Perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan bagi kehidupan khalayak umum sehari-hari. Dengan memanfaatkan internet banyak hal dapat kita lakukan, mulai dari berkomunikasi, menikmati sarana hiburan, hingga kita dapat melakukan transaksi secara digital. Namun, di sisi lain perkembangan ini turut menimbulkan masalah baru yang mencemaskan masyarakat yaitu munculnya kejahatan dunia maya atau yang lebih dikenal dengan istilah cyber crime. Jenis serangan siber yang paling banyak ditemui yaitu ransomware atau serangan malware, dimana hal ini berujung pada hacker atau peretas yang meminta tebusan kepada pemilik data.
Hal ini tentunya memunculkan kepanikan pada masyarakat terkait dengan keamanan data mereka. Maraknya penggunaan media sosial di Indonesia pun tak dipungkiri dapat menimbulkan kecemasan publik. Apa sih yang dimaksud dengan cyber crime atau serangan siber? Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya cyber crime? Simak ulasannya berikut ini!
Apa Itu Cyber Crime?
Cyber crime atau kejahatan digital merupakan segala bentuk kejahatan yang terjadi secara digital di dunia maya. Kejahatan digital ini umumnya melibatkan komputer, jaringan, ataupun perangkat yang terhubung dengan suatu jaringan. Cyber crime merupakan tindak kejahatan yang melanggar hukum karena hal ini merugikan orang lain.
10 Hal Untuk Menjamin Keamanan Data
Berikut merupakan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menjamin keamanan data agar dapat terhindar dari serangan siber, yaitu:
- Membuat Password yang Unik
Password atau kata sandi merupakan hal paling penting dalam melakukan akses login. Menggunakan password yang unik merupakan salah satu cara mencegah tindakan cyber crime paling dasar. Kombinasi antara huruf besar, huruf kecil, karakter, dan angka pada password media sosial akan membuatnya lebih sulit untuk diretas ketimbamg menggunakan huruf saja. Selain itu, usahakan untuk menggunakan password yang mudah diingat diri sendiri dan sulit untuk ditebak oleh orang lain. Hindari memakai password yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, 12345678, ABC123, dan sejenisnya. Pastikan juga kita tidak memberitahukan password kepada siapa pun agar keamanan lebih terjamin.
- Mengganti Password Secara Berkala
Memakai password yang unik saja belum cukup untuk menangkal serangan siber. Kita juga harus melakukan pergantian password secara rutin. Kita dapat melakukan pergantian password setiap sebulan sekali. Selain itu, harus dipastikan password yang baru dibuat pun turut menggunakan password yang unik, yaitu gabungan huruf besar dan kecil serta gabungan angka dan karakter, serta sulit untuk diketahui oleh orang lain.
- Waspadai Link yang Dikirim Oleh Pihak yang Mencurigakan
Sebaiknya kita perlu berlaku waspada, jika menerima tautan atau link yang dikirim dari pihak tidak resmi yang menggunakan nama atau username yang mencurigakan. Kita harus memperhatikan pesan serta nama pengirim pesan yang kita terima baik yang dikirimkan melalui email, SMS, maupun kanal tidak resmi. Format pesan pun juga harus kita perhatikan, karena pesan phising atau jebakan biasanya memiliki format yang berbeda dengan yang dikirim oleh pihak resmi. Sebab link yang kita terima bisa saja adalah sebuah phising yang mengakibatkan data kita dapat dicuri oleh peretas.
- Tidak Memakai Wifi Gratis Sembarangan
Tentunya sangat menyenangkan saat menggunakan koneksi wifi gratis, karena bisa menghemat kuota internet. Sayangnya hal ini sering dimanfaatkan oleh pelaku cyber crime dalam menjalankan rencananya. Jika kita mengakses wifi tersebut, hacker dapat dengan leluasa mengakses data kita, termasuk data perbankan jika melakukan transaksi perbankan saat menggunakan jaringan wifi tersebut. Untuk itulah kita wajib berhati-hati ketika menggunakan wifi gratis di tempat umum.
- Pesan dan Data yang Terenskripsi
Fitur data encryption tak boleh dianggap remeh dalam melindungi data-data penting. Kita wajib mengaktivasi data encryption pada jaringan lokal seperti pada nirkabel di rumah atau kantor. Dengan mengaktifkan fitur ini akan mencegah akses yang bersifat tidak sah yang tentunya akan meminimalkan risiko penyadapan teks. Selain itu, data enskripsi juga umumnya ada pada situs atau website. Kita dapat mengetahui situs yang mempunyai keamanan enskripsi data dengan ciri situs tersebut diawali dengan https serta dapat juga kita lihat pada logo gembok yang ada di kiri atas di sebelah tautan situs.
- Membaca Syarat dan Ketentuan Aplikasi yang Diinstal
Tak dapat dipungkiri, sebagian besar orang malas dalam membaca terms & conditions yang ditunjukkan pada aplikasi atau website yang dikunjungi. Rendahnya tingkat literasi akan hal ini tentunya sangat membahayakan. Sebab syarat dan ketentuan patut dibaca untuk mengetahui bagaimana aplikasi atau situs bekerja dan data apa saja yang diminta saat menggunakan aplikasi atau situs tersebut. Nah jika menemukan aplikasi atau situs dengan syarat yang mencurigakan, seperti halnya meminta data informasi kontak pribadi, maka sebaiknya kita menghindari menggunakan aplikasi atau situs tersebut.
- Memprioritaskan Menggunakan Software Asli
Umumnya software bajakan sudah tercemar virus seperti malware dan sejenisnya. Maka dari itu, kita tak perlu ragu lagi dalam menyiapkan budget untuk memperoleh software asli. Meskipun software asli memiliki harga yang lebih mahal, namun kualitasnya akan sebanding dengan harga, serta keamanan data pun akan lebih terjamin. Selain itu, jika menggunakan software asli umumnya kita akan mendapatkan update software secara otomatis, berbeda dengan software bajakan.
- Pastikan Kita Hanya Memberikan Data Kepada Pihak yang Tepat
Saat melakukan transaksi digital memakai kartu kredit, informasi yang dibutuhkan adalah nomor, tanggal kadaluarsa, serta angka yang tertera di balik kartu (CVV). Kita tidak akan dimintai nomor PIN kartu kredit. Begitu juga saat bertransaksi memakai debit. Jangan pernah memberikan nomor PIN, karena PIN merupakan data pribadi yang tidak perlu diberitahukan ke siapa pun. Kita harus selalu teliti dalam memeriksa keakuratan situs ataupun pihak yang meminta data pribadi.
- Double Checking Setiap Kali Melakukan Transaksi
Kemajuan teknologi memudahkan dalam melakukan transaksi digital. Bertransaksi elektronik dapat dilakukan sambil melakukan kegiatan lainnya yang sering membuat kita tidak teliti, misalnya sambil rebahan atau saat berada di transportasi umum. Maka dari itu, dalam melakukan transaksi apapun sebaiknya kita harus dalam kondisi yang konsentrasi dan melakukan double checking agar tidak salah menginformasikan data.
- Melakukan Backup Data Secara Berkala
Salah satu cara untuk mengantisipasi terjadinya cyber crime adalah dengan melakukan backup terhadap data terutama data penting secara berkala. Sebaiknya kita menyimpan duplikat data pada beberapa tempat misalnya pada cloud, flash disk, atau HDD eksternal yang disimpan pada tempat aman yang jauh dari orang-orang tidak bertanggung jawab. Backup data dapat meminimalisir kerugian saat kita menjadi korban cyber crime, dimana kita masih bisa mengakses jika misalnya data kita dicuri. Pastikan pula data yang telah diduplikasi tersebut mudah untuk diakses agar aktivitas digital tidak terhambat.




Tinggalkan Balasan