Malware tidak hanya mengancam ponsel dan komputer, tetapi juga perangkat hiburan yang terhubung ke internet, seperti Android TV box. Bahkan, malware dapat tertanam dalam perangkat lunak sejak perangkat diproduksi.
The Hacker News melaporkan bahwa Google telah melumpuhkan botnet yang melibatkan lebih dari 1,3 juta perangkat berbasis Android, terutama TV box. Google menyatakan memiliki tingkat keyakinan tinggi bahwa produsen perangkat, Videostrong, sengaja menanamkan backdoor dan menjual aksesnya kepada pelaku kejahatan siber.
Kasus ini menunjukkan bahwa perangkat yang berfungsi normal belum tentu bebas dari ancaman keamanan.
Malware Bisa Tertanam dalam Android TV Box
Dalam kasus tersebut, peneliti menemukan backdoor bernama x.cpe yang tertanam sebagai aplikasi sistem di dalam firmware sejumlah perangkat. Backdoor ini memungkinkan pihak lain mengendalikan perangkat dari jarak jauh tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Menurut Google, backdoor tersebut dapat menonaktifkan pemeriksaan aplikasi melalui Google Play Protect untuk memasang perangkat lunak tambahan secara diam-diam.
Kemampuannya meliputi:
- Memasang aplikasi tanpa persetujuan pemilik perangkat.
- Mengambil tangkapan layar dan mengumpulkan informasi akun.
- Menjalankan perintah dari jarak jauh.
- Mengumpulkan informasi sistem dan daftar aplikasi.
- Memetakan jaringan tempat perangkat terhubung.
Google juga menemukan bahwa sebagian kemampuan tersebut benar-benar digunakan dalam operasi yang diselidiki.
Lebih dari 1,3 Juta Perangkat Terinfeksi
Menurut TrendAI, sebanyak 1.472.554 perangkat teridentifikasi terinfeksi antara 3 Juni dan 1 Oktober 2026. Temuan tersebut mencakup 206 model perangkat.
Negara dengan jumlah infeksi tertinggi dalam pemantauan itu meliputi Malaysia, Brasil, Irak, Meksiko, dan Taiwan. Perangkat terinfeksi juga ditemukan di Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Australia, dan Kanada.
Sebagian besar modul malware digunakan untuk mengubah perangkat menjadi residential proxy, yaitu perantara lalu lintas internet yang memanfaatkan koneksi rumah pengguna. Modul lainnya digunakan untuk melakukan penipuan iklan digital.
Akibatnya, koneksi internet pemilik dapat disalahgunakan tanpa sepengetahuannya. Namun, penggunaan alamat IP rumah dalam aktivitas mencurigakan tidak otomatis membuktikan bahwa pemilik koneksi merupakan pelaku.
Mengapa Android TV Box Bisa Terinfeksi?
Backdoor x.cpe ditemukan di dalam firmware, sehingga ancaman dapat berasal dari perangkat lunak bawaan, bukan hanya aplikasi yang diunduh pengguna.
Google menyatakan kode tersebut diduga disamarkan untuk melewati proses pengujian keamanan perangkat. Selain Android TV box, backdoor terkait juga ditemukan pada perangkat telehealth, mesin karaoke, dan papan informasi digital.
Kasus ini menegaskan bahwa sertifikasi perangkat bukan jaminan mutlak keamanan. Pengguna juga perlu memperhatikan reputasi produsen, asal-usul perangkat, dan dukungan pembaruan firmware.
Cara Melindungi Android TV Box dari Malware
Pemilik perangkat tidak perlu langsung berasumsi bahwa TV box miliknya terinfeksi. Synthient telah menerbitkan daftar 182 nama model yang teramati dalam kampanye tersebut, tetapi kecocokan model tidak otomatis membuktikan infeksi.
Untuk mengurangi risiko, pengguna dapat melakukan langkah berikut:
- Periksa model perangkat melalui daftar yang diterbitkan peneliti keamanan.
- Perbarui firmware menggunakan pembaruan resmi dari produsen.
- Pantau aktivitas jaringan untuk menemukan penggunaan bandwidth atau koneksi yang tidak wajar.
- Pisahkan jaringan perangkat hiburan dari komputer kerja dan sistem yang menyimpan data penting.
- Pertimbangkan penggantian perangkat jika telah dipastikan terdampak.
Reset pabrik tidak boleh dianggap sebagai solusi pasti karena backdoor yang tertanam dalam firmware dapat muncul kembali setelah perangkat dinyalakan ulang. Karena itu, perangkat yang terkonfirmasi terdampak memerlukan penanganan lebih lanjut, termasuk mempertimbangkan penggantian.




Tinggalkan Balasan