Mengakses website sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, pengguna internet perlu lebih berhati-hati karena website yang telah disusupi hacker dapat menjadi pintu masuk untuk mencuri data dari perangkat pengunjung.
Ancaman ini terungkap melalui kampanye serangan siber bernama Poisoned Source yang diduga melibatkan kelompok peretas APT29 yang memiliki keterkaitan dengan Rusia. Menurut perusahaan keamanan siber Sekoia, serangan ini menargetkan pengguna iPhone dan Android melalui kode berbahaya yang disisipkan pada sejumlah website.
Hal yang perlu diwaspadai, serangan tersebut tidak selalu membutuhkan korban untuk mengeklik tautan atau mengunduh aplikasi. Dalam kondisi perangkat yang rentan, membuka halaman website saja dapat menjadi awal pencurian data.
Bagaimana Hacker Bisa Mencuri Data lewat Website?
Serangan ini memanfaatkan kode JavaScript berbahaya untuk mengumpulkan informasi mengenai perangkat dan browser pengunjung. Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan jenis eksploitasi yang sesuai dengan sistem operasi korban.
Sekoia mengidentifikasi tiga metode utama dalam kampanye Poisoned Source, yaitu:
- Menyusupi website resmi: Memasukkan kode berbahaya ke dalam situs yang sebelumnya sah.
- Membuat website tiruan: Meniru situs populer di Amerika Serikat, Ukraina, Republik Ceko, dan Bulgaria.
- Menyusupi layanan pihak ketiga: Menyerang Plerdy SEO Tracker dengan menyisipkan kode berbahaya pada file JavaScript yang digunakan layanannya.
Beberapa website terdampak diketahui berkaitan dengan industri kimia, organisasi politik Eropa, dan sektor militer Bulgaria.
Data Apa Saja yang Bisa Dicuri dari HP?
Setelah berhasil mengeksploitasi kerentanan perangkat, hacker dapat menjalankan malware untuk mengambil informasi pribadi. Jenis data yang menjadi sasaran berbeda antara iPhone dan Android.
Berikut informasi yang berpotensi dicuri:
- iPhone: Cookie browser, pesan SMS dan iMessage, riwayat Safari, kontak, foto, data WhatsApp dan Telegram, kata sandi Wi-Fi, serta informasi iCloud Keychain.
- Android: Data browser Google Chrome dan kata sandi Wi-Fi yang tersimpan di perangkat.
Dalam serangan ini, perangkat iOS menjadi sasaran eksploitasi DarkSword, sedangkan perangkat Android diserang menggunakan malware AndroSnitch.
Serangan Malware Terus Berkembang, Bagaimana Melindungi HP?
Poisoned Source bukan satu-satunya kampanye yang memanfaatkan website untuk menyebarkan malware. Peneliti juga menemukan kampanye DeadTag yang menggunakan lebih dari 660 domain kedaluwarsa dan didaftarkan kembali untuk mendistribusikan kode berbahaya.
Beberapa serangan bahkan dapat berjalan tanpa interaksi tambahan dari pengguna. Karena itu, menjaga keamanan perangkat tidak cukup hanya dengan menghindari tautan mencurigakan.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:
- Perbarui sistem operasi: Gunakan versi iOS atau Android terbaru untuk memperoleh perbaikan keamanan.
- Perbarui browser: Pastikan browser menggunakan versi terbaru agar celah keamanan dapat ditangani.
- Periksa alamat website: Pastikan domain yang dikunjungi sesuai dengan alamat resmi.
- Batasi izin aplikasi: Berikan akses ke data pribadi hanya jika benar-benar diperlukan.
- Gunakan perlindungan tambahan: Pertimbangkan solusi keamanan digital untuk membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Serangan ini menjadi pengingat bahwa website yang terlihat normal sekalipun dapat menjadi jalur penyebaran malware jika infrastrukturnya telah disusupi. Oleh karena itu, pengguna perlu lebih waspada saat mengakses internet dan rutin memperbarui keamanan perangkat untuk mengurangi risiko pencurian data.




Tinggalkan Balasan