Pengguna iPhone perlu mewaspadai malware yang dapat mencuri berbagai informasi sensitif dari perangkat. Peneliti keamanan siber menemukan kampanye yang memanfaatkan paket perangkat lunak berbahaya untuk menyisipkan kode ke situs tertentu. Ketika situs tersebut diakses melalui iPhone yang belum diperbarui, kode dapat menjalankan eksploitasi dan memasang spyware.
Ancaman ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas browsing. Spyware yang digunakan dapat mengambil password Wi-Fi, pesan, kontak, foto, hingga informasi akun. Malware tersebut juga telah dikembangkan untuk mencari informasi terkait dompet cryptocurrency.
Malware Menyerang lewat Situs yang Terinfeksi
Serangan bermula dari 13 paket Composer berbahaya di Packagist yang menyamar sebagai tema untuk platform seperti OphimCMS dan KKPhim. Setelah dipasang, paket tersebut menyisipkan JavaScript ke halaman situs yang dapat dijalankan ketika pengunjung mengaksesnya.
Pada perangkat seluler, kode tersebut dapat mengarahkan pengguna ke situs perjudian dan menjalankan aktivitas ad-fraud. Sementara pada iPhone yang masih memiliki kerentanan tertentu, kode dapat melanjutkan proses eksploitasi.
Beberapa aktivitas malware tersebut meliputi:
- Menyisipkan JavaScript ke halaman situs.
- Mengarahkan pengguna ke situs perjudian dan konten berbahaya.
- Mendeteksi versi iOS yang digunakan.
- Mengeksploitasi kerentanan WebKit pada versi iOS tertentu.
- Memasang spyware setelah eksploitasi berhasil.
Dengan mekanisme ini, pengguna tidak harus mengunduh aplikasi berbahaya secara langsung. Mengakses situs yang telah disusupi melalui perangkat yang rentan dapat menjadi titik awal serangan.
Baca Juga: iPhone Jadi Target Spyware, Ini Peringatan Apple
Data Sensitif di iPhone Bisa Dicuri
Setelah mendapatkan akses lebih jauh, spyware dapat mengumpulkan berbagai informasi yang tersimpan di perangkat dan mengirimkannya ke server yang dikendalikan pelaku.
Data yang menjadi sasaran, antara lain:
- Database Keychain.
- Password Wi-Fi.
- Pesan SMS.
- Kontak dan foto.
- Cookie browser.
- Riwayat panggilan dan lokasi.
- Database akun.
Pencurian data tersebut dapat menimbulkan risiko lanjutan, terutama apabila kredensial yang diperoleh digunakan untuk mengakses layanan atau akun lainnya.
Dompet Kripto Juga Menjadi Target
Sekitar Agustus 2026, peneliti menemukan payload baru yang memiliki kemampuan mencuri seed dan mnemonic phrase dari sejumlah dompet cryptocurrency. Informasi ini sangat sensitif karena dapat digunakan untuk memulihkan atau mengakses dompet digital.
Malware tersebut diketahui mencari informasi dari beberapa layanan, seperti:
- Bitget.
- BitKeep.
- Bitpie.
- Phantom.
- Tonkeeper.
- Trust Wallet.
- OKX.
Artinya, dampak serangan tidak berhenti pada pencurian data pribadi, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian finansial bagi pengguna aset digital.
Baca Juga: Terima Peringatan Spyware di iPhone? Segera Lakukan Ini!
iPhone yang Belum Diperbarui Lebih Berisiko
Kampanye ini terutama menargetkan perangkat dengan iOS 18.4 hingga 18.6.x. Serangan memanfaatkan dua kerentanan WebKit, yaitu CVE-2025-31277 dan CVE-2025-43529, yang telah diperbaiki Apple melalui pembaruan iOS.
Karena itu, memperbarui sistem operasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko. Pengguna sebaiknya tidak menunda pemasangan pembaruan keamanan yang tersedia.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Periksa versi iOS secara berkala.
- Instal pembaruan sistem dan keamanan.
- Hindari situs yang menunjukkan perilaku mencurigakan.
- Pantau aktivitas akun penting, termasuk dompet kripto.
- Segera periksa perangkat jika muncul aktivitas yang tidak biasa.
Pengelola Situs Juga Perlu Waspada
Pengguna bukan satu-satunya pihak yang terdampak. Pengelola situs juga dapat menjadi korban karena paket berbahaya tersebut menyamar sebagai tema yang tampak normal.
Ketika komponen tersebut terpasang, situs dapat digunakan untuk menyebarkan kode berbahaya kepada pengunjung. Karena itu, pengelola website perlu memeriksa komponen pihak ketiga yang digunakan.
Hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Paket dan tema yang pernah dipasang.
- Script JavaScript dan jQuery yang digunakan.
- Perubahan file yang tidak dikenal.
- Kredensial yang mungkin telah terekspos.
- Indikator kompromi pada server dan aplikasi.
Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan perangkat dan website saling berkaitan. Pengguna perlu menjaga sistem tetap diperbarui, sementara pengelola situs harus memastikan setiap komponen yang digunakan berasal dari sumber terpercaya dan diperiksa secara berkala.




Tinggalkan Balasan