Cyber Crime bukanlah hal yang baru lagi, maraknya kasus yang terjadi terkait kejahatan siber ini masih sering hangat diperbincangkan oleh publik. Seperti yang kita ketahui Cyber Crime merupakan suatu tindak kejahatan yang dilakukan oleh pelaku secara ilegal dengan memanafaatkan teknologi komputer serta jaringan internet untuk menyerang sistem informasi korban. Contoh tindak kejahatannya dapat berupa peretasan atau hack sosial media maupun membobol perangkat teknologi serta data informasi milik korban.
Dewasa ini, kasus cyber crime sangat sering ditemukan, tak hanya terjadi di Indonesia namun juga terjadi di berbagai belahan dunia. Dengan demikian, banyak dampak negatif serta kerugian yang akan ditanggung oleh korban seperti terancamnya keamanan data, kerusakan software, dan sistem komputer hingga kerugian yang bersifat materiil lainnya. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai 5 kasus cyber crime terbesar di dunia, apa saja itu? Mari simak penjelasan berikut ini!
- Peretasan Situs Yahoo
Kasus ini terjadi pada tanggal 7 Februari 2000. Saat itu yahoo merupakan situs search engine yang lebih besar dibandingkan dengan google. Kasus peretasan ini dilakukan oleh pemuda berumur 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA, bernama Michael Demon Calce dengan nama samarannya “Mafia Boy”.
Pada kasus ini, Michael melakukan peretasan pada yahoo dengan project yang ia beri nama “Rivolta” yang berarti riot atau kerusuhan dalam bahasa Italia. Rivolta ini menyerang yahoo, sehingga menyebabkan server yahoo down selama hampir 1 jam. Terdengar sebentar, namun yahoo mengalami kerugian yang besar. Selain meretas yahoo ia juga meretas sejumlah korporasi seperti: CNN, eBay, Dell inc, Amazon.com, Fifa.com dan E*Trade. Situs-situs tersebut juga mengalami kerugian dengan total kerugian sebesar 1,6 miliar dollar Amerika atau sekitar 24 triliun rupiah.
- Peretasan Badan Pemerintahan di Estonia
Kasus peretasan di Estonia ini merupakan yang paling berdampak terhadap sebuah negara, karena menyerang badan dan lembaga seperti: Parlemen, Bank, Kementrian, Kantor berita dan Televisi Pemerintahan. Peretasan ini berawal pada tanggal 27 April 2007, kasus ini diduga terjadi, karena pemindahan monumen dan memorabilia di Tallinn peninggalan Uni Soviet yang menyebabkan kerusuhan berskala besar.
Dampak dari peretasan ini dimulai dengan server berita yang terus menerus crashed, mesin ATM yang tidak bisa digunakan, hingga putusnya komunikasi yang digunakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat Estonia itu sendiri. Seorang aktivis pro pemerintahan Rusia mengaku menjadi dalang dari peretasan ini di tahun 2008, namun anehnya saat diperiksa di pengadilan, tak ada bukti yang membenarkan pengakuannya. Ahirnya sampai detik ini pelaku sebenarnya belum diketahui.
- Virus WannaCry
WannaCry merupakan salah satu serangan siber terbesar yang pernah terjadi di dunia. Terdapat kuurang lebih 150 negara terkena dampak ramsomware yang mengunci sistem komputer ini, termasuk didalamnya ada negara Indonesia. Wannacry memanfaatkan tool senjata siber dinas intel AS, NSA, yang dicuri oleh hacker dan dibocorkan di internet.
Hal inilah yang menjelaskan mengapa serangan wannacry ini dapat menyebar luas secara cepat. Hanya dalam waktu beberapa jam virus ini mampu menginfeksi ribuan sistem komputer di puluhan negara. Pada tanggal 12 Mei 2017 operator telekomunikasi di Spanyol (Telefonica) menjadi salah satu organisasi besar yang melaporkan dirinya terkena serangan wannacry.
Tak lama kemudian, sejumlah Rumah Sakit dan klinik di Inggris juga ikut melaporkan adanya serangan serupa. Virus ini juga berhasil masuk ke Indonesia, yang menyerang RS Harapan Kita dan Dharmais. Ratusan server dan Personal Computer termasuk komputer yang mengatur antrean pasien terkena dampaknya yang mengakibatkan pasien kesulitan mengantre. Di hari yang sama wannacry tercatat telah menyebar ke 74 negara.
- Cyber Crime Pada NASA dan Departemen Pertahanan AS
Kasus cyber crime ini terjadi pada tahun 1999 dan dilakukan oleh peretas yang baru berumur 15 tahun bernama Jonathan James. James melakukan peretasan dan berhasil menembus Pertahanan Amerika Serikat dan memasang backdoor pada servernya.
Hal ini memungkinkan akibatnya yaitu peretas mencegat ribuan email internal dari nama penggunan dan kata sandi untuk komputer militer. Dengan data tersebut, James dapat melakukan pencurian software NASA yang diduga memiliki nilai sekitar 1,7 juta dollar, karena tindak kejahatannya tersebut James akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman.
- Hacker Melakukan Pencurian dari Bank Dunia
Dalam jangka waktu 2 tahun pada awal tahun 2015, sekelompok pelaku tindak kejahatan cyber crime melakukan peretasan yang berbasis di Rusia berhasil mendapatkan akses untuk mengamankan informasi dari lebih dari 100 institusi di dunia.
Peretas ini menggunakan malware untuk menyusup ke sistem komputer Bank lalu mengumpulkan data pribadi, selanjutnya sekelompok tersebut kemudian meniru staf bank online untuk melakukan otorisasi transfer curang dan bahkam memesan mesin ATM untuk mengeluaran sejumlah uang tunai tanpa adanya kartu bank. Diperkirakan peretasan ini mencuri sekitar 11 Triliun dari lembaga keuangan.




Tinggalkan Balasan