Harga
Login
Berlangganan
brazetsu

Waspada BraZetsu, Malware yang Jual Akses Komputer

·

·

Ancaman malware kini tidak hanya berupa pencurian data atau kerusakan perangkat. Komputer yang berhasil disusupi penjahat siber juga bisa dijadikan aset yang diperjualbelikan di pasar gelap. Kondisi ini terlihat dalam kemunculan BraZetsu, malware berbasis Python yang menargetkan perangkat Windows.

Menurut Group-IB, BraZetsu menjadi bagian dari operasi Initial Access Broker (IAB). Dalam model ini, pelaku mendapatkan akses ke komputer korban, mengumpulkan informasi mengenai perangkat tersebut, lalu menjual aksesnya kepada penjahat siber lain untuk digunakan dalam serangan lanjutan.

Beberapa karakteristik BraZetsu meliputi:

  • Menargetkan perangkat Windows.
  • Mengumpulkan informasi perangkat, jaringan, aplikasi, dan aktivitas pengguna.
  • Menggunakan AI untuk membantu menganalisis data dan menentukan target bernilai tinggi.
  • Mengumpulkan riwayat browser, sertifikat digital, file keuangan, dan tangkapan layar.
  • Memungkinkan pelaku menjalankan perintah dari jarak jauh.
  • Mendukung marketplace ilegal yang memperjualbelikan akses komputer.

Komputer yang Terinfeksi Bisa Dijual ke Pelaku Lain

BraZetsu tidak hanya dirancang untuk mencuri informasi. Malware ini membantu pelaku menilai seberapa berharga sebuah komputer setelah berhasil ditembus. Komputer yang memiliki akses ke sistem perusahaan, aplikasi keuangan, atau data bisnis dapat menjadi lebih menarik bagi pembeli.

Akses tersebut kemudian ditawarkan melalui Infected Marketplace atau Banco de Infects. Dalam platform ini, pelaku lain dapat membeli akses ke komputer yang sudah dikompromikan dan menggunakannya untuk menjalankan malware atau aktivitas berbahaya lainnya.

Alurnya dapat berlangsung sebagai berikut:

  • Komputer korban berhasil terinfeksi.
  • BraZetsu mengumpulkan informasi mengenai perangkat.
  • Data dianalisis untuk menentukan nilai komputer.
  • Akses ditawarkan melalui marketplace ilegal.
  • Pelaku lain membeli akses tersebut.
  • Pembeli menjalankan aktivitas berbahaya dari perangkat korban.

Model ini membuat satu infeksi dapat menjadi pintu masuk bagi serangkaian serangan berikutnya.

Baca Juga: Malware Ini Bisa Curi Data hingga Password Wi-Fi iPhone

AI Membantu Menentukan Target Bernilai Tinggi

Salah satu hal yang membuat BraZetsu menonjol adalah indikasi penggunaan generative AI dalam operasinya. Teknologi ini diduga dimanfaatkan untuk membantu pengembangan malware sekaligus memilah informasi dari komputer yang berhasil dikompromikan.

BraZetsu dapat melakukan profiling terhadap perangkat keras, software, jaringan, dan aktivitas pengguna. Informasi tersebut kemudian membantu pelaku menentukan perangkat mana yang memiliki nilai komersial lebih tinggi.

Data yang dapat dikumpulkan mencakup:

  • Spesifikasi perangkat keras dan software.
  • Proses serta port jaringan yang aktif.
  • Riwayat browser dan file yang baru dibuka.
  • Tangkapan layar serta aplikasi yang sedang digunakan.
  • Sertifikat digital.
  • Direktori instalasi ERP.
  • File tertentu yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

File Keuangan Perusahaan Ikut Menjadi Sasaran

BraZetsu juga memiliki kemampuan mencari file CNAB, yaitu format yang digunakan untuk pertukaran data transaksi antara perusahaan dan bank di Brasil.

Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa penjahat siber semakin tertarik pada informasi yang memiliki nilai finansial. File terkait transaksi dapat memuat berbagai informasi penting yang berpotensi dimanfaatkan dalam serangan berikutnya.

Beberapa informasi yang menjadi perhatian meliputi:

  • Detail pembayaran.
  • Informasi rekening.
  • Data transaksi perusahaan.
  • Informasi penerima pembayaran.
  • Metadata aktivitas finansial.

BraZetsu sendiri lebih berfokus pada memperoleh akses awal daripada melakukan manipulasi transaksi secara langsung. Namun, akses yang diperjualbelikan dapat dimanfaatkan pelaku lain untuk berbagai bentuk kejahatan finansial.

Baca Juga: Malware RedHook Bisa Bobol Rekening Pengguna Android

Phishing Diduga Menjadi Salah Satu Jalan Masuk

Cara pasti BraZetsu dikirimkan kepada korban masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, social engineering dan phishing menjadi salah satu dugaan utama.

Dalam salah satu rangkaian serangan, malware awal menyamar sebagai Microsoft Edge. Pengguna kemudian diarahkan untuk mengunduh file yang sebenarnya berbahaya.

Teknik yang teridentifikasi, antara lain:

  • File berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi atau dokumen.
  • VBS untuk mengunduh payload berikutnya.
  • File PNG yang dibuat menyerupai dokumen PDF.
  • Payload tersembunyi di dalam file.
  • DLL sideloading atau process injection.

Karena itu, pengguna tidak selalu harus menjadi korban eksploitasi teknis yang rumit. Mengunduh file atau mengakses tautan yang salah dapat menjadi titik awal infeksi.

Cara Mengurangi Risiko Malware BraZetsu

Kasus BraZetsu menunjukkan bahwa keamanan perangkat perlu dibangun melalui beberapa lapisan perlindungan. Perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan software keamanan, sementara pengguna juga memiliki peran penting dalam mencegah infeksi.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi:

  • Jangan membuka tautan atau lampiran dari sumber yang tidak dikenal.
  • Unduh aplikasi hanya dari sumber resmi.
  • Perbarui sistem operasi dan software secara berkala.
  • Gunakan endpoint protection untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
  • Terapkan multi-factor authentication pada akun penting.
  • Batasi hak akses pengguna sesuai kebutuhan.
  • Pantau aktivitas jaringan dan perangkat secara berkala.
  • Lindungi akses menuju data keuangan dan sistem penting.
  • Siapkan prosedur respons ketika perangkat terindikasi terinfeksi.

BraZetsu menjadi pengingat bahwa dalam keamanan siber, akses ke komputer sama pentingnya untuk dilindungi seperti data di dalamnya. Ketika akses tersebut jatuh ke tangan pelaku lain, satu perangkat yang terinfeksi dapat menjadi pintu masuk bagi serangan yang jauh lebih besar.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca