Aplikasi pesan instan dapat dimanfaatkan pelaku serangan siber sebagai sarana untuk menyebarkan malware. Salah satunya adalah HEAVYGRAM, malware yang menggunakan Telegram sebagai saluran komunikasi untuk menerima perintah dan mengirimkan data dari perangkat yang telah terinfeksi.
Menurut laporan perusahaan keamanan siber Group-IB, HEAVYGRAM dapat mengambil berbagai informasi dari perangkat, termasuk data browser, file, tangkapan layar, serta data Telegram dan WhatsApp. Malware ini juga memiliki kemampuan mencuri password yang tersimpan di perangkat.
HEAVYGRAM dikaitkan dengan persona peretas bernama Handala Hack, yang dikaitkan dengan aktor ancaman yang memiliki hubungan dengan Iran. Bagi pengguna, ancaman yang perlu diperhatikan adalah cara malware ini masuk ke perangkat dan data yang dapat diakses.
Baca Juga: Telegram Desktop Punya Celah, Data Chat Bisa Bocor
Apa Itu HEAVYGRAM?
HEAVYGRAM merupakan malware yang memberikan kemampuan akses jarak jauh kepada operator terhadap perangkat korban. Malware ini pertama kali terdeteksi pada September 2023.
Salah satu karakteristiknya adalah penggunaan Telegram sebagai command and control (C2). Melalui saluran tersebut, operator dapat mengirimkan perintah kepada malware yang berjalan di perangkat korban.
Beberapa kemampuan HEAVYGRAM meliputi:
- Mengambil informasi sistem dan jaringan.
- Melihat program yang sedang berjalan.
- Mengambil tangkapan layar.
- Mengakses data browser.
- Mengambil atau mengirimkan file.
- Mengakses data Telegram dan WhatsApp.
- Mencuri password yang tersimpan.
- Mengaktifkan mikrofon.
- Mengunduh malware tambahan.
Bagaimana HEAVYGRAM Menyebar?
HEAVYGRAM bisa disebarkan melalui social engineering, yaitu teknik yang memanfaatkan kepercayaan atau kelengahan korban. Pelaku dapat menghubungi target melalui Telegram, WhatsApp, atau Instagram dengan menyamar sebagai kontak tepercaya atau menawarkan bantuan teknis.
Korban kemudian diarahkan untuk membuka file atau memasang aplikasi tertentu. Malware dapat disamarkan sebagai aplikasi yang terlihat sah, sehingga korban tidak menyadari adanya ancaman.
Beberapa aplikasi yang digunakan sebagai kedok, antara lain:
- Pictory.
- KeePass.
- Telegram.
- Aplikasi lain yang menyerupai software populer.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya memperhatikan nama aplikasi, tetapi juga memastikan sumber dan konteks file sebelum membukanya.
Baca Juga: HP Android Bisa Disadap lewat Malware, Ini Cara Hindarinya
Data Apa yang Diincar?
HEAVYGRAM dapat mengakses berbagai informasi pada perangkat yang terinfeksi. Password yang tersimpan di browser menjadi salah satu data yang berisiko dicuri.
Selain kredensial, malware juga dapat mengambil file dan informasi lain yang berkaitan dengan aktivitas pengguna.
Data yang dapat menjadi sasaran meliputi:
- Password tersimpan.
- Data browser.
- File pribadi dan pekerjaan.
- Tangkapan layar.
- Data Telegram dan WhatsApp.
- Informasi sistem dan jaringan.
Bagi pengguna yang menyimpan dokumen pekerjaan atau informasi perusahaan di komputer, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebocoran data.
Cara Mencegah Malware HEAVYGRAM
Kasus HEAVYGRAM menunjukkan pentingnya kewaspadaan saat menerima file atau aplikasi melalui platform komunikasi. Pengguna perlu memastikan bahwa aplikasi dan file berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Unduh aplikasi dari sumber resmi.
- Jangan sembarangan membuka file instalasi dari chat.
- Verifikasi pengirim jika pesan terasa tidak biasa.
- Jangan mengikuti instruksi teknis dari pihak yang tidak dapat diverifikasi.
- Jangan menonaktifkan antivirus tanpa alasan jelas.
- Gunakan password unik dan autentikasi multifaktor.
- Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala.
- Cadangkan data penting secara rutin.
HEAVYGRAM menunjukkan bahwa ancaman siber dapat memanfaatkan platform yang familiar untuk mengincar data pengguna. Karena itu, kehati-hatian perlu diterapkan tidak hanya saat membuka tautan, tetapi juga ketika menerima file, aplikasi, atau instruksi melalui aplikasi pesan.




Tinggalkan Balasan