Google Maps menjadi salah satu layanan yang sering digunakan untuk mencari informasi bisnis. Selain lokasi dan jam operasional, pengguna juga dapat menemukan nomor telepon perusahaan melalui profil bisnis yang muncul di Google Maps.
Namun, kemudahan ini mulai dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penipu diduga menggunakan gambar yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) untuk memasukkan nomor telepon palsu ke dalam daftar bisnis yang sebenarnya sah.
Modus tersebut memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap informasi yang muncul di platform populer. Akibatnya, pengguna dapat mengira sedang menghubungi perusahaan resmi, padahal nomor tersebut terhubung dengan penipu.
Baca Juga: PBB Dukung Peta Dunia Akurat, Google Maps Bakal Berubah?
Modus Penipuan Memanfaatkan Kontak Bisnis
Nomor telepon menjadi salah satu informasi penting ketika seseorang ingin menghubungi perusahaan. Karena itu, pengguna cenderung langsung menggunakan nomor yang tersedia di Google Maps.
Dalam modus yang dilaporkan, penipu diduga mencoba mengarahkan pengguna ke nomor yang bukan milik bisnis sebenarnya. Mereka dapat mengandalkan konten berbasis AI agar informasi palsu terlihat lebih meyakinkan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Nomor telepon pada profil bisnis dapat menjadi sasaran penyalahgunaan.
- Gambar berbasis AI dapat digunakan untuk membuat informasi palsu terlihat lebih meyakinkan.
- Pengguna berpotensi berbicara dengan pihak yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan.
- Percakapan dapat berlanjut menjadi permintaan data pribadi atau transaksi.
Mengapa Kontak Palsu Perlu Diwaspadai?
Risiko dari modus ini bukan hanya salah menghubungi nomor telepon. Penipu dapat mengaku sebagai customer service atau pihak perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan korban.
Setelah komunikasi terjalin, korban bisa diarahkan untuk memberikan informasi tertentu atau mengikuti instruksi yang berisiko. Karena itu, pengguna perlu melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi kontak yang ditemukan secara online dengan langkah-langkah berikut:
- Bandingkan nomor dengan yang tercantum di situs web resmi perusahaan.
- Periksa akun media sosial resmi perusahaan.
- Jangan memberikan OTP, PIN, password, atau data sensitif.
- Waspadai permintaan transfer atau pembayaran melalui nomor yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Pemilik iPhone Jadi Sasaran Penipuan AI, Kenali Modusnya
AI Membuat Penipuan Digital Semakin Meyakinkan
Penggunaan AI dalam modus penipuan menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu terlihat lebih meyakinkan. AI generatif dapat menghasilkan gambar dan teks yang kemudian digunakan untuk mendukung informasi yang menyesatkan.
Kondisi ini membuat pengguna perlu lebih kritis dan tidak hanya mengandalkan tampilan informasi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Verifikasi sumber: cari informasi melalui situs resmi perusahaan.
- Bandingkan informasi: cocokkan alamat, nomor telepon, dan akun resmi.
- Perhatikan permintaan mencurigakan: terutama yang berkaitan dengan uang atau data pribadi.
- Jangan mudah percaya pada visual: gambar profesional belum tentu berasal dari perusahaan yang bersangkutan.
Cara Memastikan Kontak Perusahaan Resmi
Google Maps tetap dapat digunakan sebagai titik awal pencarian informasi bisnis. Namun, pengguna sebaiknya melakukan pengecekan silang melalui kanal resmi lainnya.
Setelah menemukan nomor telepon, cari informasi kontak melalui situs web resmi perusahaan dan bandingkan dengan nomor yang tersedia di Google Maps. Berikut beberapa hal lain yang bisa dilakukan:
- Pastikan situs yang digunakan merupakan situs resmi perusahaan.
- Cocokkan nomor telepon pada beberapa kanal resmi.
- Periksa akun media sosial resmi jika tersedia.
- Jangan memberikan data sensitif sebelum identitas pihak yang dihubungi dipastikan.
Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan digital juga bergantung pada kebiasaan pengguna dalam memverifikasi informasi. Perkembangan AI membuat konten palsu semakin mudah dibuat, sehingga pengguna perlu lebih berhati-hati sebelum mempercayai informasi atau melakukan tindakan berdasarkan konten yang ditemukan secara online.




Tinggalkan Balasan