Software backup berfungsi menyimpan salinan data agar dapat dipulihkan ketika terjadi kerusakan atau kehilangan informasi. Namun, celah keamanan pada perangkat lunak ini dapat dimanfaatkan peretas untuk menyusup ke sistem dan menjalankan aktivitas berbahaya.
The Hacker News melaporkan serangan terhadap AhsayCBS, perangkat lunak pencadangan data yang memiliki dua kerentanan keamanan. Peretas memanfaatkan celah tersebut untuk memperoleh akses tanpa izin dan menyebarkan program penambang mata uang kripto.
Baca Juga: Diunduh 40 Ribu Kali, Software Ini Ternyata Berbahaya!
Dua Celah Keamanan Dimanfaatkan Peretas
Menurut perusahaan keamanan siber Huntress, upaya eksploitasi mulai terdeteksi pada 7 Oktober 2026. Hingga 8 Oktober 2026, diperkirakan lima organisasi terdampak.
Kedua kerentanan tersebut dapat dimanfaatkan secara berantai untuk melewati autentikasi dan menjalankan perintah dari jarak jauh. Rinciannya meliputi:
- CVE-2026-105133: Kerentanan autentikasi dengan skor CVSS v4 sebesar 5,5.
- CVE-2026-105134: Kerentanan injeksi perintah sistem operasi dengan skor CVSS v4 sebesar 9,3.
Kasus ini menunjukkan bahwa software backup juga perlu mendapatkan perlindungan keamanan yang memadai karena dapat menjadi pintu masuk serangan siber.
Peretas Menyebarkan Program Penambang Kripto
Setelah memperoleh akses, peretas memasang web shell dan menyebarkan XMRig, perangkat lunak penambangan kripto yang disalahgunakan untuk memanfaatkan sumber daya komputer korban.
Program tersebut menggunakan nama edge.exe agar menyerupai Microsoft Edge. Pelaku juga menggunakan skrip PowerShell bernama Taskgmr.ps1 yang dapat mendeteksi dan menghentikan Windows Task Manager dalam kondisi tertentu untuk menghambat pemantauan.
Aktivitas yang ditemukan meliputi:
- Memasang web shell untuk menjalankan perintah pada sistem korban.
- Menambang kripto tanpa izin dengan memanfaatkan sumber daya komputasi.
- Menyamarkan program berbahaya menggunakan nama file yang menyerupai aplikasi umum.
- Mengganggu pemantauan sistem agar aktivitas mencurigakan lebih sulit diketahui.
Penambangan kripto tanpa izin dapat meningkatkan penggunaan CPU, memperlambat kinerja perangkat, dan menambah biaya listrik perusahaan.
Baca Juga: Ancaman Malware di Balik Software Supply Chain
Cara Melindungi Sistem dari Serangan Siber
Perusahaan perlu menggabungkan pembaruan keamanan, pembatasan akses, dan pemantauan sistem untuk mengurangi risiko eksploitasi.
Huntress menyarankan pembatasan akses ke antarmuka pengelolaan AhsayCBS melalui alamat IP tepercaya atau VPN. Selain itu, perusahaan dapat menerapkan langkah berikut:
- Periksa pembaruan keamanan berdasarkan advisori resmi vendor. Laporan menyebutkan bahwa versi 10.3.4 juga terdampak sehingga status perbaikan perlu dikonfirmasi.
- Batasi akses administratif hanya kepada pengguna yang berwenang.
- Pantau aktivitas mencurigakan, termasuk penggunaan CPU yang tidak wajar, proses PowerShell, dan file yang tidak dikenal.
- Lindungi cadangan data dengan pembatasan akses dan salinan yang terisolasi jika memungkinkan.
- Siapkan prosedur respons insiden untuk menginvestigasi kompromi dan memulihkan sistem secara aman.
Keamanan software backup perlu menjadi bagian dari strategi keamanan digital perusahaan. Pencadangan data saja tidak cukup tanpa perlindungan sistem, pengelolaan akses, dan pemantauan berkala.




Tinggalkan Balasan