Harga
Login
Berlangganan
penipuan tim it

Waspadai Modus Baru Curi Data, Penipu Pura-Pura Jadi Tim IT

·

·

Penipuan digital kini tidak hanya dilakukan melalui email atau pesan mencurigakan. Pelaku juga memanfaatkan panggilan telepon untuk menyamar sebagai tim IT atau help desk perusahaan.

Modus ini perlu diwaspadai karena pelaku dapat mengarahkan korban ke halaman login palsu untuk mencuri kredensial, mengambil alih akun Microsoft 365, hingga mencuri data perusahaan. Dalam serangkaian serangan yang diungkap peneliti keamanan siber, sasaran utamanya adalah direktur, wakil presiden, dan jajaran eksekutif lainnya.

Penipu Menyamar sebagai Tim IT

Serangan biasanya dimulai dengan panggilan telepon. Pelaku mengaku sebagai staf IT dan meminta korban melakukan tindakan tertentu terkait keamanan akun, seperti login atau mendaftarkan metode MFA.

Korban kemudian diarahkan ke situs yang menyerupai halaman autentikasi perusahaan. Karena komunikasi dilakukan secara langsung, korban dapat lebih mudah percaya.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Penelepon mengaku sebagai tim IT atau help desk.
  • Korban diminta login melalui tautan tertentu.
  • Penelepon meminta persetujuan MFA.
  • Permintaan disampaikan secara mendesak.
  • Situs yang digunakan menyerupai halaman login resmi.

Pengguna sebaiknya selalu memverifikasi identitas penelepon melalui saluran internal resmi sebelum mengikuti instruksi.

Baca Juga: Pengguna Microsoft Teams Perlu Waspada, Ada Modus Penipuan Baru Berkedok IT Support!

Sekali Terkecoh, Akun Bisa Diambil Alih

Pelaku menggunakan teknik adversary-in-the-middle (AitM) untuk menangkap informasi autentikasi. Mereka tidak hanya mencari username dan kata sandi, tetapi juga berusaha memperoleh persetujuan MFA dan token sesi yang sudah terautentikasi.

Token tersebut kemudian dapat digunakan untuk menjalankan sesi login korban melalui infrastruktur proxy.

Informasi yang berusaha diperoleh pelaku, antara lain:

  • Username dan kata sandi.
  • Persetujuan MFA.
  • Token sesi.
  • Informasi akun dan aplikasi.
  • Akses ke layanan cloud yang terhubung dengan akun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa MFA tetap perlu didukung metode autentikasi yang tahan terhadap phishing.

Pelaku Mulai Mencari Data Perusahaan

Setelah berhasil masuk, pelaku melakukan discovery untuk mengetahui data dan layanan yang dapat diakses. Aktivitas ini mencakup penelusuran SharePoint dan Entra ID untuk menemukan sumber informasi yang bernilai.

Pelaku dapat:

  • Memeriksa detail akun dan aplikasi.
  • Mencari dokumen di SharePoint.
  • Mengidentifikasi sumber data perusahaan.
  • Menelusuri layanan cloud yang dapat diakses.

Setelah menemukan data yang dicari, pelaku dapat mengambilnya dalam jumlah besar dari SharePoint, OneDrive, Exchange, dan Box. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk melakukan pemerasan.

Baca Juga: Pesan Penipuan Makin Marak, Kenali Modus Terbarunya

Mengapa Eksekutif Menjadi Sasaran?

Eksekutif menjadi target menarik karena biasanya memiliki akses lebih luas terhadap informasi perusahaan. Pengambilalihan satu akun dengan hak akses besar dapat meningkatkan dampak serangan.

Alasan akun eksekutif menjadi sasaran, antara lain:

  • Memiliki akses terhadap lebih banyak data.
  • Terhubung dengan berbagai layanan bisnis.
  • Berpotensi menangani informasi sensitif.
  • Memiliki akses terhadap komunikasi penting perusahaan.

Meski demikian, karyawan lain juga dapat menjadi pintu masuk serangan apabila memiliki akses terhadap data perusahaan.

Cara Menghindari Modus Panggilan IT Palsu

Keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi. Pengguna juga perlu memahami bahwa permintaan melalui telepon dapat menjadi bagian dari serangan social engineering.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Verifikasi identitas penelepon melalui saluran resmi.
  • Jangan login melalui tautan yang diberikan tanpa verifikasi.
  • Jangan memberikan kata sandi, OTP, atau kode autentikasi.
  • Jangan menyetujui MFA yang tidak dimulai sendiri.
  • Laporkan panggilan mencurigakan kepada tim IT.
  • Gunakan MFA yang tahan terhadap phishing.
  • Batasi akses pengguna sesuai kebutuhan pekerjaan.

Modus ini menunjukkan bahwa pencurian data tidak selalu diawali malware atau serangan langsung ke jaringan. Dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna, pelaku dapat masuk melalui akun yang sah dan kemudian mengambil data perusahaan.



Tinggalkan Balasan