Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin memudahkan pekerjaan, mulai dari menyusun dokumen hingga menganalisis data. Namun, pengguna perlu berhati-hati saat memasukkan informasi ke chatbot seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude.
Data yang dibagikan dapat diproses atau disimpan sesuai kebijakan penyedia layanan. Dalam kondisi tertentu, informasi juga berisiko terekspos akibat insiden keamanan. Karena itu, penting untuk mengetahui data apa saja yang sebaiknya tidak dibagikan saat menggunakan AI.
Melansir Forbes, berikut data yang sebaiknya tidak dibagikan ke AI.
Kata Sandi dan Kode Autentikasi
Kata sandi, PIN, dan kode OTP merupakan informasi yang dapat digunakan untuk mengakses akun. Jika jatuh ke tangan yang salah, data tersebut berpotensi disalahgunakan.
Hindari memasukkan informasi berikut ke dalam prompt:
- Kata sandi email dan akun pekerjaan.
- PIN dan kode OTP.
- Recovery code untuk memulihkan akun.
- Kunci API dan token akses yang bersifat rahasia.
Jika membutuhkan bantuan teknis, jelaskan masalah yang dialami tanpa menyertakan kredensial asli.
Informasi Keuangan dan Identitas Pribadi
Nomor kartu kredit, informasi rekening, dan data identitas dapat disalahgunakan jika terekspos. Informasi tersebut tidak perlu diberikan kepada AI apabila tidak relevan dengan permintaan.
Beberapa data yang perlu dilindungi meliputi:
- Nomor kartu kredit beserta kode keamanan.
- PIN dan kredensial perbankan.
- Nomor KTP atau paspor.
- Alamat rumah dan nomor telepon pribadi.
Jika ingin meminta bantuan menyusun anggaran, pengguna cukup memasukkan angka pemasukan dan pengeluaran tanpa menyertakan identitas atau informasi rekening.
Dokumen Rahasia Perusahaan
AI dapat membantu merangkum laporan dan menyusun dokumen. Namun, mengunggah informasi internal tanpa memeriksa kebijakan perusahaan dapat meningkatkan risiko paparan data.
Informasi yang perlu dijaga kerahasiaannya, antara lain:
- Laporan keuangan internal.
- Kontrak dan dokumen kerja sama.
- Data pelanggan dan mitra bisnis.
- Strategi pemasaran yang belum dipublikasikan.
- Kode sumber dan rancangan produk rahasia.
Gunakan layanan AI yang telah disetujui perusahaan dan sesuai dengan tingkat sensitivitas data.
Data Pribadi Orang Lain
Data pelanggan atau rekan kerja juga tidak boleh dibagikan sembarangan. Sebelum meminta AI merangkum percakapan atau menganalisis dokumen, pastikan informasi pribadi yang tidak diperlukan telah dihapus atau disamarkan.
Pengguna dapat mengganti nama dengan istilah seperti “Pelanggan A”. Namun, anonimisasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar kombinasi informasi lainnya tidak tetap mengungkap identitas seseorang.
Cara Menjaga Privasi saat Menggunakan AI
Risiko privasi dapat dikurangi dengan membatasi informasi yang dibagikan dan memahami pengaturan layanan. Meski sejumlah layanan menyediakan fitur percakapan sementara dan pengaturan penggunaan data, fitur tersebut tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko.
Berikut langkah yang dapat diterapkan:
- Periksa prompt sebelum dikirim untuk memastikan tidak ada informasi sensitif.
- Gunakan data anonim jika identitas asli tidak diperlukan.
- Periksa pengaturan privasi dan kebijakan penyimpanan data penyedia.
- Batasi izin aplikasi yang terhubung dengan layanan AI.
- Patuhi kebijakan perusahaan saat menggunakan AI untuk pekerjaan.
Jika telanjur membagikan data sensitif, segera ubah kata sandi atau cabut kredensial yang terpapar. Untuk data keuangan maupun dokumen perusahaan, hubungi pihak terkait agar langkah penanganan dapat dilakukan sesuai jenis risikonya.
Dengan membatasi informasi yang dibagikan, pengguna tetap dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan keamanan data.




Tinggalkan Balasan