Tanda tangan digital kini digunakan dalam berbagai aktivitas bisnis, mulai dari menandatangani kontrak, dokumen kerja sama, hingga persetujuan internal perusahaan. Teknologi ini membantu memastikan keaslian dokumen, identitas pihak yang menandatangani, serta menjaga integritas dokumen setelah ditandatangani.
Di balik keamanan tersebut, terdapat kriptografi, yaitu teknologi yang menjadi dasar pengamanan informasi dalam proses tanda tangan digital. Namun, perkembangan komputer kuantum menghadirkan tantangan baru. Sejumlah algoritma kriptografi yang saat ini banyak digunakan berpotensi menghadapi ancaman ketika komputer kuantum memiliki kemampuan yang semakin maju.
Kondisi tersebut mendorong berkembangnya Post-Quantum Cryptography (PQC). Lalu, apa bedanya PQC dengan kriptografi konvensional pada tanda tangan digital?
Apa Itu Kriptografi Konvensional pada Tanda Tangan Digital?
Kriptografi digunakan untuk membuat dan memverifikasi tanda tangan digital sehingga penerima dapat mengetahui apakah dokumen berasal dari pihak yang berwenang dan apakah isinya telah berubah.
Dalam sistem ini, digunakan pasangan kunci berupa kunci privat dan kunci publik. Kunci privat digunakan untuk membuat tanda tangan, sedangkan kunci publik digunakan untuk memverifikasinya. Keamanan sistem bergantung pada persoalan matematika yang sulit diselesaikan menggunakan komputer konvensional.
Beberapa algoritma yang telah lama digunakan dalam kriptografi antara lain RSA dan ECDSA. Adapun fungsi kriptografi konvensional pada tanda tangan digital meliputi:
- Memverifikasi identitas penandatangan.
- Menjaga integritas dokumen.
- Mendukung autentikasi dalam proses pertukaran dokumen.
- Melindungi informasi dalam proses penandatanganan digital.
Apa Itu Post-Quantum Cryptography (PQC)?
Post-Quantum Cryptography (PQC) adalah pendekatan kriptografi yang dirancang untuk menghadapi ancaman dari komputer kuantum. PQC tidak menggunakan komputer kuantum untuk mengamankan data, melainkan algoritma yang dirancang agar tetap sulit dipecahkan oleh komputer konvensional maupun komputer kuantum.
PQC relevan karena sejumlah algoritma kriptografi publik yang digunakan saat ini berpotensi menjadi lebih rentan ketika komputer kuantum dengan kemampuan tertentu tersedia.
Karakteristik utama PQC meliputi:
- Dirancang untuk menghadapi ancaman komputer kuantum.
- Tetap dapat dijalankan pada komputer konvensional.
- Menggunakan pendekatan matematika yang berbeda dari algoritma kriptografi tertentu yang digunakan saat ini.
- Dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan keamanan digital, termasuk tanda tangan digital.
Untuk kebutuhan tanda tangan digital, National Institute of Standards and Technology (NIST) telah menetapkan standar post-quantum seperti ML-DSA dan SLH-DSA.
Baca Juga: Mengenal Post-Quantum Cryptography dalam Keamanan Digital
Apa Bedanya PQC dengan Kriptografi Konvensional?
Perbedaan utama PQC dan kriptografi konvensional terletak pada model ancaman dan pendekatan keamanan yang digunakan. Kriptografi konvensional dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan komputer yang tersedia saat ini.
Sementara itu, PQC dikembangkan dengan mempertimbangkan skenario ketika komputer kuantum mampu menyerang algoritma tertentu yang digunakan saat ini. Keduanya tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu menjaga keamanan, autentikasi, dan integritas informasi.
Berikut perbandingan PQC vs kriptografi konvensional:
| Aspek | Kriptografi Konvensional | PQC |
| Fokus ancaman | Komputer konvensional | Komputer konvensional dan komputer kuantum |
| Pendekatan | Persoalan matematika tertentu | Persoalan matematika yang dirancang tahan terhadap serangan kuantum |
| Penggunaan | Telah luas digunakan | Dikembangkan untuk kebutuhan post-quantum |
| Contoh algoritma | RSA, ECDSA | ML-DSA, SLH-DSA |
| Tujuan pada tanda tangan digital | Autentikasi dan integritas dokumen | Autentikasi dan integritas dokumen dengan ketahanan terhadap ancaman kuantum |
Mengapa PQC Penting untuk Tanda Tangan Digital?
Tanda tangan digital berhubungan dengan keaslian, identitas penandatangan, dan integritas dokumen. Dalam dunia bisnis, dokumen seperti kontrak, perjanjian, dan arsip legal juga dapat disimpan selama bertahun-tahun.
Karena itu, keamanan tanda tangan digital perlu mempertimbangkan bukan hanya ancaman saat ini, tetapi juga perkembangan teknologi di masa mendatang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Dokumen digital dapat memiliki masa simpan panjang.
- Kemampuan komputasi terus berkembang.
- Migrasi teknologi kriptografi membutuhkan persiapan.
- Sistem tanda tangan digital perlu dievaluasi secara berkala.
Dengan memahami PQC sejak awal, perusahaan dapat mulai mempertimbangkan kesiapan keamanan digital untuk kebutuhan jangka panjang.
Gunakan Tanda Tangan Digital ViTEK yang Dilengkapi PQC
Perusahaan membutuhkan solusi tanda tangan digital yang tidak hanya praktis, tetapi juga memperhatikan perkembangan keamanan digital. Salah satunya adalah Post-Quantum Cryptography (PQC).
Vinotek pun menghadirkan solusi tanda tangan digital lewat Virtual Teken (ViTEK) yang menggunakan PQC, teknologi kriptografi generasi berikutnya yang dirancang untuk menghadapi ancaman peretasan dari komputasi kuantum.
Selain PQC, ViTEK dilengkapi berbagai fitur untuk mendukung kebutuhan penandatanganan dan pengelolaan dokumen digital perusahaan, seperti:
- Bulk Signing untuk menandatangani banyak dokumen sekaligus.
- Multi-User & Role Management untuk mengatur pengguna dan hak akses.
- Multi-step & Hierarki Approval untuk menyesuaikan alur persetujuan berdasarkan struktur organisasi.
- Audit Trail & Jejak Digital Lengkap untuk mencatat aktivitas dokumen.
- Integrasi API Fleksibel dengan sistem internal seperti ERP, CRM, dan HRIS.
- Instalasi On-Premise bagi perusahaan yang membutuhkan kontrol penuh atas data internal.
- Variasi Bentuk Tanda Tangan, mulai dari gambar dan QR Code hingga pembubuhan paraf.
Jadi, tunggu apa lagi? Gunakan Vinotek sekarang juga dengan menghubungi WhatsApp 0822 4968 6626, email solution@vinotek.id, atau langsung daftar di sini!
Baca Juga: Ada 3 Standar Kriptografi Quantum (PQC), Apa Bedanya?
FAQ Seputar Perbedaan PQC vs Kriptografi
1. Apa perbedaan PQC vs kriptografi konvensional?
PQC dirancang untuk menghadapi ancaman komputer kuantum, sedangkan kriptografi konvensional umumnya dikembangkan untuk menghadapi kemampuan komputer saat ini.
2. Apakah PQC lebih aman daripada kriptografi konvensional?
PQC dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap ancaman komputasi kuantum yang berpotensi memengaruhi algoritma kriptografi tertentu yang digunakan saat ini.
3. Apakah RSA dan ECDSA termasuk PQC?
Tidak. RSA dan ECDSA termasuk algoritma kriptografi konvensional, bukan kriptografi post-quantum.
4. Apa manfaat PQC untuk tanda tangan digital?
PQC membantu mempersiapkan tanda tangan digital yang lebih tahan terhadap ancaman komputasi kuantum, terutama untuk kebutuhan keamanan dokumen dalam jangka panjang.
5. Apakah ViTEK menggunakan teknologi PQC?
Ya. ViTEK menggunakan Post-Quantum Cryptography (PQC) sebagai salah satu teknologi keamanannya untuk menghadapi potensi ancaman peretasan dari komputasi kuantum.




Tinggalkan Balasan