Pengguna Google Chrome sebaiknya tidak menunda pembaruan browser. Google baru saja merilis pembaruan keamanan dalam waktu sekitar 48 jam untuk memperbaiki sejumlah kerentanan, termasuk tiga celah yang masuk kategori kritis.
Tiga celah tersebut memiliki kode CVE-2026-76034, CVE-2026-76036, dan CVE-2026-76017. Masalah ini berkaitan dengan pengelolaan memori pada beberapa komponen Chrome dan dapat menimbulkan risiko keamanan apabila tidak segera diperbaiki.
Google telah menyediakan perbaikannya melalui pembaruan terbaru. Karena itu, pengguna sebaiknya segera memastikan browser sudah diperbarui dan melakukan restart jika diminta.
Baca Juga: Mengenal Use-After-Free, Ancaman Baru di Google Chrome
Ada 3 Celah Kritis di Google Chrome
Tiga kerentanan yang diperbaiki Google ditemukan pada komponen yang digunakan Chrome untuk menjalankan fungsi grafis dan akses desktop jarak jauh. Dua di antaranya merupakan buffer overflow, sedangkan satu lainnya adalah use-after-free.
Adapun tiga celah kritis yang dimaksud meliputi:
- CVE-2026-76034, yaitu buffer overflow pada komponen WebGL yang digunakan Chrome untuk menangani grafis pada halaman web.
- CVE-2026-76036, yaitu buffer overflow pada Dawn, pustaka grafis open source yang digunakan Chrome.
- CVE-2026-76017, yaitu use-after-free pada komponen Chromoting milik Google yang berkaitan dengan protokol desktop jarak jauh.
Secara sederhana, buffer overflow terjadi ketika program menulis data melebihi kapasitas memori yang disediakan. Sementara itu, use-after-free terjadi ketika program mencoba mengakses memori yang sebelumnya sudah dilepaskan.
Kedua jenis kerentanan tersebut dapat menimbulkan risiko seperti kebocoran informasi, peningkatan hak akses, eksekusi kode, hingga membuat aplikasi mengalami gangguan.
Chrome Diupdate Dua Kali dalam 48 Jam
Google pertama kali merilis pembaruan keamanan pada 18 Agustus 2026. Saat itu, sebanyak 15 kerentanan diperbaiki dan Chrome diperbarui ke versi 151.0.7922.169/.170 untuk Windows, Mac, dan Linux.
Dalam waktu sekitar 48 jam, Google kembali merilis pembaruan ke versi 151.0.7922.173/.174 setelah ditemukan tujuh kerentanan tambahan, termasuk satu celah kritis.
Beberapa hal penting dari pembaruan tersebut meliputi:
- Pembaruan pertama memperbaiki 15 kerentanan.
- Dua celah kritis ditemukan dalam pembaruan pertama.
- Pembaruan berikutnya menambahkan tujuh perbaikan keamanan.
- Salah satu kerentanan tambahan masuk kategori kritis.
- Pembaruan tersedia untuk Chrome di Windows, Mac, dan Linux.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keamanan browser terus diperbarui seiring ditemukannya kerentanan baru.
Baca Juga: Kenali Pass-ta-key yang Mengincar Passkey Chrome
Mengapa Update Chrome Sebaiknya Jangan Ditunda?
Pembaruan Chrome bukan hanya bertujuan menghadirkan fitur baru. Salah satu fungsi utamanya adalah memperbaiki celah keamanan yang ditemukan setelah aplikasi digunakan secara luas.
Chrome digunakan untuk mengakses email, layanan perbankan, dokumen kerja, hingga berbagai platform yang menyimpan data pribadi. Karena itu, menggunakan browser yang belum diperbarui dapat meningkatkan risiko keamanan.
Beberapa alasan untuk segera melakukan update adalah:
- Menutup celah keamanan yang sudah diketahui.
- Mengurangi risiko serangan yang memanfaatkan kerentanan browser.
- Membantu melindungi data yang diproses melalui Chrome.
- Memastikan browser mendapatkan perbaikan keamanan terbaru.
- Menghindari penggunaan versi lama yang masih memiliki celah.
Perkembangan alat berbasis AI juga memungkinkan kerentanan ditemukan lebih cepat oleh para pemburu bug. Kondisi ini membuat pembaruan keamanan menjadi semakin penting.
Cara Cek dan Update Google Chrome
Sebagian besar pembaruan Chrome bisa dipasang secara otomatis. Namun, pengguna tetap perlu memastikan proses tersebut selesai dan melakukan restart apabila diminta.
Pengguna dapat mengecek pembaruan secara manual melalui menu Chrome dengan langkah berikut:
- Buka Google Chrome.
- Klik ikon tiga titik di kanan atas.
- Pilih Help/Bantuan.
- Klik About Google Chrome/Tentang Google Chrome.
- Tunggu Chrome memeriksa pembaruan.
- Instal update jika tersedia.
- Klik Relaunch untuk memulai ulang browser jika diminta.
Setelah restart, pembaruan keamanan akan diterapkan pada browser. Pengguna juga dapat kembali membuka halaman About Google Chrome untuk memastikan versi terbaru sudah digunakan.
Pembaruan browser sebaiknya tidak dianggap sebagai hal sepele. Dengan memastikan Chrome selalu menggunakan versi terbaru, pengguna dapat mengurangi risiko dari kerentanan yang telah diketahui dan menjaga aktivitas digital tetap lebih aman.




Tinggalkan Balasan