Harga
Login
Berlangganan
penipuan ai kuras rekening

Waspada Penipuan AI yang Bisa Kuras Rekening, Ini Modusnya

·

·

Penipuan digital kini semakin sulit dikenali. Pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat pesan, suara, foto, hingga video yang terlihat meyakinkan. Modus ini perlu diwaspadai karena dapat berujung pada pencurian data hingga kerugian finansial.

Dalam studi The Great Messaging Heist, Kaspersky menemukan bahwa 52% penipuan yang berhasil menguras uang atau data korban terjadi kurang dari 30 menit sejak kontak pertama. Rata-rata kerugian dari satu penipuan yang berhasil mencapai USD 733 atau sekitar Rp11,5 juta.

Baca Juga: ToxicPanda 2.0 Bisa Kuras Rekening, Ini Cara Cegahnya

AI Membuat Penipuan Semakin Meyakinkan

Teknologi AI memungkinkan pelaku membuat komunikasi yang tampak lebih natural dan personal. Bahkan, identitas seseorang dapat ditiru menggunakan suara atau konten visual hasil manipulasi.

Kaspersky mencatat 66% korban meyakini pelaku menggunakan AI dalam penipuan yang mereka alami. Bentuk penggunaannya, antara lain:

  • Pesan yang dibuat atau diperhalus menggunakan AI.
  • Peniruan suara seseorang dengan teknologi AI.
  • Manipulasi foto atau video menggunakan deepfake.
  • Pembuatan komunikasi yang terasa lebih meyakinkan bagi korban.

Kondisi ini membuat pengguna tidak bisa hanya mengandalkan tampilan atau gaya bahasa untuk menentukan apakah sebuah pesan benar-benar berasal dari pihak yang dikenal.

Kenali Modus Penipuan AI yang Sering Digunakan

Pelaku biasanya memanfaatkan rasa percaya atau kepanikan korban. Mereka dapat menyamar sebagai teman, keluarga, pihak bank, perusahaan, maupun institusi tertentu sebelum meminta korban melakukan tindakan tertentu.

Beberapa modus yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Peniruan suara: pelaku menggunakan suara hasil AI untuk menyamar sebagai orang yang dikenal dan meminta uang.
  • Pesan palsu: pelaku mengirim pesan seolah-olah berasal dari pihak resmi dan mengarahkan korban ke tautan tertentu.
  • Deepfake: foto atau video yang telah dimanipulasi digunakan untuk membuat identitas palsu terlihat nyata.
  • Situasi darurat: korban didesak segera mentransfer uang karena diklaim sedang menghadapi masalah.
  • Tautan atau file berbahaya: korban diarahkan mengunduh file atau membuka tautan yang dapat menjadi pintu masuk malware.

Karena prosesnya dapat berlangsung dalam hitungan menit, korban berisiko bertindak sebelum sempat memeriksa kebenaran informasi.

Baca Juga: Apakah Rekening Bank dan E-Wallet Aman di Era Post-Quantum?

Trojan Perbankan Juga Mengincar Pengguna Ponsel

Selain penipuan melalui pesan, keamanan rekening juga terancam oleh malware yang menyasar perangkat seluler. Salah satunya adalah Trojan perbankan yang dirancang untuk mengincar aktivitas dan informasi keuangan pengguna.

Kaspersky mendeteksi 162.275 paket instalasi Trojan perbankan baru sepanjang kuartal pertama 2026. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan total temuan sepanjang 2024 dan setara dengan sekitar dua pertiga dari keseluruhan temuan pada 2025.

Pada periode yang sama, Trojan perbankan menyumbang 52,96% dari seluruh aplikasi seluler berbahaya yang terdeteksi, naik dari sekitar 31% pada tahun sebelumnya.

Cara Melindungi Rekening dari Penipuan

Menghadapi modus yang semakin canggih, kewaspadaan pengguna tetap menjadi perlindungan penting. Jangan langsung mengikuti instruksi hanya karena pesan terlihat resmi atau suara yang terdengar familier.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau informasi rekening kepada siapa pun.
  • Jangan sembarangan mengeklik tautan atau mengunduh file dari pesan.
  • Verifikasi permintaan uang melalui kanal komunikasi lain yang terpercaya.
  • Unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi.
  • Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala.
  • Hubungi bank atau institusi terkait melalui kontak resmi jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Pada akhirnya, konten yang terlihat nyata belum tentu berasal dari orang atau institusi yang sebenarnya. Selalu luangkan waktu untuk memeriksa dan melakukan verifikasi, terutama ketika sebuah pesan meminta uang atau informasi pribadi.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca