Penipuan melalui email bisnis atau Business Email Compromise (BEC) semakin sulit dikenali seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI). Modus ini memanfaatkan rekayasa sosial dengan menyamar sebagai eksekutif perusahaan atau vendor tepercaya untuk membuat karyawan mentransfer dana.
FBI telah melacak BEC sejak 2013. Berdasarkan laporan Internet Crime Complaint Center (IC3), perusahaan melaporkan kerugian sebesar US$3,046 miliar pada 2025, meningkat US$250 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pengguna Apple Perlu Waspada, Fitur Ini Bisa Bocorkan Data!
Bagaimana Modus BEC Berkembang?
Pada awalnya, penipuan BEC banyak dilakukan melalui email dengan kesalahan tata bahasa sehingga relatif mudah dikenali. Namun, pelaku kemudian mulai meretas akun email eksekutif perusahaan agar komunikasi terlihat lebih meyakinkan.
Pelaku juga melakukan riset untuk memahami perusahaan dan targetnya. Informasi tersebut dapat diperoleh dari akun karyawan, website perusahaan, hingga media sosial. Beberapa informasi yang dicari pelaku meliputi:
- Karyawan yang menangani pembayaran.
- Prosedur dan bahasa yang digunakan perusahaan.
- Informasi publik yang dapat membuat pesan terlihat lebih meyakinkan.
AI kemudian membuat proses pengumpulan informasi tersebut menjadi lebih cepat, sehingga pelaku dapat menyiapkan serangan yang lebih terarah.
AI Membuat Penipuan Semakin Meyakinkan
Perkembangan AI membuat BEC tidak lagi hanya mengandalkan email palsu. Pelaku dapat menggunakan teknologi untuk membuat komunikasi yang lebih personal sekaligus meniru identitas pihak tertentu.
FBI pada 2024 juga memperingatkan bahwa pelaku kejahatan semakin memanfaatkan AI untuk menjalankan penipuan. Teknologi yang digunakan dapat mencakup:
- AI untuk membuat email dan pesan yang lebih meyakinkan.
- Voice cloning untuk meniru suara seseorang.
- Deepfake untuk membuat video yang seolah-olah menampilkan eksekutif perusahaan.
- Kombinasi berbagai metode untuk membuat korban semakin sulit membedakan komunikasi asli dan palsu.
Baca Juga: Vishing Jadi Senjata Baru Hacker, Ini Modusnya
Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?
Karena AI membuat BEC semakin sulit dikenali, perusahaan perlu menerapkan prosedur keamanan yang tidak hanya mengandalkan kemampuan karyawan dalam mengenali email palsu. FBI merekomendasikan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko serangan tersebut, di antaranya:
- Lakukan verifikasi independen sebelum melakukan transfer dana.
- Gunakan callback verification melalui nomor telepon yang telah diketahui aman.
- Terapkan dual authorization untuk pembayaran dalam jumlah besar.
- Latih karyawan agar memahami risiko deepfake dan voice cloning.
- Gunakan kode khusus untuk memverifikasi permintaan pembayaran dari eksekutif.
Perlindungan dapat dilakukan dengan menambahkan beberapa lapisan verifikasi sebelum perusahaan menjalankan instruksi pembayaran, terutama transaksi bernilai besar.
Jangan Hanya Percaya pada Email, Suara, atau Video
Perkembangan AI membuat komunikasi yang terlihat dan terdengar meyakinkan belum tentu berasal dari orang yang sebenarnya. Karena itu, perusahaan perlu memeriksa kembali setiap permintaan penting melalui prosedur yang telah ditetapkan.
Terutama untuk transaksi keuangan, beberapa bentuk pemeriksaan dapat dilakukan sebelum instruksi dijalankan:
- Periksa identitas pengirim sebelum menjalankan instruksi.
- Jangan hanya mengandalkan alamat email sebagai bukti identitas.
- Jangan menganggap video call sebagai satu-satunya metode verifikasi.
- Gunakan lebih dari satu metode untuk memastikan permintaan benar-benar berasal dari pihak yang berwenang.
Dengan meningkatnya penggunaan AI dalam penipuan, perusahaan perlu memperkuat prosedur verifikasi agar komunikasi palsu tidak berujung pada kerugian finansial maupun kompromi data.




Tinggalkan Balasan