Developer Perlu Waspada, Paket “Gemini” Palsu di npm Curi Token dan Data Sensitif
Ancaman terhadap developer kembali meningkat, terutama di tengah pesatnya penggunaan tools berbasis AI. Terbaru, ditemukan paket npm palsu yang menyamar sebagai utilitas terkait Google Gemini, namun diam-diam digunakan untuk mencuri token, kredensial, hingga data sensitif dari lingkungan kerja developer.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa serangan siber kini tidak hanya menyasar sistem, tetapi juga ekosistem pengembangan sehari-hari, termasuk dependency yang terlihat sederhana.
Paket Palsu yang Tampak Meyakinkan
Sebagaimana dilaporkan oleh Cyber Security News, pada 20 Maret 2026, sebuah paket bernama gemini-ai-checker dipublikasikan di npm oleh akun gemini-check. Paket ini diklaim sebagai alat untuk memverifikasi token Google Gemini AI.
Secara tampilan, paket ini terlihat kredibel:
- Struktur proyek rapi dan lengkap
- Memiliki README dan dokumentasi pendukung
- Disertai file SECURITY untuk meningkatkan kepercayaan
Namun, di balik tampilannya, paket ini ternyata mengandung malware.
Salah satu indikasi yang terlewat adalah isi README yang ternyata menjiplak library lain yang tidak relevan. Ketidaksesuaian ini menjadi red flag yang sayangnya tidak disadari banyak pengguna.
Cara Kerja: Senyap dan Sulit Dideteksi
Setelah diinstal, paket akan secara otomatis terhubung ke server berbasis Vercel untuk mengambil payload berbahaya.
Berbeda dari malware konvensional, payload ini:
- Dieksekusi langsung di memori tanpa disimpan ke disk
- Menggunakan teknik obfuscation untuk menyembunyikan konfigurasi server
- Memecah URL dan token menjadi beberapa bagian agar lolos dari deteksi
Eksekusi dilakukan menggunakan Function.constructor, metode yang lebih jarang terdeteksi dibandingkan eval.
Pendekatan ini membuat aktivitas berbahaya sulit dikenali oleh sistem keamanan tradisional.
Menargetkan Tools AI Developer Secara Spesifik
Serangan ini tidak bersifat umum. Malware secara eksplisit dirancang untuk menargetkan lingkungan kerja developer AI.
Beberapa direktori yang menjadi sasaran antara lain:
- Cursor
- Claude
- Windsurf
- PearAI
- Gemini CLI
- Eigent AI
Data yang diincar meliputi:
- API keys dan token autentikasi
- Log percakapan AI
- Source code proyek
- Kredensial browser
- Wallet kripto
Selain itu, malware juga mampu:
- Memindai file sensitif di sistem pengguna
- Mengakses lebih dari 25 jenis crypto wallet
- Memantau clipboard secara berkala
- Membuka akses jarak jauh ke sistem korban
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memahami secara spesifik bagaimana developer bekerja dan di mana data penting disimpan.
Terhubung dengan Kampanye Malware Lebih Besar
Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa malware ini terkait dengan OtterCookie, sebuah backdoor berbasis JavaScript yang sebelumnya dikaitkan dengan kampanye Contagious Interview.
Kampanye ini diduga melibatkan aktor ancaman dari Korea Utara dan telah aktif sejak 2025.
Selain gemini-ai-checker, ditemukan juga paket lain dengan pola serupa:
- express-flowlimit
- chai-extensions-extras
Ketiganya menggunakan infrastruktur yang sama dan telah diunduh ratusan kali, meningkatkan potensi dampak serangan.
Mengapa Developer Perlu Lebih Waspada?
Kasus ini menegaskan bahwa:
- Serangan supply chain semakin canggih
- Paket kecil dapat menjadi pintu masuk ke sistem yang lebih besar
- Tools AI kini menjadi target baru karena menyimpan data bernilai tinggi
Ketergantungan pada open-source package memang mempercepat pengembangan, tetapi juga membuka celah jika tidak diimbangi dengan verifikasi yang ketat.
Langkah Mitigasi yang Perlu Dilakukan
Untuk mengurangi risiko, developer disarankan untuk:
- Memeriksa kredibilitas paket sebelum instalasi
- Mengevaluasi kesesuaian antara nama paket dan isi dokumentasi
- Melakukan audit dependency secara berkala
- Menganggap direktori AI sebagai area sensitif, seperti .ssh atau .aws
- Memantau aktivitas jaringan yang tidak biasa
Selain itu, pelaporan terhadap paket mencurigakan juga penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.




Tinggalkan Balasan