Harga
Login
Berlangganan
lowongan kerja malware

Waspada, Lowongan Kerja di LinkedIn Bisa Bawa Malware!

·

·

Mencari pekerjaan lewat LinkedIn kini menjadi bagian dari keseharian banyak pencari kerja. Namun, proses rekrutmen online juga dapat dimanfaatkan penjahat siber untuk menyebarkan malware melalui tawaran pekerjaan yang terlihat meyakinkan.

Kelompok peretas yang dikaitkan dengan Iran, Mirage Kitten, diketahui menyasar software engineer melalui recruiter palsu di LinkedIn dan platform pencari kerja. Korban kemudian diarahkan mengerjakan technical assessment yang ternyata telah disisipi malware.

Modus ini memanfaatkan kebiasaan developer saat mengikuti tes coding, seperti mengunduh source code, memasang dependency, dan menjalankan aplikasi secara lokal.

Beberapa ciri kampanye tersebut adalah:

  • Menggunakan persona recruiter yang terlihat profesional.
  • Menawarkan posisi software engineer.
  • Mengirim coding assessment sebagai bagian dari seleksi.
  • Memberikan tenggat waktu singkat untuk menciptakan rasa terburu-buru.
  • Menyisipkan komponen berbahaya ke dalam project.
Baca Juga: Modus Penipuan Lowongan Kerja dengan Dokumen Digital Palsu

Lowongan Kerja Palsu Jadi Pintu Masuk Malware

Serangan dimulai ketika korban menerima tawaran pekerjaan dan diminta mengerjakan technical challenge. Salah satu file yang ditemukan bernama Front-Technical-Challenge.zip dan berisi project web menggunakan Express, React, serta Vite.

Project tersebut terlihat normal, bahkan dilengkapi README berisi instruksi pengerjaan. Namun, di dalamnya terdapat dependency berbahaya yang dapat menjalankan malware ketika aplikasi dieksekusi.

Tanda yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Recruiter atau perusahaan sulit diverifikasi.
  • Kandidat diminta mengunduh file dari sumber tidak dikenal.
  • Tes memiliki batas waktu yang tidak wajar.
  • Kandidat diminta menjalankan project langsung di perangkat utama.
  • Instruksi membuat korban terburu-buru dan mengurangi kesempatan melakukan pemeriksaan.

NodeRabbit Disisipkan ke Coding Assessment

Malware yang digunakan dalam salah satu serangan adalah NodeRabbit, remote access trojan berbasis Node.js. Malware ini dapat berjalan diam-diam di perangkat setelah project dijalankan.

NodeRabbit memungkinkan penyerang memperoleh kemampuan untuk:

  • Mengumpulkan informasi perangkat.
  • Memeriksa proses dan jaringan.
  • Membaca serta menulis file.
  • Menjalankan perintah shell dari jarak jauh.
  • Membuat direktori.
  • Menjalankan JavaScript dari penyerang.

Varian yang lebih baru bahkan dapat menyamar sebagai extension Visual Studio Code bernama “GitHub Copilot Helper”. Malware juga dapat memanfaatkan Git hooks agar aktif kembali saat pengguna menjalankan operasi Git tertentu.

Baca Juga: Modus Baru, Waspada Tawaran Cuan dari Platform Tak Jelas!

PollCat Menyamar di Balik Tes Coding

Selain NodeRabbit, pelaku menggunakan PollCat, RAT berbasis JavaScript yang ditemukan dalam coding challenge berbasis React. Project tersebut menggunakan sistem OTP agar terlihat seperti assessment eksklusif dan terbatas.

Namun, malware sudah aktif sejak aplikasi diinisialisasi, sebelum korban memasukkan OTP. Dengan demikian, gagal melewati autentikasi tidak otomatis menghentikan malware.

PollCat dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti:

  • Transfer file.
  • Menelusuri direktori dan drive.
  • Mengendalikan proses.
  • Menjalankan perintah shell.
  • Mengeksekusi JavaScript.
  • Membuat proses tersembunyi.
  • Mengeksekusi DLL pada Windows.

Cara Lebih Aman Mengikuti Lowongan Online

Kasus ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen yang terlihat profesional belum tentu sepenuhnya aman. Pencari kerja perlu memeriksa sumber informasi dan file sebelum menjalankannya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Verifikasi recruiter dan perusahaan melalui profil resmi serta website perusahaan.
  • Cek lowongan di kanal resmi untuk memastikan posisi tersebut benar-benar tersedia.
  • Jangan terburu-buru hanya karena assessment memiliki tenggat singkat.
  • Periksa file dan dependency sebelum menjalankan coding assessment.
  • Gunakan environment terisolasi untuk project yang berasal dari pihak eksternal.
  • Hindari extension atau software asing yang tidak jelas sumbernya.
  • Pastikan perangkat memiliki proteksi keamanan yang aktif dan terbaru.

Kasus Mirage Kitten menjadi pengingat bahwa ancaman siber dapat masuk melalui aktivitas yang terlihat biasa, termasuk melamar pekerjaan. Karena itu, pencari kerja perlu tetap waspada sebelum mengunduh dan menjalankan file apa pun yang diberikan selama proses rekrutmen.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca