Harga
Login
Berlangganan
penipuan whatsapp

Penipuan di WhatsApp Bakal Bisa Terdeteksi dengan Fitur Ini

·

·

Modus penipuan di WhatsApp semakin beragam. Pelaku dapat memulai percakapan dari nomor tidak dikenal, membangun kepercayaan, lalu meminta korban mengklik tautan, memberikan data pribadi, hingga melakukan pembayaran.

Untuk membantu pengguna menghadapi risiko tersebut, Meta mulai menguji Scam Alert, fitur keamanan WhatsApp yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali pola percakapan yang berpotensi menjadi penipuan. Fitur ini masih dalam tahap beta terbatas dan belum tersedia untuk seluruh pengguna.

Modus Penipuan di WhatsApp yang Bisa Dideteksi

Scam Alert dirancang untuk mengenali pola tertentu yang umum ditemukan dalam percakapan penipuan. Sistem tidak hanya mencari kata tertentu, tetapi menganalisis struktur percakapan dan sinyal bahasa untuk memperkirakan kemungkinan sebuah chat merupakan scam.

Fitur ini terutama ditujukan untuk pesan dari orang yang belum tersimpan dalam kontak. Model machine learning yang digunakan dilatih berdasarkan pola penipuan yang sebelumnya dilaporkan kepada WhatsApp.

Beberapa hal yang dianalisis sistem meliputi:

  • Pola percakapan yang menyerupai modus penipuan.
  • Struktur komunikasi yang tidak lazim dari nomor tidak dikenal.
  • Sinyal bahasa yang berkaitan dengan pola scam.
  • Pesan dari orang yang belum ada dalam daftar kontak.
  • Kombinasi pola percakapan yang menunjukkan kemungkinan penipuan.

Meski demikian, Scam Alert tidak dapat memastikan bahwa setiap pesan yang ditandai merupakan penipuan. Sistem bekerja berdasarkan klasifikasi probabilistik sehingga tetap ada kemungkinan terjadi kesalahan deteksi.

Baca Juga: Waspada Pakai Zoom, Celah Keamanan Bisa Bobol Data

Bagaimana Cara Kerja Scam Alert WhatsApp?

Setelah diaktifkan, model machine learning Scam Alert akan diunduh dan berjalan langsung di perangkat pengguna. Model tersebut kemudian menganalisis pesan masuk untuk melihat apakah percakapan memiliki pola yang menyerupai scam.

Pendekatan ini disebut on-device AI karena proses analisis dilakukan di perangkat, bukan dengan mengirimkan isi percakapan ke server WhatsApp. Secara sederhana, cara kerjanya adalah:

  • Pengguna menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.
  • AI menganalisis pola percakapan dan sinyal bahasa.
  • Sistem memperkirakan kemungkinan chat tersebut merupakan scam.
  • Jika dianggap mencurigakan, pengguna mendapatkan peringatan.
  • Pengguna menentukan tindakan selanjutnya.

Peringatan tersebut tidak terlihat oleh pengirim sehingga pelaku tidak mengetahui bahwa penerima telah mendapatkan peringatan keamanan.

Pengguna Tetap Menentukan Tindakan

Ketika mendeteksi kemungkinan penipuan, WhatsApp tidak langsung memblokir percakapan. Pengguna tetap memiliki kendali untuk menentukan langkah berikutnya.

Pilihan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Memblokir kontak yang dianggap mencurigakan.
  • Melaporkan akun atau percakapan kepada WhatsApp.
  • Melanjutkan percakapan jika pengguna yakin pesan tersebut aman.
  • Menandai chat sebagai tepercaya jika peringatan dianggap keliru.

Jika chat ditandai sebagai tepercaya, peringatan dapat dihapus dan Scam Alert tidak akan kembali memberikan peringatan terhadap chat tersebut.

Baca Juga: Terima Peringatan Spyware di iPhone? Segera Lakukan Ini!

Isi Chat Tidak Dikirim ke Server

Salah satu aspek penting Scam Alert adalah privasi. Model AI dirancang agar dapat berjalan langsung di perangkat pengguna tanpa membutuhkan server untuk melakukan klasifikasi.

Artinya, menurut Meta, isi pesan tidak dikirim ke WhatsApp untuk dianalisis. Pesan juga tidak otomatis dilaporkan kepada WhatsApp atau pihak lain.

Beberapa karakteristik sistem tersebut meliputi:

  • Model machine learning berjalan di perangkat pengguna.
  • Isi pesan tidak dikirim ke WhatsApp untuk klasifikasi.
  • Pesan tidak otomatis dilaporkan.
  • Fitur bersifat opsional.
  • Peringatan tidak terlihat oleh pengirim.

Scam Alert Masih dalam Tahap Beta

Scam Alert saat ini masih diuji secara terbatas. Meta juga melibatkan komunitas bug bounty WhatsApp untuk menguji ketahanan dan menemukan potensi kelemahan pada sistem tersebut.

Belum ada informasi mengenai kapan fitur ini akan tersedia secara luas. Sambil menunggu, pengguna tetap perlu berhati-hati karena fitur keamanan otomatis bukan pengganti kewaspadaan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Jangan memberikan OTP, PIN, atau kode verifikasi kepada orang lain.
  • Jangan sembarangan membuka tautan dari nomor tidak dikenal.
  • Periksa identitas pengirim sebelum mengikuti instruksi.
  • Waspadai permintaan pembayaran atau data pribadi yang mendesak.
  • Gunakan saluran resmi untuk melakukan verifikasi.
  • Blokir dan laporkan akun jika terdapat indikasi penipuan.

Dengan adanya Scam Alert, WhatsApp menambahkan satu lapisan keamanan baru yang memanfaatkan AI untuk membantu pengguna mengenali pola penipuan sejak awal, sekaligus tetap memberikan kendali kepada pengguna atas percakapan dan data mereka.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca