Ekosistem open source global kembali menjadi target serangan siber. Kali ini, hacker berhasil menyusupi ratusan paket software populer yang digunakan developer di berbagai aplikasi dan layanan digital.
Serangan ini dinilai berbahaya karena targetnya bukan hanya sistem software, tetapi juga password dan kredensial penting milik pengguna.
Hacker Sebarkan Ratusan Update Berbahaya
Perusahaan keamanan siber StepSecurity dan SafeDep mengungkap bahwa serangan ini merupakan bagian dari aksi supply chain attack. Dalam metode ini, hacker menyusupi software pihak ketiga yang banyak dipakai developer dan perusahaan.
Beberapa fakta penting dari serangan tersebut, antara lain:
- Hacker berhasil mengambil alih akun salah satu developer open source
- Pelaku menyebarkan pembaruan berbahaya ke ratusan paket software
- SafeDep mencatat ada lebih dari 630 versi berbahaya yang dirilis
- Total terdapat 317 paket open source yang terdampak
- Proses penyebaran malware dilakukan hanya dalam waktu sekitar 20 menit
Baca Juga: Password Microsoft Edge Tak Lagi Disimpan saat Startup
Password dan Kredensial Jadi Target Utama
Kode berbahaya yang disisipkan ke dalam paket open source dirancang untuk mencuri berbagai data penting pengguna.
Target utama serangan ini meliputi:
- Password akun digital
- Kredensial login developer
- Data dari password manager
- Informasi akses layanan cloud
- Token dan data autentikasi sistem internal
Data yang berhasil dicuri nantinya dapat dimanfaatkan untuk:
- Mengambil alih akun pengguna
- Mengakses sistem perusahaan
- Menyebarkan malware ke target lain
- Melakukan pencurian data lanjutan
Library Populer Ikut Terdampak
Salah satu proyek yang terdampak adalah Antv, library visualisasi data buatan Alibaba yang cukup populer di kalangan developer. Selain itu, laporan dari JFrog menyebut beberapa update berbahaya juga dipublikasikan melalui platform GitHub.
Beberapa poin penting terkait dampak serangan ini, yaitu:
- Paket open source populer menjadi sasaran utama hacker
- Developer bisa tanpa sadar mengunduh update berbahaya
- Malware dapat menyebar melalui proses update dependency
- Risiko serangan meningkat karena banyak aplikasi menggunakan library yang sama
Peneliti keamanan menamai kampanye serangan ini sebagai “Mini Shai-Hulud” karena masih berkaitan dengan aksi peretasan open source sebelumnya.
Baca Juga: Chat AI Kini Bisa Terhapus Otomatis di iOS 27
OpenAI Sempat Ikut Terdampak
Gelombang serangan sebelumnya juga diketahui menyasar library open source TanStack. Insiden tersebut berdampak pada sejumlah perusahaan teknologi, termasuk OpenAI.
Beberapa hal yang terungkap dari insiden sebelumnya, antara lain:
- Hacker berhasil menyusupi library TanStack
- Komputer milik dua karyawan OpenAI dilaporkan terdampak
- OpenAI bukan satu-satunya korban dalam serangan tersebut
- Serangan menunjukkan bahwa perusahaan besar pun tetap berisiko terdampak supply chain attack
Developer Diminta Lebih Waspada
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan software open source tetap memiliki risiko keamanan yang perlu diperhatikan. Ketika satu paket populer berhasil diretas, dampaknya bisa menyebar cepat ke banyak developer dan perusahaan lain.
Beberapa langkah yang disarankan untuk mengurangi risiko, antara lain:
- Rutin memeriksa pembaruan dependency
- Menggunakan verifikasi paket dan signature
- Membatasi akses kredensial penting
- Memantau aktivitas mencurigakan pada sistem development
- Menghindari penggunaan update dari sumber yang belum terverifikasi
- Mengaktifkan autentikasi tambahan pada akun developer
Developer dan perusahaan juga disarankan lebih berhati-hati sebelum menginstal atau memperbarui paket open source agar terhindar dari malware dan pencurian data.




Tinggalkan Balasan