Menggunakan Wi-Fi gratis di hotel memang praktis, terutama saat sedang bepergian. Namun, di balik kemudahannya, terdapat risiko keamanan siber yang perlu diwaspadai.
Microsoft baru-baru ini mengungkap adanya kampanye serangan siber yang memanfaatkan jaringan Wi-Fi hotel dan jaringan tamu lainnya untuk mencuri akun hingga menyebarkan malware. Serangan ini menunjukkan bahwa jaringan internet publik tidak selalu aman, bahkan ketika disediakan oleh hotel atau tempat resmi.
Lantas, bagaimana modus serangan tersebut bekerja dan apa yang bisa dilakukan untuk melindungi data pribadi?
Mengapa Wi-Fi Hotel Bisa Berbahaya?
Wi-Fi hotel umumnya menggunakan captive portal, yaitu halaman login yang muncul sebelum pengguna dapat mengakses internet. Halaman ini ternyata dapat dimanfaatkan oleh pelaku siber untuk melancarkan aksinya.
Beberapa alasan mengapa Wi-Fi hotel berisiko digunakan, antara lain:
- Jaringan dapat disusupi tanpa disadari oleh pengguna.
- Halaman login palsu dibuat menyerupai halaman resmi hotel.
- Pengguna sering kali terburu-buru menyambungkan perangkat sehingga tidak memeriksa keaslian halaman login.
- Aktivitas login dilakukan melalui jaringan publik yang lebih rentan dibandingkan jaringan pribadi.
Karena itu, Microsoft menyarankan agar pengguna maupun organisasi menganggap jaringan hotel, bandara, pusat konferensi, dan jaringan tamu lainnya sebagai jaringan yang tidak sepenuhnya dapat dipercaya.
Baca Juga: Waspada Situs Aplikasi Windows Palsu, Sebar Malware!
Bagaimana Modus Pencurian Data melalui Wi-Fi Hotel?
Microsoft menemukan kampanye serangan bernama CaptiveCrunch yang dikaitkan dengan kelompok peretas Storm-2945. Serangan ini telah berlangsung sejak Mei 2026 dan menargetkan pelancong di berbagai negara.
Modus yang digunakan cukup berbeda dari serangan phishing pada umumnya, yaitu:
- Pelaku menyusupi infrastruktur jaringan Wi-Fi hotel atau jaringan tamu.
- Korban diarahkan ke halaman login atau verifikasi palsu yang terlihat resmi.
- Pengguna diminta memasukkan akun atau melakukan proses autentikasi.
- Setelah pengguna mengikuti instruksi tersebut, pelaku memperoleh akses ke akun korban.
Karena prosesnya terjadi saat pengguna benar-benar sedang menghubungkan perangkat ke Wi-Fi hotel, banyak korban tidak menyadari bahwa mereka sedang diarahkan ke halaman palsu.
Tak Hanya Mencuri Akun, Peretas Juga Sebarkan Malware
Selain mencuri kredensial akun, Microsoft juga menemukan bahwa serangan ini dapat menginfeksi perangkat korban dengan malware. Malware tersebut memiliki berbagai kemampuan berbahaya, seperti:
- Mencuri username dan password.
- Mengambil token sesi akun.
- Merekam aktivitas keyboard (keylogger).
- Mengakses file yang tersimpan di perangkat.
- Mengambil tangkapan layar.
- Mengaktifkan kamera maupun mikrofon tanpa izin.
- Memberikan akses jarak jauh kepada pelaku.
Microsoft menamai malware tersebut CornFlake, yaitu jenis Remote Access Trojan (RAT) yang memungkinkan penyerang mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh.
Selain komputer Windows, Microsoft juga menemukan indikasi bahwa perangkat Android turut menjadi sasaran melalui file APK berbahaya yang disamarkan sebagai aplikasi resmi.
Baca Juga: AI Ubah Cara Google Menjaga Keamanan Chrome
Mengapa Serangan Ini Sulit Dikenali?
Salah satu alasan utama serangan ini berbahaya adalah karena tampilannya terlihat sangat meyakinkan. Pelaku dapat menampilkan halaman yang menyerupai:
- Form login Wi-Fi hotel.
- Halaman verifikasi koneksi internet.
- Login akun Microsoft.
- Notifikasi pembaruan Windows.
Bahkan dalam beberapa kasus, pelaku memanfaatkan proses autentikasi resmi Microsoft menggunakan Device Code Authentication. Korban diminta memasukkan kode tertentu, kemudian tanpa disadari memberikan akses kepada pelaku untuk masuk ke akun mereka.
Karena menggunakan mekanisme autentikasi yang sah, korban sering kali tidak menyadari bahwa akun mereka telah diambil alih.
Cara Aman Menggunakan Wi-Fi Hotel
Meski tidak semua Wi-Fi hotel berbahaya, pengguna tetap perlu berhati-hati saat mengakses jaringan publik. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Gunakan hotspot pribadi atau jaringan seluler jika memungkinkan.
- Hindari mengunduh pembaruan sistem saat menggunakan Wi-Fi publik.
- Jangan memasukkan username, password, atau kode autentikasi pada halaman yang mencurigakan.
- Aktifkan autentikasi multifaktor (MFA) untuk menambah lapisan keamanan akun.
- Selalu pastikan alamat situs yang diakses benar-benar resmi.
- Segera keluar dari akun penting setelah selesai menggunakan jaringan publik.




Tinggalkan Balasan