Ekstensi browser menjadi salah satu fitur yang banyak digunakan untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari penerjemah bahasa, pemblokir iklan, hingga pengelola kata sandi. Namun, di balik manfaatnya, ekstensi browser juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri data bahkan mengambil alih komputer korban.
Baru-baru ini, peneliti keamanan siber menemukan malware baru bernama Edgecution yang menyamar sebagai pembaruan Microsoft Outlook. Malware ini memanfaatkan ekstensi browser palsu di Microsoft Edge untuk mengakses sistem operasi korban dan menjalankan berbagai perintah berbahaya tanpa disadari pengguna.
Lantas, bagaimana cara kerja serangan ini dan apa yang bisa dilakukan agar perangkat tetap aman?
Mengapa Ekstensi Browser Bisa Menjadi Ancaman?
Secara umum, ekstensi browser memang dirancang untuk menambahkan fitur tertentu pada browser. Namun, apabila pengguna memasang ekstensi dari sumber yang tidak terpercaya, pelaku dapat memanfaatkannya sebagai pintu masuk ke perangkat.
Beberapa risiko dari ekstensi browser palsu, antara lain:
- Mengakses data yang tersimpan di browser.
- Mencuri informasi login dan cookie.
- Memantau aktivitas pengguna saat berselancar di internet.
- Menjalankan perintah berbahaya di komputer.
- Menjadi jalan masuk bagi malware atau ransomware.
Karena berjalan di dalam browser, aktivitas ekstensi sering kali luput dari perhatian pengguna.
Baca Juga: Bug Chip Apple Buka Akses iPhone Lama, Ini Solusinya
Modus yang Digunakan Pelaku untuk Menyebarkan Malware
Dalam kasus Edgecution, pelaku tidak langsung mengirimkan malware. Mereka lebih dulu melakukan rekayasa sosial (social engineering) agar korban percaya. Modus yang digunakan meliputi:
- Menghubungi korban melalui Microsoft Teams.
- Menyamar sebagai staf IT perusahaan.
- Meminta korban memperbarui spam filter atau Microsoft Outlook.
- Mengarahkan korban ke situs Microsoft palsu yang tampak resmi.
- Meminta korban menjalankan file pembaruan yang sebenarnya merupakan malware.
Setelah file dijalankan, malware akan memasang ekstensi berbahaya secara diam-diam tanpa menampilkan tanda-tanda yang mencurigakan.
Bagaimana Malware Mengambil Alih Komputer?
Edgecution memanfaatkan fitur Chrome Native Messaging, yaitu mekanisme yang memungkinkan ekstensi browser berkomunikasi dengan aplikasi yang terpasang di komputer.
Dalam kondisi normal, fitur tersebut digunakan untuk kebutuhan yang sah. Namun, pada serangan ini, fitur tersebut disalahgunakan sehingga penyerang dapat mengendalikan perangkat dari luar browser.
Setelah berhasil aktif, malware dapat:
- Mengumpulkan informasi perangkat.
- Menjelajahi file yang tersimpan di komputer.
- Menjalankan Command Prompt maupun PowerShell.
- Menulis dan memodifikasi file.
- Mengeksekusi kode tambahan dari server penyerang.
- Memberikan akses jarak jauh kepada pelaku.
Dengan kemampuan tersebut, komputer korban dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk serangan yang lebih besar.
Mengapa Malware Ini Sulit Dideteksi?
Salah satu alasan Edgecution cukup berbahaya adalah karena menggunakan berbagai teknik penyamaran agar lolos dari sistem keamanan. Beberapa teknik yang digunakan, antara lain:
- Menjalankan Microsoft Edge dalam mode tersembunyi (headless).
- Menyimpan sebagian data malware dalam Windows Registry.
- Menjalankan proses hanya ketika menerima perintah sehingga tidak terus aktif.
- Mengirim komunikasi ke server melalui layanan cloud yang terlihat seperti aktivitas internet biasa.
Akibatnya, pengguna sering kali tidak menyadari bahwa perangkatnya telah dikendalikan oleh pihak lain.
Baca Juga: Registrasi SIM Card Biometrik Berlaku Juli 2026
Cara Mengenali Ekstensi Browser yang Mencurigakan
Tidak semua ekstensi browser berbahaya. Namun, ada beberapa tanda yang patut diwaspadai sebelum memasangnya.
Perhatikan jika sebuah ekstensi:
- Meminta izin akses yang tidak relevan dengan fungsinya.
- Berasal dari tautan yang dikirim melalui email atau aplikasi chat.
- Tidak tersedia di toko ekstensi resmi browser.
- Menggunakan nama yang menyerupai aplikasi populer.
- Memiliki ulasan yang minim atau terlihat tidak wajar.
Jika menemukan salah satu tanda tersebut, sebaiknya hindari menginstal ekstensi tersebut.
Tips agar Terhindar dari Malware melalui Ekstensi Browser
Untuk mengurangi risiko menjadi korban serangan serupa, Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Unduh ekstensi hanya dari toko resmi browser.
- Pastikan pengembang ekstensi memiliki reputasi yang baik.
- Jangan mudah percaya pada pesan yang mengatasnamakan tim IT.
- Selalu periksa alamat situs sebelum mengunduh pembaruan aplikasi.
- Hapus ekstensi yang sudah tidak digunakan.
- Gunakan antivirus atau solusi keamanan endpoint yang selalu diperbarui.
- Edukasi karyawan mengenai bahaya phishing dan social engineering.
Waspadai Ekstensi Browser yang Terlihat Meyakinkan
Kasus Edgecution menunjukkan bahwa serangan siber kini tidak hanya mengandalkan eksploitasi celah keamanan, tetapi juga memanfaatkan kepercayaan pengguna. Bahkan, situs palsu dan ekstensi berbahaya dapat dibuat menyerupai layanan resmi sehingga sulit dibedakan sekilas.
Oleh karena itu, selalu pastikan setiap aplikasi, pembaruan, maupun ekstensi browser berasal dari sumber resmi. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah pencurian data, pengambilalihan perangkat, hingga kerugian yang lebih besar akibat serangan siber.




Tinggalkan Balasan