Microsoft memperingatkan bahwa penggunaan password dan kode OTP SMS kini semakin rentan terhadap serangan siber. Perusahaan teknologi tersebut meminta pengguna mulai meninggalkan metode keamanan lama dan beralih ke sistem login yang lebih aman bernama passkey.
Peringatan ini disampaikan dalam kampanye World Passkey Day 2026. Microsoft menilai password dan autentikasi dua faktor (2FA) berbasis SMS sudah tidak cukup menghadapi serangan phishing modern, terutama yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Password dan OTP SMS Dinilai Mudah Dibobol
Selama ini, password dan OTP SMS menjadi metode keamanan paling umum untuk melindungi akun digital. Namun, Microsoft menyebut metode tersebut kini semakin mudah disalahgunakan pelaku kejahatan siber.
Beberapa alasan password dan OTP SMS dianggap kurang aman, antara lain:
- Password bisa dicuri melalui situs login palsu atau kebocoran data
- OTP SMS dapat disadap atau diminta langsung oleh pelaku phishing
- Banyak pengguna masih memakai password yang sama di beberapa akun
- Serangan phishing berbasis AI kini semakin sulit dibedakan dari pesan asli
Microsoft bahkan mengungkapkan bahwa kampanye phishing berbasis AI memiliki tingkat keberhasilan klik hingga 54%. Artinya, lebih dari separuh target berpotensi tertipu oleh email atau halaman login palsu.
Karena itu, Microsoft meminta pengguna mulai meninggalkan sistem keamanan “legacy” atau metode lama yang masih dapat dicuri melalui phishing.
Baca Juga: Perbedaan AI dan Quantum Computing Beserta Risikonya di Masa Depan
Passkey Jadi Alternatif Password dan OTP
Sebagai alternatif, Microsoft mendorong penggunaan passkey. Teknologi ini memungkinkan pengguna login tanpa perlu memasukkan password maupun kode OTP SMS.
Passkey bekerja menggunakan kunci digital yang tersimpan langsung di perangkat pengguna. Saat login, pengguna hanya perlu melakukan verifikasi biometrik atau PIN perangkat.
Beberapa bentuk verifikasi yang digunakan passkey meliputi:
- Sidik jari
- Face recognition atau pemindaian wajah
- PIN perangkat
Berbeda dengan password biasa, passkey hanya dapat digunakan pada aplikasi atau website tempat passkey dibuat. Hal ini membuat metode tersebut lebih tahan terhadap phishing. Saat ini, teknologi passkey sudah mulai diterapkan di berbagai layanan digital besar seperti Google, Amazon, dan Microsoft.
Mengapa Passkey Dinilai Lebih Aman?
Microsoft menyebut passkey lebih aman dibanding password tradisional karena tidak mengirimkan kredensial login ke server saat proses autentikasi berlangsung.
Keunggulan passkey, antara lain:
- Tidak bisa dicuri melalui situs phishing
- Tidak perlu mengingat password yang rumit
- Data login tidak mudah bocor dari server
- Hanya dapat digunakan dari perangkat pengguna
- Memanfaatkan autentikasi biometrik yang lebih personal
Microsoft juga menilai penggunaan passkey semakin penting di era AI. Sebab, akun yang berhasil diretas kini dapat dimanfaatkan untuk mengakses berbagai layanan otomatis, workflow digital, hingga sistem perusahaan.
Baca Juga: Diam-diam Unduh File AI 4GB, Ini Cara Nonaktifkan Gemini Nano di Google Chrome
Cara Mengaktifkan Passkey
Pengguna dapat mulai menggunakan passkey melalui pengaturan keamanan akun pada layanan yang sudah mendukung fitur tersebut.
Secara umum, langkah mengaktifkan passkey meliputi:
- Masuk ke menu pengaturan keamanan akun
- Pilih opsi passkey atau passwordless login
- Hubungkan perangkat dengan fitur biometrik
- Simpan passkey pada perangkat pribadi
Setelah aktif, pengguna dapat login menggunakan sidik jari, pemindaian wajah, atau PIN perangkat tanpa perlu mengetik password lagi. Microsoft menilai penghapusan password dan OTP SMS menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko pembobolan akun di tengah meningkatnya ancaman phishing berbasis AI.




Tinggalkan Balasan