Banyak orang mengalami koneksi internet yang melambat ketika hujan turun. Streaming tersendat, WiFi sulit terhubung, hingga browsing terasa lebih lama. Kondisi ini bukan keluhan subjektif, melainkan dapat dijelaskan secara teknis oleh para ahli telekomunikasi.
Hujan Memengaruhi Sinyal Frekuensi Tinggi
Menurut Li Younghui Li dari The University of Sydney, hujan dapat mengganggu sinyal radio berfrekuensi tinggi yang digunakan dalam berbagai layanan digital. Beberapa layanan yang terdampak, antara lain:
- Koneksi internet berbasis satelit
- Siaran televisi digital
- Sistem navigasi global (GPS)
Tetesan air hujan dapat menyerap dan menyebarkan gelombang radio, sehingga sinyal yang diterima perangkat menjadi lebih lemah.
Frekuensi Tinggi Lebih Rentan Terganggu
Direktur Centre of IoT and Telecommunications, Branka Vucetic, menjelaskan bahwa semakin tinggi frekuensi yang digunakan, semakin besar pula potensi pelemahan sinyal saat hujan. Jenis jaringan yang paling rentan, antara lain:
- Layanan satelit pada pita frekuensi Ka (12 GHz)
- Layanan satelit pada pita Ku (30 GHz)
- Jaringan 5G mmWave (26 GHz)
Pada kondisi hujan lebat, pelemahan sinyal ini dapat menyebabkan koneksi menjadi tidak stabil atau melambat secara signifikan.
Infrastruktur Jaringan Bisa Ikut Terdampak
Selain sinyal nirkabel, hujan juga berdampak pada infrastruktur jaringan fisik. James Jin Kang dan Paul Haskell-Dowland dari Edith Cowan University menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dapat memengaruhi koneksi secara langsung maupun tidak langsung.
Beberapa penyebabnya meliputi:
- Air hujan masuk ke sistem kelistrikan jaringan
- Kerusakan fisik kabel, terutama pada infrastruktur lama seperti ADSL
- Kelembapan tinggi pada kabel dan konektor bawah tanah saat banjir
Kondisi tersebut dapat menurunkan bandwidth, mengganggu kestabilan koneksi, hingga memicu gangguan listrik.
Sinyal Wireless Melemah dan Tidak Langsung Pulih
Hujan juga memengaruhi jaringan nirkabel di luar ruangan. Rintik hujan dapat menyerap sebagian sinyal WiFi atau jaringan seluler sehingga jangkauan sinyal berkurang.
Dampak gangguan ini bisa:
- Masih terasa meski hujan telah berhenti
- Dipengaruhi oleh kelembapan udara yang masih tinggi
- Lebih signifikan saat hujan deras atau badai
Bagi sebagian pengguna, dampaknya mungkin tidak terlalu terasa. Namun, gangguan biasanya lebih signifikan pada:
- Jaringan kabel fisik yang terendam air
- Pengguna WiFi yang mengandalkan koneksi wireless saat hujan lebat
Jadi, Apa Penyebab Sinyal Jelek saat Hujan?
Secara ringkas, berikut beberapa faktor utama yang membuat koneksi internet sering memburuk saat hujan:
- Gangguan pada gelombang radio frekuensi tinggi, terutama yang digunakan oleh layanan satelit dan jaringan 5G tertentu, sehingga kekuatan sinyal menjadi melemah.
- Penyerapan dan penyebaran sinyal oleh tetesan hujan, yang membuat sinyal nirkabel tidak diterima secara optimal oleh perangkat.
- Dampak cuaca terhadap infrastruktur jaringan, seperti kabel dan konektor yang terkena air atau kelembapan tinggi.
- Penurunan bandwidth dan kestabilan koneksi, akibat gangguan pada jaringan fisik maupun sistem kelistrikan.
- Efek lanjutan setelah hujan berhenti, karena kelembapan udara yang masih tinggi dapat memperlambat koneksi internet wireless.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat kualitas sinyal internet saat hujan sering kali menurun dan tidak langsung kembali normal.




Tinggalkan Balasan