Google mengonfirmasi adanya celah keamanan kritis pada sistem Android yang memungkinkan peretas mengambil alih perangkat tanpa perlu interaksi dari pengguna. Celah tersebut ditemukan dalam pembaruan keamanan Android Mei 2026 dan diberi kode CVE-2026-0073.
Bug ini termasuk kategori zero-click vulnerability, yaitu jenis serangan yang bisa berjalan tanpa pengguna perlu mengklik tautan, membuka file, maupun mengunduh aplikasi tertentu.
Google menyebut kerentanan ini memengaruhi Android 14, Android 15, Android 16, hingga Android 16-QPR2. Karena itu, pengguna diminta segera melakukan pembaruan sistem keamanan begitu update tersedia.
Apa Itu Zero-Click Vulnerability?
Zero-click vulnerability adalah celah keamanan yang memungkinkan perangkat diretas tanpa tindakan apa pun dari pengguna. Berbeda dengan metode serangan siber biasa, jenis kerentanan ini tidak membutuhkan korban untuk melakukan aktivitas tertentu terlebih dahulu.
Beberapa hal yang tidak diperlukan dalam serangan ini meliputi:
- Mengklik tautan mencurigakan
- Mengunduh file tertentu
- Membuka aplikasi berbahaya
- Memberikan izin akses tambahan
Dalam kasus CVE-2026-0073, masalah ditemukan pada komponen Wireless Android Debug Bridge (ADB), fitur yang biasa digunakan developer untuk menghubungkan perangkat Android saat proses pengembangan aplikasi.
Baca Juga: Jangan Asal Aktifkan Fitur AI Gmail, Ini Dampaknya untuk Privasi Data
Bagaimana Celah Ini Bisa Dimanfaatkan?
Google menjelaskan bahwa terdapat kesalahan logika pada sistem autentikasi Wireless ADB yang memungkinkan pelaku menyamar sebagai perangkat tepercaya. Akibatnya, peretas berpotensi memperoleh akses jarak jauh ke perangkat korban.
Potensi dampak dari celah ini, antara lain:
- Mengakses sistem Android dari jarak dekat
- Menjalankan perintah tertentu di perangkat korban
- Melewati perlindungan keamanan aplikasi
- Mendapatkan akses shell tanpa izin tambahan
- Mengontrol sebagian fungsi perangkat secara diam-diam
Karena termasuk celah pada komponen inti Android, risiko yang ditimbulkan dinilai cukup serius.
Peretas Harus Berada di Jaringan yang Sama
Meski berbahaya, Google menyebut eksploitasi bug Android ini tetap memiliki keterbatasan tertentu. Pelaku harus berada di jaringan lokal yang sama atau dalam jarak dekat dengan perangkat target agar serangan dapat dilakukan.
Kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko, antara lain:
- Menggunakan WiFi publik
- Terhubung ke jaringan kantor bersama
- Mengakses internet di tempat umum
- Memakai koneksi yang tidak memiliki perlindungan keamanan memadai
Sampai saat ini belum ada laporan bahwa celah tersebut telah dimanfaatkan secara aktif di dunia nyata. Namun, Google tetap meminta pengguna untuk waspada.
Baca Juga: Waspada! Pesan “Pelanggaran Aturan X” Bisa Jadi Modus Peretasan Akun
Google Minta Pengguna Segera Update
Google memastikan patch keamanan untuk bug ini sudah tersedia melalui Android Security Patch level 2026-05-01 atau versi yang lebih baru. Vendor perangkat Android juga disebut telah menerima pemberitahuan lebih awal sebelum buletin keamanan dipublikasikan.
Hal yang perlu diperhatikan pengguna:
- Update mungkin hadir berbeda-beda di tiap merek HP
- Tidak semua perangkat menerima patch secara bersamaan
- Pengguna perlu mengecek update secara manual
- Patch keamanan penting untuk mengurangi risiko eksploitasi
Google menegaskan bahwa melakukan update adalah langkah paling efektif untuk melindungi perangkat dari ancaman tersebut.
Cara Mengecek Update Android
Pengguna Android disarankan segera memeriksa pembaruan keamanan melalui menu pengaturan perangkat.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka menu Pengaturan
- Pilih Sistem
- Masuk ke Pembaruan Perangkat Lunak
- Tekan Periksa Pembaruan
- Instal update jika sudah tersedia
Selain rutin memperbarui sistem, pengguna juga disarankan untuk:
- Menghindari penggunaan WiFi publik yang tidak terpercaya
- Menonaktifkan fitur debugging jika tidak digunakan
- Menginstal aplikasi hanya dari sumber resmi
- Rutin memperbarui aplikasi dan sistem keamanan perangkat
Jadi, sudahkah Anda memperbarui perangkat Andorid agar terhindari dari serangan yang satu ini?




Tinggalkan Balasan