Pemilik iPhone perlu mewaspadai modus penipuan baru yang memanfaatkan artificial intelligence (AI). Penipu menyamar sebagai Apple Support untuk menghubungi pemilik iPhone yang hilang atau dicuri dan mencuri informasi penting seperti passcode, Apple ID, hingga kode autentikasi dua faktor (2FA).
Modus tersebut menggunakan platform phishing-as-a-service (PhaaS) bernama AnonyMousKIT. Penipu dapat menghubungi korban melalui berbagai saluran dan membuat komunikasi seolah-olah berkaitan dengan perangkat mereka.
Beberapa saluran yang digunakan, antara lain:
- Email, SMS, WhatsApp, dan panggilan telepon.
- Agen suara berbasis AI yang menyamar sebagai Apple Support.
- Tautan menuju halaman Apple palsu.
Bagaimana Modus Ini Bekerja?
Penipuan biasanya dimulai dengan pesan yang menyebut perangkat korban telah ditemukan. Pesan tersebut dapat mencantumkan model perangkat dan informasi lokasi agar terlihat meyakinkan. Korban kemudian diarahkan ke halaman yang menyerupai situs Apple.
Setelah korban masuk ke halaman tersebut, pelaku berusaha mengambil informasi secara bertahap. Polanya, antara lain:
- Meminta korban mengonfirmasi kepemilikan iPhone.
- Meminta passcode empat atau enam digit.
- Mengincar Apple ID dan kode 2FA.
Baca Juga: Apple Batal Ubah Hide My Email, Pengguna Tetap Aman?
AI Menyamar sebagai Apple Support
SOCRadar menemukan 200 catatan panggilan dan 55 transkrip dari agen suara AI yang menggunakan identitas “Alice from Apple Support”. Panggilan berlangsung antara Agustus 2025 hingga Mei 2026, dengan 179 panggilan ditujukan ke nomor di Brasil.
Dalam salah satu percakapan, agen AI meminta passcode korban dan membacakan kembali angka tersebut untuk memastikan kebenarannya. Penipu kemudian mengaitkannya dengan proses penghapusan Activation Lock.
Dari 200 panggilan yang dianalisis, hasilnya adalah:
- 100 korban menutup telepon.
- 48 panggilan berakhir tanpa respons.
- 24 panggilan tidak dijawab.
- 28 panggilan mengalami error atau sinyal sibuk.
Kenapa Pemilik iPhone Jadi Sasaran?
Activation Lock menghubungkan iPhone dengan Apple ID pemilik sehingga perangkat yang dicuri sulit digunakan kembali. Karena bypass teknis memiliki keterbatasan, pelaku memanfaatkan social engineering untuk mendapatkan akses dari korban.
SOCRadar mencatat 5.649 dari 6.092 perangkat yang ditargetkan menggunakan chip A12 atau lebih baru. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mengelabui pemilik perangkat untuk memperoleh informasi autentikasi.
Baca Juga: iOS 27 Punya Fitur Pendeteksi Penipuan, Ini Cara Kerjanya
Kenali Ciri-Ciri Pesan Palsu
Pesan penipuan dibuat menyerupai komunikasi resmi Apple. Dalam 691 pesan yang dianalisis, judul “Your device has been found” menjadi yang paling banyak digunakan. Pesan juga sering menyertakan informasi lokasi untuk membuatnya terasa lebih personal.
Beberapa cirinya adalah:
- Menggunakan nama Apple, Find My, atau Apple Support.
- Mengklaim perangkat telah ditemukan.
- Menyertakan lokasi perangkat.
- Mengarahkan pengguna ke tautan tertentu.
Jangan Berikan Passcode dan Kode 2FA
Apple menegaskan bahwa perusahaan tidak akan meminta password, passcode perangkat, atau kode 2FA kepada pengguna. Karena itu, jangan memberikan informasi tersebut meskipun penelepon terdengar seperti petugas resmi.
Langkah yang perlu dilakukan pengguna adalah:
- Jangan memberikan passcode, password Apple ID, atau kode 2FA.
- Jangan memasukkan data melalui tautan mencurigakan.
- Jangan menyetujui permintaan 2FA yang tidak Anda lakukan.
- Periksa informasi melalui kanal resmi Apple.
Pesan atau email yang dicurigai sebagai phishing dapat diteruskan ke reportphishing@apple.com.




Tinggalkan Balasan