Microsoft merilis pembaruan keamanan (Patch Tuesday) terbesar dalam sejarahnya pada Juli 2026 dengan memperbaiki 570 celah keamanan (vulnerability). Namun, yang menjadi perhatian utama bukanlah jumlah celah yang ditambal, melainkan adanya dua kerentanan zero-day yang sudah aktif dieksploitasi oleh pelaku siber.
Kedua celah keamanan tersebut adalah CVE-2026-56155 yang memengaruhi Active Directory Federation Services (AD FS) dan CVE-2026-56164 yang ditemukan pada Microsoft SharePoint Server. Microsoft pun mengimbau organisasi yang menggunakan kedua layanan tersebut untuk segera memasang pembaruan keamanan.
Apa Itu Zero-Day dan Mengapa Berbahaya?
Zero-day merupakan celah keamanan pada perangkat lunak yang sudah diketahui dan dimanfaatkan oleh penyerang sebelum seluruh pengguna sempat memasang pembaruan keamanan.
Beberapa alasan mengapa zero-day menjadi ancaman serius, antara lain:
- Penyerang dapat mengeksploitasi sistem tanpa terdeteksi.
- Risiko kebocoran data dan pengambilalihan sistem menjadi lebih tinggi.
- Organisasi memiliki waktu yang sangat terbatas untuk melakukan mitigasi.
- Serangan sering kali menjadi pintu masuk bagi ransomware maupun pencurian kredensial.
Karena sudah terbukti dieksploitasi di dunia nyata (in the wild), kedua kerentanan ini memerlukan penanganan dengan prioritas tinggi.
Baca Juga: Pengguna Mac Perlu Waspada, Malware Ini Bisa Curi Password!
Daftar Zero-Day yang Dikonfirmasi Microsoft
Microsoft mengidentifikasi dua kerentanan yang telah dimanfaatkan dalam serangan siber, yakni sebagai berikut:
1. CVE-2026-56155 pada Active Directory Federation Services (AD FS)
Kerentanan ini merupakan Elevation of Privilege (EoP) yang memungkinkan penyerang memperoleh hak akses administrator. Dampaknya meliputi:
- Mendapatkan kontrol penuh atas sistem yang terdampak.
- Mengakses sumber daya perusahaan tanpa izin.
- Mencuri kredensial pengguna.
- Menyebarkan ransomware.
- Memperluas serangan ke infrastruktur organisasi lainnya.
Karena AD FS berperan sebagai sistem autentikasi dan identitas, kompromi pada layanan ini dapat berdampak besar terhadap keamanan perusahaan.
2. CVE-2026-56164 pada Microsoft SharePoint Server
Kerentanan kedua ditemukan pada Microsoft SharePoint Server dan juga termasuk kategori Elevation of Privilege. Beberapa karakteristiknya adalah:
- Dapat dieksploitasi melalui jaringan.
- Tidak memerlukan hak akses awal pada sistem.
- Tingkat kompleksitas serangan relatif rendah.
- Penyerang dapat memperoleh hak akses yang lebih tinggi secara berulang.
Hal ini membuat SharePoint Server menjadi target yang menarik bagi pelaku serangan apabila belum diperbarui.
Baca Juga: AI Belum Bisa Gantikan Manusia Sepenuhnya, Ini Buktinya!
Mengapa Pengguna Perlu Segera Memasang Patch?
Pakar keamanan siber menilai kedua kerentanan tersebut harus menjadi prioritas utama dibandingkan kerentanan lain yang mungkin memiliki skor CVSS lebih tinggi. Beberapa alasannya meliputi:
- Kedua celah sudah terbukti digunakan dalam serangan nyata.
- Eksploitasi yang sedang berlangsung memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan kerentanan yang masih bersifat teoritis.
- Penundaan pembaruan dapat memberi peluang bagi penyerang untuk memperoleh akses lebih luas ke sistem organisasi.
Dengan kata lain, status “actively exploited” menjadi indikator penting bahwa proses pembaruan tidak sebaiknya ditunda.
Langkah Mitigasi yang Disarankan
Bagi organisasi yang menggunakan Active Directory Federation Services maupun Microsoft SharePoint Server, beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
- Segera memasang pembaruan keamanan terbaru dari Microsoft.
- Memprioritaskan patch untuk AD FS dan SharePoint Server.
- Meninjau kembali hak akses administrator dan pengguna dengan izin tinggi.
- Melakukan audit terhadap perubahan izin (permission) setelah proses patching.
- Memantau aktivitas mencurigakan yang mungkin menunjukkan adanya eskalasi hak akses.
- Memastikan seluruh jalur autentikasi organisasi telah diamankan, bukan hanya server yang diperbarui.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko apabila sistem sempat menjadi sasaran eksploitasi sebelum pembaruan diterapkan.




Tinggalkan Balasan