamanan terbaru.

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa komputer yang pernah diperbarui belum tentu sepenuhnya aman dari kerentanan yang baru ditemukan.

Plug and Pwn Manfaatkan Proses Instalasi Driver

Ancaman ketiga, Plug and Pwn, diperkenalkan peneliti keamanan Alejandro Hernando dan Borja Martínez dalam DEF CON 34. Serangan ini memanfaatkan mekanisme Plug and Play Windows yang secara otomatis mendeteksi perangkat dan memasang driver.

Mekanisme tersebut dapat disalahgunakan untuk membuat Windows mengambil paket perangkat lunak tertentu dan menjalankannya dengan hak akses tinggi. Dalam penelitian, teknik ini bahkan dapat bekerja tanpa hak administrator atau pengguna yang sedang login.

Beberapa temuan penting dari teknik ini meliputi:

  • Memanfaatkan proses instalasi perangkat otomatis.
  • Tidak selalu membutuhkan interaksi pengguna.
  • Dapat berjalan ketika tidak ada pengguna yang sedang login.
  • Dalam kondisi tertentu dapat dipicu melalui USB redirection pada RDP.
  • Dapat membuka jalan untuk mendapatkan hak akses NT AUTHORITY\SYSTEM.

Karena itu, risiko keamanan Windows tidak hanya berasal dari file mencurigakan atau situs berbahaya. Proses yang terlihat normal, seperti pemasangan driver, juga dapat menjadi bagian dari serangan.

Baca Juga: Khawatir Hugging Face Terulang? OpenAI Perketat Keamanan

Cara Mengurangi Risiko Celah Keamanan Windows

Pengguna dan perusahaan perlu menerapkan keamanan berlapis. Pembaruan sistem operasi harus dilakukan secara rutin, tetapi langkah tersebut perlu dilengkapi dengan pengaturan akses dan pengawasan terhadap perangkat yang terhubung.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Memasang pembaruan Windows dan aplikasi keamanan terbaru.
  • Memastikan Microsoft Defender selalu menggunakan versi terbaru.
  • Memperbarui driver dan perangkat lunak terkait perangkat keras.
  • Membatasi penggunaan USB atau perangkat yang tidak dikenal.
  • Mengevaluasi penggunaan RDP dan USB redirection.
  • Menerapkan prinsip least privilege agar pengguna hanya memiliki akses sesuai kebutuhan.
  • Melindungi data dan dokumen penting dengan kontrol akses yang memadai.


Tinggalkan Balasan