VPN atau Virtual Private Network sering digunakan untuk menjaga privasi saat mengakses internet. Layanan ini bekerja dengan mengarahkan koneksi melalui server tertentu sehingga aktivitas online pengguna lebih terlindungi, terutama ketika menggunakan jaringan publik.
Namun, tidak semua VPN memberikan perlindungan yang sama. Sejumlah aplikasi VPN gratis justru memiliki tracker yang dapat mengumpulkan berbagai informasi dari perangkat pengguna.
Baca Juga: VPN: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakannya
Mengapa VPN Gratis Bisa Mengancam Data Pribadi?
Aplikasi VPN tetap memiliki akses terhadap koneksi dan perangkat yang digunakan. Masalah dapat muncul ketika aplikasi memasang tracker untuk mengumpulkan data yang sebenarnya tidak diperlukan agar VPN berfungsi.
Informasi yang berpotensi dikumpulkan, antara lain:
- ID unik perangkat atau GAID.
- Model dan jenis perangkat.
- Jenis jaringan yang digunakan.
- Nama operator seluler.
- Informasi lokasi perangkat.
- Data untuk analitik, iklan, atau profiling.
Artinya, menggunakan VPN tidak otomatis membuat data pribadi aman. Pengguna juga perlu memastikan aplikasi yang dipilih memiliki kebijakan privasi dan pengelolaan data yang jelas.
85% VPN yang Dianalisis Memiliki Tracker
Berdasarkan analisis yang dikutip Forbes dari Proton, sekitar 85 persen dari lebih dari 7.000 aplikasi VPN seluler yang dianalisis disebut memiliki tracker di Amerika Serikat. Sekitar seperempat aplikasi tersebut juga disebut aktif melacak lokasi fisik pengguna melalui GPS atau data geolokasi lainnya.
Temuan yang perlu diperhatikan meliputi:
- 85 persen aplikasi VPN yang dianalisis memiliki tracker.
- Sekitar 25 persen disebut aktif melacak lokasi pengguna.
- Sebanyak 64 dari 390 VPN yang diunduh di AS disebut dimiliki perusahaan asal China.
- Aplikasi VPN yang dianggap mencurigakan tercatat memiliki lebih dari 13,2 juta unduhan pada Juni.
Data lokasi menjadi salah satu informasi sensitif karena dapat menunjukkan tempat yang dikunjungi dan pola aktivitas seseorang.
Baca Juga: Firewall: Fungsi, Jenis dan Cara Kerja dalam Melindungi Jaringan Internet
Mengapa Data yang Dikumpulkan Perlu Diwaspadai?
Satu jenis data mungkin tidak langsung menunjukkan identitas pengguna. Namun, ketika ID perangkat, jaringan, lokasi, dan informasi lainnya digabungkan, data tersebut dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perilaku seseorang.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan adalah:
- Pelacakan aktivitas dan lokasi pengguna.
- Pengumpulan data perangkat tanpa pemahaman yang memadai.
- Pemanfaatan data untuk iklan atau profiling.
- Potensi penyalahgunaan jika data jatuh ke pihak lain.
- Berkurangnya kontrol pengguna terhadap informasi pribadi.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat VPN sebagai alat untuk menyembunyikan alamat IP, tetapi juga mempertimbangkan siapa yang mengelola data di balik layanan tersebut.
Cara Memilih VPN agar Data Tetap Terlindungi
Memilih VPN sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah unduhan atau rating aplikasi. Pengguna perlu memeriksa pengembang, kebijakan privasi, izin aplikasi, dan reputasi layanan sebelum memasangnya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Unduh VPN hanya melalui Google Play Store atau Apple App Store.
- Pilih pengembang yang identitasnya mudah diverifikasi.
- Baca kebijakan privasi sebelum memasang aplikasi.
- Periksa izin yang diminta dan hindari akses yang tidak diperlukan.
- Hindari VPN yang memiliki banyak laporan mengenai pelacakan data.
- Pertimbangkan layanan dengan model bisnis dan biaya yang transparan.
- Pastikan fitur keamanan seperti Google Play Protect tetap aktif.
VPN berbayar dapat menjadi pilihan karena model bisnisnya biasanya lebih jelas, tetapi layanan berbayar juga tidak otomatis aman. Reputasi penyedia dan praktik pengelolaan data tetap perlu diperiksa.
Pada akhirnya, VPN seharusnya membantu menjaga privasi, bukan menjadi sumber risiko baru. Karena itu, semakin penting bagi pengguna untuk memahami aplikasi yang dipasang dan memastikan data pribadi tidak dikumpulkan secara berlebihan.




Tinggalkan Balasan