Berita acara serah terima (BAST) merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat proses penyerahan dan penerimaan barang, pekerjaan, aset, atau tanggung jawab dari satu pihak kepada pihak lain. Dokumen ini penting dalam administrasi perusahaan karena menjadi bukti tertulis bahwa proses serah terima telah dilakukan.
Dalam praktiknya, BAST digunakan dalam berbagai kegiatan, mulai dari penerimaan barang hasil pengadaan, penyelesaian proyek, hingga pergantian jabatan. Dokumen ini membantu memastikan objek yang diserahkan, kondisi saat serah terima, dan tanggung jawab setiap pihak tercatat dengan jelas.
Fungsi Berita Acara Serah Terima
Berita acara serah terima bukan sekadar dokumen pelengkap administrasi. Pencatatan yang tepat membantu perusahaan mengelola proses penyerahan dan penerimaan secara tertib serta mengurangi risiko kesalahpahaman.
Berikut beberapa fungsi utama BAST:
1. Sebagai Bukti Pelaksanaan Serah Terima
BAST mencatat bahwa penyerahan dan penerimaan telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Informasi yang biasanya dicantumkan meliputi:
- Tanggal dan tempat pelaksanaan serah terima.
- Identitas pihak yang menyerahkan dan menerima.
- Rincian barang, pekerjaan, atau objek yang diserahterimakan.
2. Memperjelas Tanggung Jawab Para Pihak
Dokumen serah terima membantu memperjelas pihak yang menyerahkan dan menerima barang, aset, atau pekerjaan. Untuk mendukung pencatatan tanggung jawab, BAST dapat memuat:
- Nama dan jabatan pihak yang menyerahkan serta menerima.
- Objek yang menjadi bagian dari serah terima.
- Catatan mengenai kondisi, kelengkapan, atau tanggung jawab lanjutan jika diperlukan.
3. Mendukung Kelengkapan Administrasi Perusahaan
BAST menjadi salah satu dokumen pendukung dalam berbagai proses administrasi perusahaan, seperti:
- Pengadaan dan penerimaan barang.
- Penyelesaian pekerjaan atau proyek.
- Pengelolaan aset dan inventaris.
- Pergantian jabatan atau pengalihan tanggung jawab.
4. Mengurangi Risiko Kesalahpahaman
BAST membantu mendokumentasikan kondisi saat serah terima dilakukan. Untuk mengurangi risiko perbedaan pemahaman, perusahaan perlu memastikan bahwa:
- Jumlah dan kondisi barang dicatat sesuai keadaan sebenarnya.
- Kekurangan atau ketidaksesuaian ditulis secara jelas.
- Hasil pekerjaan dan hal yang masih perlu ditindaklanjuti didokumentasikan.
- Para pihak memeriksa isi dokumen sebelum menyetujuinya.
5. Memudahkan Penelusuran Dokumen
BAST yang tersimpan dengan baik memudahkan perusahaan menemukan dokumen ketika dibutuhkan untuk audit, pemeriksaan internal, atau penelusuran aset. Upaya yang dapat dilakukan meliputi:
- Menggunakan nomor dokumen yang terstruktur.
- Menyimpan dokumen berdasarkan kategori atau unit kerja.
- Mengarsipkan lampiran bersama dokumen terkait.
- Membatasi akses sesuai kewenangan pengguna.
Jenis-Jenis Berita Acara Serah Terima
Jenis BAST dibedakan berdasarkan objek yang diserahkan atau kegiatan yang didokumentasikan. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan administrasi dan konteks serah terima.
1. Berita Acara Serah Terima Barang
BAST barang digunakan untuk mencatat penyerahan dan penerimaan barang dalam kegiatan pengadaan maupun operasional perusahaan. Informasi yang biasanya dicantumkan meliputi:
- Nama, jumlah, dan spesifikasi barang.
- Kondisi barang saat diterima.
- Tanggal penyerahan dan penerimaan.
- Identitas pihak yang menyerahkan dan menerima.
Jika terdapat barang yang rusak atau tidak sesuai pesanan, kondisinya perlu dicatat agar dapat ditindaklanjuti.
2. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan
BAST pekerjaan mendokumentasikan penyerahan hasil pekerjaan dari pelaksana kepada pihak penerima. Dokumen ini dapat digunakan dalam proyek konstruksi, pekerjaan jasa, atau pengembangan sistem.
Informasi yang dapat dicantumkan meliputi:
- Nama proyek atau pekerjaan.
- Ruang lingkup dan hasil pekerjaan.
- Tanggal penyelesaian atau penyerahan.
- Catatan mengenai kekurangan yang masih perlu diselesaikan.
Jenis dokumen yang diperlukan dapat berbeda sesuai kontrak dan prosedur proyek.
3. Berita Acara Serah Terima Aset
BAST aset digunakan untuk mencatat perpindahan penguasaan atau tanggung jawab atas aset perusahaan, seperti laptop, kendaraan operasional, mesin, dan peralatan kantor.
Dokumen ini dapat mencakup:
- Nama dan jenis aset.
- Nomor inventaris atau nomor seri.
- Kondisi aset saat diserahkan.
- Identitas pihak yang menyerahkan dan menerima.
Pencatatan tersebut membantu perusahaan memperbarui inventaris dan menelusuri penanggung jawab aset.
4. Berita Acara Serah Terima Jabatan
BAST jabatan mendokumentasikan peralihan tanggung jawab dari pejabat atau karyawan lama kepada pihak yang baru. Informasi yang dapat dicantumkan antara lain:
- Nama dan jabatan kedua pihak.
- Tanggal efektif peralihan jabatan.
- Daftar pekerjaan dan tanggung jawab yang dialihkan.
- Dokumen, aset, atau fasilitas yang diserahkan.
- Pekerjaan yang masih perlu ditindaklanjuti.
5. Berita Acara Serah Terima Dokumen
BAST dokumen mencatat penyerahan dokumen fisik maupun kumpulan berkas kepada pihak penerima. Contohnya adalah penyerahan dokumen kontrak, arsip proyek, atau dokumen keuangan.
Informasi yang sebaiknya dicantumkan meliputi:
- Nama atau jenis dokumen.
- Jumlah dokumen atau identitas berkas.
- Tanggal penyerahan.
- Identitas pihak yang menyerahkan dan menerima.
- Keterangan mengenai kelengkapan dokumen.
Unsur Wajib dalam Berita Acara Serah Terima
BAST perlu memuat informasi yang sesuai dengan kebutuhan transaksi. Meskipun formatnya dapat berbeda, terdapat beberapa unsur umum yang sebaiknya dicantumkan agar isi dokumen jelas dan mudah ditelusuri.
1. Judul dan Nomor Dokumen
Judul menunjukkan jenis kegiatan yang didokumentasikan, misalnya Berita Acara Serah Terima Barang. Informasi yang dapat dicantumkan meliputi:
- Judul sesuai kegiatan serah terima.
- Nomor dokumen berdasarkan sistem administrasi perusahaan.
- Nama unit kerja jika diperlukan.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Informasi waktu dan tempat membantu memperjelas kapan serta di mana proses serah terima berlangsung. Bagian ini dapat mencakup:
- Tanggal pelaksanaan.
- Lokasi penyerahan atau penerimaan.
- Tanggal penandatanganan jika berbeda dari tanggal pelaksanaan.
3. Identitas Pihak yang Menyerahkan dan Menerima
Identitas para pihak perlu dicantumkan secara jelas untuk memastikan siapa yang terlibat dalam proses serah terima. Informasi tersebut meliputi:
- Nama lengkap pihak yang menyerahkan.
- Nama lengkap pihak yang menerima.
- Jabatan atau unit kerja masing-masing.
- Nama organisasi jika relevan.
Pihak yang menandatangani perlu memiliki kewenangan sesuai prosedur perusahaan atau ketentuan yang berlaku.
4. Rincian Objek yang Diserahterimakan
Objek serah terima harus dijelaskan secara spesifik agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran. Rinciannya disesuaikan dengan jenis BAST, seperti:
- BAST barang: nama, jumlah, spesifikasi, dan kondisi barang.
- BAST pekerjaan: ruang lingkup dan hasil pekerjaan.
- BAST aset: nomor inventaris dan kondisi aset.
- BAST dokumen: daftar berkas dan kelengkapannya.
Jika objek cukup banyak, rincian dapat disajikan dalam tabel atau lampiran yang dirujuk dalam dokumen utama.
5. Pernyataan Serah Terima
Bagian ini menjelaskan bahwa objek telah diserahkan oleh pihak pertama dan diterima oleh pihak kedua sesuai keterangan dalam dokumen. Pernyataan tersebut sebaiknya mencakup:
- Penjelasan mengenai objek yang diserahkan.
- Pernyataan penerimaan oleh pihak terkait.
- Keterangan kondisi atau kelengkapan objek.
- Rujukan terhadap lampiran jika diperlukan.
Pernyataan harus mencerminkan kondisi sebenarnya. Kekurangan, kerusakan, atau pekerjaan yang belum selesai perlu dicatat secara jelas.
6. Catatan Kondisi dan Ketentuan Khusus
Catatan khusus membantu para pihak memahami kondisi saat serah terima dan tindak lanjut yang masih diperlukan. Informasi yang dapat dicantumkan meliputi:
- Ketidaksesuaian jumlah atau spesifikasi barang.
- Kerusakan atau kekurangan pada objek yang diterima.
- Dokumen pendukung yang belum lengkap.
- Pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
- Kesepakatan mengenai tindak lanjut, jika ada.
7. Tanda Tangan Para Pihak
Tanda tangan digunakan untuk menunjukkan persetujuan atau pengesahan para pihak terhadap isi dokumen sesuai konteks dan kewenangannya. Bagian pengesahan umumnya mencakup:
- Nama dan tanda tangan pihak yang menyerahkan.
- Nama dan tanda tangan pihak yang menerima.
- Nama serta tanda tangan saksi atau pihak yang menyetujui, jika diperlukan.
- Tanggal penandatanganan.
BAST bisa ditandatangani secara langsung maupun menggunakan tanda tangan elektronik sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Tanda tangan elektronik dapat membantu mempercepat pengesahan dokumen, terutama ketika pihak yang terlibat berada di lokasi berbeda atau harus menandatangani banyak dokumen.
Untuk mendukung proses tersebut, perusahaan dapat menggunakan Virtual Teken (ViTEK) dari Vinotek, layanan tanda tangan digital tersertifikasi Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Komdigi yang sesuai ketentuan hukum berlaku, termasuk UU ITE dan PP Nomor 71 Tahun 2019.
ViTEK dilengkapi sejumlah fitur yang mendukung kebutuhan administrasi dokumen perusahaan, antara lain:
- Bulk Signing: menandatangani banyak dokumen digital sekaligus tanpa perlu membuka setiap file satu per satu.
- Multi-step & Hierarki Approval: mengatur alur persetujuan dokumen berdasarkan struktur organisasi, mulai dari staf hingga direktur.
- Audit Trail dan Jejak Digital: mencatat aktivitas dokumen secara otomatis, termasuk waktu dan informasi aktivitas yang tersedia dalam sistem.
- Multi-User & Role Management: mengatur pengguna dan hak akses sesuai kebutuhan perusahaan.
Dengan memanfaatkan tanda tangan digital, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada pencetakan dan pengiriman dokumen fisik serta membantu mengelola proses persetujuan secara lebih terstruktur.
Jadi, tunggu apa lagi? Gunakan Vinotek sekarang juga dengan menghubungi WhatsApp 0822 4968 6626, email solution@vinotek.id, atau langsung daftar di sini!
Baca Juga:
FAQ Seputar Berita Acara Serah Terima
1. Apa yang dimaksud dengan berita acara serah terima?
Berita acara serah terima (BAST) adalah dokumen tertulis yang mencatat penyerahan dan penerimaan barang, pekerjaan, aset, atau tanggung jawab dari satu pihak kepada pihak lain.
2. Apa fungsi berita acara serah terima?
BAST berfungsi sebagai bukti administrasi serah terima, memperjelas tanggung jawab para pihak, melengkapi dokumen perusahaan, dan membantu mengurangi risiko kesalahpahaman.
3. Apa saja jenis berita acara serah terima?
Jenis BAST meliputi berita acara serah terima barang, pekerjaan, aset, jabatan, dan dokumen. Jenisnya disesuaikan dengan objek serta kebutuhan administrasi.
4. Apa saja unsur yang harus ada dalam berita acara serah terima?
Unsur BAST umumnya mencakup judul dan nomor dokumen, waktu dan tempat, identitas para pihak, rincian objek, pernyataan serah terima, catatan kondisi, serta tanda tangan pihak terkait.
5. Apakah berita acara serah terima bisa ditandatangani secara digital?
Ya. BAST dapat ditandatangani secara elektronik sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan dapat menggunakan Virtual Teken (ViTEK) dari Vinotek untuk mendukung penandatanganan dokumen secara digital.




Tinggalkan Balasan