Tidak semua pemilik rekening dapat datang langsung ke bank ketika perlu mengambil uang. Kesibukan, sedang berada di luar kota, atau kondisi tertentu dapat membuat seseorang perlu meminta bantuan orang lain untuk mewakili proses tersebut.
Salah satu dokumen yang dapat digunakan adalah surat kuasa pengambilan uang di bank. Surat ini menyatakan bahwa pemilik rekening memberikan kewenangan kepada orang yang dipercaya untuk mengambil dana sesuai dengan kuasa yang diberikan.
Isi surat perlu dibuat secara jelas agar identitas para pihak, rekening, jumlah dana, dan batas kewenangan dapat dipahami dengan mudah. Perlu diperhatikan pula bahwa setiap bank dapat memiliki persyaratan berbeda untuk transaksi yang dilakukan melalui perwakilan.
Apa Itu Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank?
Surat kuasa pengambilan uang di bank merupakan dokumen yang memberikan kewenangan kepada pihak lain untuk mengambil dana dari rekening atas nama pemilik rekening. Pemilik rekening bertindak sebagai pemberi kuasa, sedangkan orang yang ditunjuk menjadi penerima kuasa.
Pemberian kuasa sebaiknya dibuat secara spesifik agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda mengenai tindakan yang boleh dilakukan penerima kuasa. Beberapa informasi yang umumnya dicantumkan meliputi:
- Identitas pemberi dan penerima kuasa.
- Pernyataan pemberian kuasa.
- Nama bank dan nomor rekening.
- Jumlah dana yang dapat diambil.
- Tindakan yang dikuasakan.
- Masa berlaku kuasa.
- Tempat, tanggal, dan tanda tangan.
Struktur Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank
Surat kuasa bisa dibuat dengan format sederhana selama informasi penting di dalamnya tercantum lengkap. Bagian awal biasanya berisi identitas pemberi dan penerima kuasa, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai kewenangan yang diberikan.
Struktur yang dapat digunakan, antara lain:
- Judul surat, seperti “Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank”.
- Identitas pemberi kuasa sesuai dokumen resmi.
- Identitas penerima kuasa sesuai dokumen resmi.
- Pernyataan pemberian kuasa.
- Rincian kewenangan yang diberikan.
- Informasi rekening dan nominal dana.
- Jangka waktu kuasa, jika diperlukan.
- Penutup serta tempat dan tanggal surat.
- Tanda tangan para pihak.
Baca Juga: Penulisan Surat Kuasa Konser: Tulis Tangan atau Diketik?
Format dan Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang
Berikut format yang dapat digunakan sebagai referensi dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketentuan bank:
SURAT KUASA PENGAMBILAN UANG DI BANK
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: [Nama Pemberi Kuasa]
NIK: [Nomor NIK]
Tempat/Tanggal Lahir: [Tempat, Tanggal Lahir]
Alamat: [Alamat Lengkap]
Selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.
Dengan ini memberikan kuasa kepada:
Nama: [Nama Penerima Kuasa]
NIK: [Nomor NIK]
Tempat/Tanggal Lahir: [Tempat, Tanggal Lahir]
Alamat: [Alamat Lengkap]
Selanjutnya disebut Penerima Kuasa.
Untuk mewakili Pemberi Kuasa melakukan pengambilan uang tunai di [Nama Bank] dari rekening:
Nomor Rekening: [Nomor Rekening]
Atas Nama: [Nama Pemilik Rekening]
Jumlah Dana: Rp[Nominal]
Kuasa ini diberikan khusus untuk melakukan pengambilan dana sebagaimana tercantum dalam surat ini dan berlaku sampai dengan [tanggal berlaku].
Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.
[Kota], [Tanggal]
Penerima Kuasa Pemberi Kuasa
(Tanda Tangan) (Tanda Tangan)
[Nama Lengkap] [Nama Lengkap]
Contoh tersebut dapat menjadi dasar pembuatan surat, tetapi pastikan kembali apakah bank memiliki format atau dokumen tambahan yang wajib digunakan.
Cara Mengisi Surat Kuasa Pengambilan Uang
Saat mengisi surat, pastikan seluruh informasi sesuai dengan dokumen resmi. Kesalahan pada nama, nomor identitas, atau nomor rekening dapat menimbulkan kendala saat dokumen diperiksa.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Tuliskan identitas pemberi dan penerima kuasa sesuai dokumen resmi.
- Periksa kembali nomor rekening dan nama pemilik rekening.
- Cantumkan nominal secara jelas jika kuasa hanya berlaku untuk jumlah tertentu.
- Jelaskan tindakan yang boleh dilakukan penerima kuasa.
- Tentukan masa berlaku apabila kuasa tidak dimaksudkan untuk berlaku tanpa batas.
- Gunakan bahasa yang singkat, jelas, dan tidak menimbulkan makna ganda.
- Periksa seluruh data sebelum surat ditandatangani.
Setelah dokumen diisi dengan benar, langkah selanjutnya adalah tanda tangan. Untuk kebutuhan administrasi tertentu, surat kuasa bisa diproses secara digital menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dari Vinotek.
Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Digital melalui SK No. 35 Tahun 2025, Vinotek menyediakan solusi tanda tangan digital dengan fitur yang mendukung kebutuhan penandatanganan, seperti:
- Variasi Bentuk Tanda Tangan, mulai dari gambar, QR Code, hingga paraf.
- Bulk Signing untuk menandatangani banyak dokumen sekaligus.
- Multi-step & Hierarki Approval untuk mengatur alur persetujuan dokumen.
- Audit Trail & Jejak Digital untuk mencatat aktivitas pada dokumen.
- Multi-User & Role Management untuk mengatur pengguna dan hak akses.
Butuh informasi lebih lanjut mengenai produk ini? Hubungi Vinotek melalui WhatsApp 0822 4968 6626 atau email solution@vinotek.id.
Tips Membuat Surat Kuasa yang Jelas
Surat kuasa sebaiknya tidak memberikan kewenangan yang lebih luas dari kebutuhan. Jika hanya diperlukan untuk satu kali pengambilan dengan nominal tertentu, informasi tersebut dapat dicantumkan secara spesifik.
Beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Gunakan judul yang sesuai dengan tujuan surat.
- Cantumkan identitas secara lengkap dan akurat.
- Jelaskan kewenangan penerima kuasa secara spesifik.
- Cantumkan informasi rekening dan nominal dana.
- Tentukan batas waktu kuasa bila diperlukan.
- Simpan salinan dokumen yang telah ditandatangani.
Hal yang Perlu Dicek sebelum ke Bank
Surat kuasa yang sudah dibuat belum tentu membuat transaksi otomatis dapat dilakukan. Bank tetap dapat melakukan verifikasi dan menerapkan persyaratan tertentu sesuai jenis transaksi.
Sebelum penerima kuasa datang ke bank, pastikan:
- Transaksi dapat dilakukan melalui perwakilan.
- Format surat sudah sesuai jika bank menyediakan format khusus.
- Surat telah ditandatangani oleh pihak yang diperlukan.
- Identitas pemberi dan penerima kuasa sudah tersedia.
- Dokumen rekening atau dokumen pendukung lain telah disiapkan.
- Data dalam surat sesuai dengan dokumen asli.
Dengan menyiapkan surat kuasa secara jelas dan memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, proses pengambilan uang melalui perwakilan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.
Baca Juga: Surat Kuasa Konser: Komponen Wajib dan Contohnya
FAQ Seputar Surat Kuasa Bank
1. Apa itu surat kuasa pengambilan uang di bank?
Surat kuasa bank adalah dokumen yang memberikan kewenangan kepada orang lain untuk mewakili pemilik rekening melakukan transaksi tertentu sesuai isi kuasa.
2. Apa saja isi surat kuasa pengambilan uang di bank?
Surat kuasa umumnya memuat identitas pemberi dan penerima kuasa, informasi rekening, jumlah dana, kewenangan yang diberikan, masa berlaku, serta tanda tangan.
3. Apakah surat kuasa bank bisa dibuat sendiri?
Bisa, tetapi format dan persyaratannya perlu disesuaikan dengan ketentuan bank serta jenis transaksi yang akan dilakukan.
4. Apakah surat kuasa bank bisa ditandatangani secara digital?
Bisa menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang memenuhi ketentuan. Namun, penerimaannya tetap bergantung pada kebijakan bank terkait.
5. Apa yang perlu dibawa penerima kuasa ke bank?
Penerima kuasa umumnya perlu membawa surat kuasa dan dokumen identitas atau dokumen pendukung lain sesuai persyaratan bank.




Tinggalkan Balasan