Harga
Login
Berlangganan
keamanan data biometrik

Sering Pakai Face ID? Kenali Keamanan Data Biometrik Anda

·

·

Pernah membuka ponsel hanya dengan melihat layar? Atau melakukan verifikasi identitas dengan memindai wajah tanpa perlu memasukkan password? Teknologi seperti Face ID, pemindai sidik jari, dan pengenalan wajah kini sudah menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari. Proses yang dulu membutuhkan password atau kode OTP bisa dilakukan hanya dalam beberapa detik. Tapi pernahkah Anda berpikir, sebenarnya apa yang terjadi dengan data biometrik setelah wajah atau sidik jari Anda digunakan untuk verifikasi?

Berbeda dengan password yang bisa diganti ketika diketahui orang lain, data biometrik melekat pada diri seseorang. Karena itu, memahami bagaimana data tersebut digunakan dan dilindungi menjadi bagian penting dari keamanan digital.

Apa Itu Data Biometrik?

Data biometrik adalah informasi yang berkaitan dengan karakteristik fisik atau perilaku seseorang dan dapat digunakan untuk mengenali identitasnya.

Contohnya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Wajah
  • Sidik jari
  • Suara
  • Iris mata
  • Karakteristik tertentu dari perilaku seseorang

Saat Anda menggunakan fitur pengenalan wajah untuk membuka perangkat atau melakukan verifikasi identitas, sistem akan menggunakan karakteristik tertentu dari wajah untuk memastikan bahwa orang yang mengakses layanan memang Anda. Jadi, biometrik bukan sekadar foto wajah yang tersimpan di perangkat. Dalam sistem tertentu, data tersebut diproses untuk membantu melakukan autentikasi atau verifikasi identitas.

Kenapa Data Biometrik Perlu Dijaga?

Bayangkan password email Anda diketahui orang lain. Anda masih bisa menggantinya dengan password baru. Namun, Anda tidak bisa mengganti wajah atau sidik jari seperti mengganti password. Inilah salah satu alasan mengapa data biometrik perlu mendapatkan perhatian lebih.

Ketika informasi yang berkaitan dengan identitas seseorang digunakan dalam layanan digital, perlindungannya menjadi hal yang penting. Bukan berarti penggunaan biometrik selalu berbahaya. Justru sebaliknya, biometrik dapat membantu membuat proses autentikasi menjadi lebih praktis dan dapat menjadi bagian dari sistem keamanan digital. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana data tersebut dikumpulkan, untuk apa digunakan, siapa yang dapat mengaksesnya, dan bagaimana data tersebut dilindungi.

Jangan Hanya Bertanya “Aman atau Tidak?”

Ketika menggunakan layanan yang meminta verifikasi wajah atau biometrik, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya apakah teknologinya aman. Coba perhatikan beberapa hal berikut:

1. Untuk apa data dikumpulkan?

Pastikan Anda memahami tujuan penggunaan data. Apakah hanya untuk verifikasi identitas, autentikasi akun, atau digunakan untuk kebutuhan lainnya? Semakin jelas tujuannya, semakin mudah bagi pengguna memahami apa yang sebenarnya sedang diberikan.

2. Siapa yang mengelola datanya?

Data pribadi tidak berdiri sendiri. Ada pihak yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, atau mengelolanya. Karena itu, penting mengetahui siapa penyedia layanan dan bagaimana mereka menerapkan keamanan terhadap data pengguna.

3. Bagaimana identitas diverifikasi?

Dalam layanan digital, proses verifikasi identitas sebaiknya tidak hanya mengandalkan tampilan data secara visual. Teknologi seperti e-KYC dapat membantu proses verifikasi identitas secara digital dengan memastikan bahwa pihak yang melakukan proses tersebut benar-benar sesuai dengan identitas yang didaftarkan.

4. Apakah ada jejak aktivitas?

Untuk kebutuhan bisnis, keamanan bukan hanya soal mencegah akses yang tidak diinginkan. Riwayat aktivitas juga penting. Ketika sebuah dokumen ditandatangani secara digital, misalnya, perusahaan perlu mengetahui siapa yang menandatangani dan bagaimana proses tersebut berlangsung. Jejak seperti ini dikenal sebagai audit trail dan dapat membantu menjaga akuntabilitas dalam proses digital.

Biometrik dan Tanda Tangan Digital, Apa Hubungannya?

Keduanya memang bukan hal yang sama. Biometrik digunakan untuk mengenali atau memverifikasi seseorang berdasarkan karakteristik tertentu. Sementara tanda tangan digital digunakan untuk mengautentikasi penandatangan dan menjaga integritas dokumen secara elektronik. Namun, keduanya dapat bertemu dalam satu proses. Contohnya ketika seseorang perlu melakukan verifikasi identitas sebelum mendapatkan akses untuk menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.

Dengan proses verifikasi identitas yang tepat, risiko seseorang menggunakan identitas orang lain dapat diminimalkan. Setelah identitas terverifikasi, dokumen dapat ditandatangani menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi yang memiliki mekanisme untuk mengautentikasi penandatangan dan menjaga integritas dokumen.

Bagaimana Vinotek Menjaga Proses Dokumen Digital?

Keamanan identitas dan dokumen menjadi bagian penting dalam proses digital. Vinotek menyediakan ViTEK atau Virtual Teken, tanda tangan digital tersertifikasi dari PSrE Komdigi yang dilengkapi audit trail. Vinotek juga menyediakan e-KYC untuk membantu proses verifikasi identitas. Dari sisi keamanan, Vinotek menerapkan enkripsi serta standar ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2019 untuk mendukung keamanan informasi dan privasi data. Dengan begitu, proses digital tidak hanya soal menandatangani dokumen, tetapi juga memastikan identitas terverifikasi, dokumen terlindungi, dan aktivitas dapat ditelusuri.

Kenali lebih lanjut solusi digital Vinotek untuk membantu kebutuhan tanda tangan elektronik, verifikasi dokumen, dan pengelolaan dokumen bisnis. Ikuti Instagram Vinotek di @vinotek.official untuk mendapatkan insight seputar keamanan dokumen dan digitalisasi administrasi bisnis. Butuh informasi lebih lanjut? Hubungi team Vinotek  untuk mengetahui solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda!

Kebiasaan Sederhana untuk Lebih Peduli pada Data Biometrik

Tidak perlu menjadi ahli keamanan siber untuk mulai lebih peduli dengan data biometrik. Beberapa kebiasaan sederhana bisa dilakukan:

  • Baca tujuan penggunaan data.
    Jangan langsung menyetujui permintaan akses tanpa memahami untuk apa data Anda digunakan.
  • Gunakan layanan yang kredibel.
    Saat melakukan verifikasi identitas atau menandatangani dokumen secara digital, pilih penyedia layanan yang memiliki sistem keamanan dan standar yang jelas.
  • Jangan sembarangan mengirim foto identitas atau wajah.
    Pastikan Anda mengetahui siapa penerimanya dan apa kebutuhan penggunaan data tersebut.
  • Perhatikan keamanan akun.
    Biometrik bukan satu-satunya lapisan keamanan. Password yang kuat, perangkat yang terlindungi, dan autentikasi tambahan tetap penting.
  • Periksa dokumen sebelum menandatangani.
    Kemudahan tanda tangan digital seharusnya tidak membuat kita melewatkan isi dokumen. Pastikan dokumen yang ditandatangani memang versi final dan ditujukan kepada pihak yang tepat.

FAQ Seputar Keamanan Data Biometrik

1. Apakah data biometrik sama dengan password?

Tidak. Password merupakan informasi yang dapat diubah, sedangkan biometrik berkaitan dengan karakteristik fisik atau perilaku seseorang. Karena itu, perlindungan data biometrik membutuhkan perhatian khusus.

2. Apakah Face ID berarti wajah saya disimpan sebagai foto biasa?

Tidak selalu. Cara pengelolaan data biometrik bergantung pada sistem dan teknologi yang digunakan oleh masing-masing penyedia layanan. Karena itu, penting memahami kebijakan dan tujuan penggunaan data dari layanan yang digunakan.

3. Apa hubungan biometrik dengan e-KYC?

Biometrik dapat menjadi salah satu bagian dari proses verifikasi identitas dalam e-KYC. Tujuannya adalah membantu memastikan bahwa identitas yang digunakan dalam proses digital sesuai dengan orang yang melakukan verifikasi.

4. Apakah tanda tangan digital menggunakan data biometrik?

Tidak semua tanda tangan digital menggunakan biometrik. Tanda tangan digital tersertifikasi memiliki mekanisme autentikasi identitas dan teknologi kriptografi untuk menghubungkan identitas penandatangan dengan dokumen.

5. Apakah tanda tangan digital di Vinotek aman?

Vinotek menyatakan bahwa dokumen pengguna dilindungi dengan enkripsi dan sistem keamanan berstandar tinggi. Vinotek juga menerapkan ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2019 serta menyediakan audit trail untuk aktivitas penandatanganan.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca