Apple selama ini dikenal sebagai perusahaan yang mengutamakan privasi pengguna. Salah satu buktinya adalah fitur Private Relay, yang diklaim mampu menyembunyikan alamat IP saat pengguna menjelajahi internet menggunakan browser Safari.
Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa fitur tersebut ternyata memiliki celah keamanan. Dalam kondisi tertentu, alamat IP asli pengguna masih berpotensi diketahui oleh website yang dikunjungi.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa tidak ada sistem keamanan yang benar-benar kebal terhadap celah. Karena itu, pengguna Apple perlu memahami risiko yang ada sekaligus mengetahui cara melindungi privasi digital secara lebih optimal.
Mengapa Pengguna Apple Perlu Waspada?
Beberapa alasan mengapa temuan ini patut menjadi perhatian, antara lain:
- Peneliti menemukan celah yang memungkinkan alamat IP asli pengguna tetap terlihat meskipun Private Relay aktif.
- Celah tersebut berasal dari komponen WebKit, mesin browser yang digunakan oleh Safari dan seluruh browser di iPhone maupun iPad.
- Pengujian yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa website tertentu dapat mengidentifikasi alamat IP asli pengguna.
- Artinya, perlindungan privasi yang diharapkan dari Private Relay tidak selalu bekerja dalam semua kondisi.
Meski bukan berarti seluruh pengguna terdampak setiap saat, temuan ini menunjukkan bahwa fitur privasi tetap memiliki keterbatasan.
Baca Juga: Pengguna Samsung Wajib Update Ini jika Tak Ingin Diretas
Apa Itu Apple Private Relay?
Apple Private Relay merupakan fitur privasi yang tersedia bagi pelanggan iCloud+. Tujuannya adalah membantu menyembunyikan alamat IP pengguna saat mengakses website melalui Safari.
Fitur ini bekerja dengan cara:
- Menyembunyikan alamat IP dari website yang dikunjungi.
- Memisahkan identitas pengguna dan tujuan akses internet melalui dua server berbeda.
- Mengurangi kemungkinan pelacakan aktivitas browsing.
- Melindungi privasi saat menggunakan browser Safari.
Namun perlu dipahami bahwa Private Relay hanya bekerja pada Safari dan bukan merupakan layanan VPN.
Apa Risiko jika Alamat IP Bocor?
Banyak pengguna menganggap alamat IP hanyalah deretan angka biasa. Padahal, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pelacakan. Jika alamat IP berhasil diketahui, dampaknya dapat berupa:
- Aktivitas browsing lebih mudah dikaitkan dengan perangkat tertentu.
- Website dapat membuat profil pengguna berdasarkan aktivitas online.
- Lokasi pengguna dapat diperkirakan secara umum.
- Privasi digital menjadi lebih rentan apabila dikombinasikan dengan data lain.
Karena itu, menyembunyikan alamat IP menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan data pribadi.
Mengapa Private Relay Bisa Mengalami Kebocoran?
Berdasarkan penelitian dua pakar keamanan, Talal Haj Bakry dan Tommy Mysk, kebocoran tersebut bukan berasal dari kesalahan pengguna, melainkan adanya kelemahan pada beberapa fitur di WebKit.
Temuan mereka menunjukkan bahwa:
- Ada tiga komponen WebKit yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui IP asli pengguna.
- Peneliti bahkan membuat website khusus untuk menguji apakah IP pengguna masih bocor ketika Private Relay aktif.
- Hasil pengujian memperlihatkan bahwa alamat IP asli memang dapat terungkap pada kondisi tertentu.
Hingga penelitian dipublikasikan, Apple belum memberikan tanggapan resmi mengenai temuan tersebut.
Baca Juga: Device Isolation: Senjata Baru Lawan Ransomware
Private Relay Bukan Pengganti VPN
Masih banyak pengguna yang menganggap Apple Private Relay sama dengan Virtual Private Network (VPN). Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Berikut penjelasannya:
Apple Private Relay
- Hanya melindungi aktivitas di Safari.
- Tidak mengamankan seluruh koneksi internet perangkat.
- Berfokus pada perlindungan privasi saat browsing.
- Hanya tersedia bagi pelanggan iCloud+.
VPN
- Melindungi seluruh lalu lintas internet perangkat.
- Dapat digunakan di berbagai aplikasi, bukan hanya browser.
- Mengenkripsi koneksi internet secara menyeluruh.
- Umumnya menyediakan lebih banyak pilihan server dan lokasi.
Dengan kata lain, Private Relay bukan pengganti VPN apabila pengguna membutuhkan perlindungan koneksi secara menyeluruh.
Cara Melindungi Privasi Digital dengan Lebih Baik
Terlepas dari fitur keamanan yang digunakan, pengguna tetap perlu menerapkan kebiasaan digital yang aman. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Selalu memperbarui iOS dan Safari ke versi terbaru.
- Menggunakan VPN terpercaya jika membutuhkan perlindungan koneksi secara penuh.
- Menghindari mengakses website yang tidak dikenal.
- Mengaktifkan fitur keamanan tambahan pada perangkat Apple.
- Menggunakan layanan digital yang memiliki standar keamanan dan privasi yang baik.
Pendekatan keamanan berlapis akan membantu mengurangi risiko apabila salah satu sistem mengalami celah.




Tinggalkan Balasan