Harga
Login
Berlangganan
pendaftaran ipdn 2026

Pendaftaran IPDN 2026: Jadwal, Syarat, dan Dokumen

·

·

Pendaftaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 2026 resmi dibuka melalui Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP). Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.2.2/5875/SJ, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman SSCASN BKN pada 18-30 Agustus 2026.

Calon peserta perlu memperhatikan bukan hanya periode pendaftaran, tetapi juga persyaratan, dokumen, serta tahapan seleksi yang berlangsung hingga November 2026. Berikut informasi pendaftaran IPDN 2026 yang perlu diketahui.

Jadwal Pendaftaran IPDN 2026

Pendaftaran berlangsung pada 18-30 Agustus 2026. Setelah itu, peserta yang memenuhi persyaratan akan mengikuti proses verifikasi administrasi dan berbagai tahapan seleksi.

Jadwal penting SPCP IPDN 2026 meliputi:

  • 18-30 Agustus 2026: pendaftaran online dan pembuatan akun SSCASN Sekolah Kedinasan.
  • 18 Agustus-1 September 2026: verifikasi dokumen persyaratan administrasi.
  • 2-3 September 2026: pengumuman hasil verifikasi dokumen administrasi.
  • 4-5 September 2026: masa sanggah.
  • 4-6 September 2026: jawaban masa sanggah.
  • 7-8 September 2026: pengumuman pasca-masa sanggah.
  • 11-15 September 2026: pembayaran PNBP SKD bagi peserta yang memenuhi syarat verifikasi.
  • 18-21 September 2026: pengumuman jadwal dan lokasi SKD serta pencetakan kartu ujian.
  • 22 September-7 Oktober 2026: pelaksanaan SKD.
  • Oktober 2026: pengumuman hasil SKD.
  • Oktober 2026: verifikasi faktual tahap I, gladi simulasi dan tes kemampuan Bahasa Inggris.
  • Oktober 2026: tes kemampuan Bahasa Inggris.
  • Oktober 2026: tes kesehatan tahap I.
  • Oktober 2026: tes psikologi, integritas, dan kejujuran.
  • Oktober-November 2026: seleksi penentuan akhir yang mencakup verifikasi faktual tahap II, tes kesehatan tahap II, tes kesamaptaan dan antropometri, serta wawancara.
  • November 2026: pengumuman kelulusan akhir SPCP IPDN 2026 dan registrasi calon Praja.

Syarat Pendaftaran IPDN 2026

Calon peserta harus memenuhi persyaratan umum dan administrasi sebelum mendaftar. Ketentuan tersebut mencakup usia, tinggi badan, pendidikan, nilai akademik, hingga domisili.

Beberapa syarat utamanya adalah:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia.
  • Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 1 Januari 2026.
  • Memiliki tinggi badan minimal 160 cm bagi pria.
  • Memiliki tinggi badan minimal 155 cm bagi wanita.
  • Merupakan lulusan SMA atau MA.
  • Bukan lulusan SMK dan bukan lulusan Paket C.
  • Memiliki nilai rata-rata ijazah minimal 73,00.
  • Khusus pendaftar dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya, nilai rata-rata ijazah minimal 65,00.
  • Memiliki nilai Bahasa Inggris pada ijazah atau Surat Keterangan Lulus minimal 75,00, dengan pengecualian bagi pendaftar dari provinsi-provinsi Papua yang disebutkan dalam ketentuan.
  • Memenuhi ketentuan domisili sesuai persyaratan.
  • Memiliki alamat email yang aktif.
  • Memiliki pasfoto sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Lulusan SMA/MA tahun 2026 yang belum menerima ijazah dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus yang mencantumkan hasil penilaian akhir kelas XII dan telah ditandatangani pejabat berwenang.

Untuk domisili, peserta pada dasarnya harus berdomisili minimal satu tahun di kabupaten/kota pada provinsi tempat mendaftar. Ada pengecualian tertentu, misalnya peserta bersekolah di wilayah tersebut atau orang tua berasal maupun bertugas di wilayah pendaftaran.

Baca Juga: CPNS Guru 2026 Bakal Dibuka, Intip Update Terbarunya

Dokumen Pendaftaran IPDN 2026

Dokumen administrasi harus diunggah melalui SSCASN dengan ukuran dan format sesuai ketentuan aplikasi. Peserta sebaiknya menyiapkan berkas lebih awal agar dapat memeriksa kembali kelengkapan dan kesesuaiannya.

Dokumen yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Ijazah SMA/MA.
  • Surat Keterangan Lulus bagi lulusan tahun 2026 yang belum menerima ijazah.
  • Kartu Keluarga.
  • KTP-el.
  • Kartu Identitas Anak bagi peserta yang belum berusia 17 tahun.
  • Dokumen pendukung persyaratan domisili jika diperlukan.
  • Akta kelahiran orang tua apabila digunakan untuk membuktikan asal orang tua.
  • Surat tugas atau penempatan tugas orang tua terakhir apabila digunakan sebagai bukti persyaratan domisili.
  • Surat keterangan OAP bagi peserta yang merupakan Orang Asli Papua.
  • Pakta Integritas Tahun 2026.
  • Alamat email aktif.
  • Pasfoto berwarna ukuran 4×6 cm dengan latar belakang merah, menghadap ke depan, tidak menggunakan kacamata, serta mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih polos.

Cara Daftar IPDN 2026

Pendaftaran dilakukan melalui laman SSCASN BKN. Setelah membuat akun, peserta login menggunakan NIK dan password, memilih IPDN, mengisi biodata, serta mengunggah dokumen persyaratan. Setelah seluruh data diperiksa, peserta perlu menyelesaikan pendaftaran dengan mengecek resume dan mencetak bukti pendaftaran.

Adapun tahapannya meliputi:

  • Membuat akun SSCASN Sekolah Kedinasan.
  • Login menggunakan NIK dan password.
  • Memilih IPDN.
  • Mengisi biodata.
  • Mengunggah dokumen.
  • Memeriksa resume.
  • Menyelesaikan pendaftaran.
  • Mencetak bukti pendaftaran.

Peserta yang lolos verifikasi administrasi kemudian melakukan pembayaran PNBP SKD pada 11-15 September 2026 sesuai kode billing yang diterbitkan BKN.

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Mengunggah Dokumen

Sebelum menyelesaikan pendaftaran, peserta perlu memastikan seluruh data dan dokumen sudah sesuai. Periksa kembali identitas, nilai, dokumen domisili, serta format dan kualitas file.

Khusus Pakta Integritas, dokumen tersebut harus dilengkapi dengan e-Meterai. Calon peserta dapat menggunakan e-Meterai Vinotek untuk kebutuhan tersebut. Sebagai reseller resmi e-Meterai Peruri, Vinotek menyediakan e-Meterai asli untuk berbagai kebutuhan dokumen digital.

Keunggulan e-Meterai Vinotek, antara lain:

  • Reseller resmi e-Meterai Peruri sehingga keaslian e-Meterai lebih terjamin.
  • Platform yang mudah digunakan untuk pembelian dan penggunaan e-Meterai.
  • Mendukung administrasi dokumen digital agar persiapan dokumen lebih praktis dan sesuai ketentuan.

Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan e-meterai Anda sekarang juga dengan menghubungi WhatsApp 0822 4968 6626, email solution@vinotek.id, atau langsung daftar di sini!

Baca Juga:

FAQ Seputar Pendaftaran IPDN 2026

1. Kapan pendaftaran IPDN 2026 dibuka?

Pendaftaran IPDN 2026 dibuka pada 18-30 Agustus 2026 melalui laman SSCASN BKN.

2. Apa saja syarat pendaftaran IPDN 2026?

Syarat utamanya meliputi WNI, berusia 16-21 tahun, memenuhi ketentuan tinggi badan, serta merupakan lulusan SMA atau MA dengan nilai sesuai persyaratan.

3. Apa saja dokumen pendaftaran IPDN 2026?

Dokumen yang perlu disiapkan antara lain ijazah atau Surat Keterangan Lulus, Kartu Keluarga, KTP-el, Pakta Integritas, e-mail aktif, dan pasfoto sesuai ketentuan.

4. Apakah Pakta Integritas IPDN 2026 menggunakan e-Meterai?

Ya. Pakta Integritas perlu dilengkapi e-Meterai untuk kebutuhan administrasi pendaftaran. Calon peserta dapat menggunakan e-Meterai Vinotek.

5. Kapan SKD IPDN 2026 dilaksanakan?

SKD IPDN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 September-7 Oktober 2026.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca