Berita acara serah terima (BAST) merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat proses penyerahan dan penerimaan barang, pekerjaan, aset, atau dokumen dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam kegiatan bisnis, dokumen ini membantu memastikan proses serah terima berlangsung secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyusunan berita acara serah terima perlu memperhatikan kelengkapan informasi, kejelasan objek yang diserahkan, serta persetujuan para pihak. Dokumen yang disusun dengan baik dapat menjadi bukti tertulis apabila di kemudian hari muncul perbedaan pemahaman atau perselisihan.
Apa yang Membuat Berita Acara Serah Terima Memiliki Kekuatan Hukum?
Berita acara serah terima dapat berfungsi sebagai bukti tertulis bahwa proses penyerahan dan penerimaan telah dilakukan. Namun, kekuatan pembuktiannya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan dokumen atau tanda tangan, tetapi juga oleh kejelasan isi, kewenangan pihak yang menandatangani, keaslian dokumen, serta kesesuaiannya dengan perjanjian yang mendasari serah terima.
Untuk mendukung kejelasan dan keandalan dokumen, beberapa unsur berikut perlu diperhatikan:
- Identitas para pihak: Cantumkan nama lengkap, jabatan, dan identitas perusahaan jika relevan.
- Objek serah terima: Jelaskan barang, pekerjaan, aset, atau dokumen yang diserahkan secara spesifik.
- Waktu dan tempat: Cantumkan tanggal dan lokasi pelaksanaan serah terima.
- Kondisi objek: Jelaskan jumlah, kelengkapan, kondisi barang, atau hasil pemeriksaan pekerjaan.
- Pernyataan para pihak: Tuliskan secara jelas apa yang diserahkan dan diterima, termasuk catatan kekurangan jika ada.
- Tanda tangan: Pastikan dokumen ditandatangani oleh pihak yang berwenang sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Hal yang Perlu Diperhatikan agar Berita Acara Serah Terima Lebih Andal
Selain menggunakan format yang terstruktur, perusahaan perlu memastikan bahwa informasi dalam berita acara sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kesalahan penulisan, objek yang tidak dijelaskan secara spesifik, atau tanda tangan dari pihak yang tidak berwenang dapat menimbulkan kendala ketika dokumen digunakan sebagai bukti.
Untuk mengurangi risiko tersebut, perusahaan dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Cocokkan isi dokumen dengan perjanjian terkait. Jika serah terima merupakan bagian dari kontrak pengadaan, perjanjian kerja, atau kontrak proyek, pastikan isi BAST tidak bertentangan dengan ketentuan yang disepakati.
- Lampirkan bukti pendukung jika diperlukan. Bukti dapat berupa daftar inventaris, foto kondisi barang, hasil pemeriksaan, atau dokumen penyelesaian pekerjaan.
- Pastikan pihak yang menandatangani memiliki kewenangan. Periksa jabatan, surat kuasa, atau dasar kewenangan lain jika diperlukan.
- Simpan dokumen secara tertib. Arsipkan BAST beserta lampirannya agar mudah ditemukan ketika dibutuhkan untuk audit, pemeriksaan, atau penyelesaian perselisihan.
- Periksa ketentuan meterai. Kebutuhan meterai bergantung pada jenis dokumen dan ketentuan perpajakan yang berlaku. Meterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan keabsahan atau kekuatan pembuktian dokumen.
Untuk transaksi bernilai besar, memiliki ketentuan kontraktual khusus, atau berpotensi menimbulkan sengketa, penyusunan BAST sebaiknya ditinjau oleh bagian legal atau penasihat hukum.
Baca Juga: Tanda Terima Digital: Pengertian, Fungsi, dan Komponen Wajib
Contoh Format Berita Acara Serah Terima secara Legal
Format berita acara serah terima dapat berbeda sesuai kebutuhan transaksi. Berikut contoh umum untuk serah terima barang antara dua perusahaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi sebenarnya.

Apakah Berita Acara Serah Terima Bisa Ditandatangani secara Elektronik?
Berita acara serah terima tidak selalu harus dibuat dan ditandatangani di atas kertas. Dalam kondisi yang memenuhi persyaratan hukum, dokumen elektronik dan tanda tangan elektronik dapat digunakan untuk mendukung proses serah terima secara digital.
Di Indonesia, penggunaan dokumen dan tanda tangan elektronik mengacu antara lain pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta perubahannya serta peraturan pelaksana yang berlaku. Keabsahan dan kekuatan pembuktiannya perlu dinilai berdasarkan persyaratan hukum yang relevan.
Penggunaan tanda tangan elektronik juga dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik dan mempercepat proses persetujuan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapannya meliputi:
- Verifikasi identitas penanda tangan: Pastikan identitas pihak yang menandatangani dapat diverifikasi.
- Kewenangan penanda tangan: Pastikan pihak tersebut berwenang mewakili individu atau perusahaan terkait.
- Integritas dokumen: Gunakan mekanisme yang dapat membantu mendeteksi perubahan dokumen setelah ditandatangani.
- Penyimpanan bukti: Simpan dokumen elektronik beserta informasi pendukung yang diperlukan untuk pemeriksaan atau pembuktian.
- Pemilihan jenis tanda tangan elektronik: Sesuaikan penggunaan tanda tangan elektronik dengan kebutuhan transaksi dan persyaratan hukum yang berlaku. Tanda tangan elektronik tersertifikasi dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan tertentu.
Virtual Teken (ViTEK) dari Vinotek bisa menjadi solusi tanda tangan digital tersertifikasi Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Komdigi untuk menandatangani dokumen perusahaan maupun personal secara sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk UU ITE dan PP Nomor 71 Tahun 2019.
Dengan fitur yang mendukung kebutuhan administrasi perusahaan, ViTEK membantu mengoptimalkan proses penandatanganan dokumen melalui:
- Multi-step & Hierarki Approval: Mengatur alur persetujuan dokumen sesuai struktur organisasi, mulai dari staf hingga direktur.
- Bulk Signing: Menandatangani banyak dokumen digital sekaligus tanpa perlu membuka file satu per satu.
- Audit Trail & Jejak Digital: Mencatat aktivitas dokumen secara otomatis, termasuk waktu dan informasi aktivitas yang relevan.
- Multi-User & Role Management: Mengelola pengguna serta hak akses sesuai kebutuhan organisasi.
- Integrasi API Fleksibel: Menghubungkan proses penandatanganan digital dengan sistem internal perusahaan melalui integrasi API.
- Instalasi On-Premise: Menyediakan opsi instalasi di lingkungan perusahaan bagi organisasi yang membutuhkan kontrol internal atas data.
- Post Quantum Cryptography (PQC): Mendukung perlindungan dokumen melalui teknologi kriptografi generasi berikutnya.
Jadi, tunggu apa lagi? Gunakan Vinotek sekarang juga dengan menghubungi WhatsApp 0822 4968 6626, email solution@vinotek.id, atau langsung daftar di sini!
Baca Juga: Tanda Terima Digital vs Struk Cetak, Apa Bedanya?
FAQ Seputar Contoh Berita Acara Serah Terima
1. Apa itu berita acara serah terima?
Berita acara serah terima (BAST) adalah dokumen tertulis yang mencatat proses penyerahan dan penerimaan barang, aset, pekerjaan, atau dokumen antara dua pihak.
2. Apa saja isi berita acara serah terima?
BAST umumnya memuat identitas para pihak, nomor dokumen, tanggal dan tempat serah terima, rincian objek, kondisi objek, pernyataan serah terima, serta tanda tangan pihak yang berwenang.
3. Apakah berita acara serah terima harus menggunakan meterai?
Tidak semua BAST wajib menggunakan meterai. Kewajiban bea meterai bergantung pada jenis dokumen dan ketentuan yang berlaku. Meterai juga bukan satu-satunya penentu keabsahan dokumen.
4. Apakah berita acara serah terima bisa ditandatangani secara digital?
Ya, BAST dapat ditandatangani secara elektronik sepanjang memenuhi persyaratan hukum yang berlaku. Perusahaan dapat menggunakan tanda tangan elektronik untuk membantu mempercepat proses persetujuan dokumen.
5. Bagaimana cara membuat berita acara serah terima yang sah secara hukum?
Cantumkan informasi secara lengkap dan akurat, jelaskan objek yang diserahkan, pastikan penanda tangan memiliki kewenangan, serta simpan dokumen dan bukti pendukungnya. Sesuaikan juga isi BAST dengan perjanjian dan ketentuan hukum yang relevan.




Tinggalkan Balasan