Harga
Login
Berlangganan
bug chip apple

Bug Chip Apple Buka Akses iPhone Lama, Ini Solusinya

·

·

Kabar ditemukannya bug pada chip Apple sempat membuat sebagian pengguna iPhone khawatir. Pasalnya, kerentanan tersebut disebut dapat membuka jalan bagi peretas untuk mengakses perangkat iPhone lama melalui teknik yang dikenal sebagai jailbreak.

Meski demikian, pengguna tidak perlu langsung panik. Temuan ini memang perlu diperhatikan, tetapi risikonya tidak serta-merta mengancam seluruh pemilik iPhone. Yang terpenting adalah memahami perangkat mana yang terdampak dan langkah apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko.

Apa yang Terjadi pada iPhone Lama?

Perusahaan keamanan siber Paradigm Shift mengungkap kerentanan yang mereka beri nama “usbliter8”. Kerentanan ini:

  • Ditemukan pada chip Apple A12 dan A13.
  • Berada di bagian Boot ROM, yaitu sistem yang pertama kali berjalan saat iPhone dinyalakan.
  • Berpotensi membantu peneliti atau peretas mengembangkan jailbreak.
  • Dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk melewati beberapa lapisan keamanan perangkat.

Namun perlu dipahami, celah ini bukan berarti seluruh data pengguna langsung bisa diakses begitu saja.

Baca Juga: Modus Baru, Waspada Tawaran Cuan dari Platform Tak Jelas!

iPhone Apa Saja yang Berpotensi Terdampak?

Kerentanan tersebut ditemukan pada perangkat yang menggunakan chip A12 dan A13, antara lain:

  • iPhone XS
  • iPhone XS Max
  • iPhone XR
  • iPhone 11
  • iPhone 11 Pro
  • iPhone 11 Pro Max

Jika Anda menggunakan seri iPhone yang lebih baru, perangkat Anda tidak termasuk dalam daftar yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Apakah iPhone Lama Kini Mudah Diretas?

Meski terdapat bug, bukan berarti iPhone keluaran lama mudah diretas. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum celah tersebut bisa dimanfaatkan. Beberapa di antaranya, pelaku harus:

  • Memiliki akses fisik ke perangkat.
  • Dapat menghubungkan perangkat menggunakan kabel.
  • Memiliki kemampuan teknis yang sangat tinggi.
  • Mengombinasikan bug ini dengan kerentanan lain.

Artinya, risiko bagi pengguna sehari-hari masih relatif rendah dibandingkan serangan siber yang dilakukan secara massal melalui internet.

Mengapa Bug Ini Sulit Diperbaiki?

Yang membuat temuan ini menarik perhatian adalah lokasinya yang berada di Boot ROM. Boot ROM memiliki karakteristik:

  • Tertanam langsung di dalam chip perangkat.
  • Menjadi fondasi sistem keamanan iPhone.
  • Tidak dapat diperbarui melalui pembaruan iOS.
  • Bersifat permanen sejak perangkat diproduksi.

Karena itu, Apple tidak bisa memperbaiki kerentanan ini hanya dengan mengirimkan update software seperti biasanya.

Baca Juga: Waspada! Aplikasi Palsu Ini Bisa Bobol Akun M-Banking

Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Bagi pengguna iPhone yang terdampak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan perangkat, yakni sebagai berikut:

1. Jangan Biarkan Perangkat Diakses Orang Lain

Karena eksploitasi memerlukan akses fisik, langkah paling penting adalah menjaga perangkat tetap berada dalam pengawasan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Jangan meminjamkan iPhone kepada orang yang tidak dipercaya.
  • Hindari meninggalkan perangkat tanpa pengawasan.
  • Waspadai penggunaan kabel atau aksesori dari pihak yang tidak dikenal.

2. Gunakan Kode Sandi yang Kuat

Lapisan keamanan tambahan tetap sangat penting. Pastikan Anda:

  • Menggunakan passcode yang sulit ditebak.
  • Mengaktifkan Face ID atau Touch ID.
  • Menghindari kombinasi kode yang sederhana seperti tanggal lahir.

3. Selalu Perbarui iOS

Meski bug pada Boot ROM tidak bisa diperbaiki, Apple tetap rutin menutup celah keamanan lain melalui pembaruan sistem. Karena itu:

  • Instal pembaruan iOS terbaru.
  • Aktifkan pembaruan otomatis jika memungkinkan.
  • Hindari menunda update keamanan terlalu lama.

4. Perhatikan jika Menyimpan Data Sensitif

Pengguna yang menyimpan data penting seperti dokumen bisnis, informasi keuangan, atau data perusahaan perlu lebih waspada. Langkah yang bisa dilakukan:

  • Aktifkan enkripsi perangkat.
  • Gunakan autentikasi dua faktor pada akun penting.
  • Simpan cadangan data secara berkala.
  • Gunakan aplikasi keamanan yang terpercaya.

5. Pertimbangkan Upgrade Perangkat

Jika perangkat sudah berusia cukup lama dan digunakan untuk aktivitas yang sensitif, beralih ke model yang lebih baru dapat menjadi pilihan. Keuntungannya:

  • Mendapat chip dengan arsitektur keamanan yang lebih modern.
  • Dukungan pembaruan keamanan lebih panjang.
  • Risiko eksploitasi dari kerentanan lama menjadi lebih rendah.

Apa Pelajaran dari Kasus Ini?

Temuan bug pada chip Apple menunjukkan bahwa tidak ada perangkat yang benar-benar bebas dari risiko keamanan. Beberapa hal yang bisa dipetik dari kasus ini adalah:

  • Keamanan tidak hanya bergantung pada software, tetapi juga hardware.
  • Perangkat yang lebih lama cenderung memiliki risiko keamanan lebih tinggi.
  • Menjaga akses fisik terhadap perangkat sama pentingnya dengan menjaga akun digital.
  • Kebiasaan keamanan yang baik tetap menjadi perlindungan utama bagi pengguna.


Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca