Pengguna HP Android di Indonesia perlu mewaspadai malware Hirudo yang dapat mencuri PIN dan mencoba mengganti aplikasi mobile banking resmi dengan versi berbahaya. Berdasarkan laporan perusahaan keamanan siber ThreatFabric pada 14 Oktober 2026, malware ini menargetkan delapan aplikasi perbankan dari tujuh bank di Indonesia.
Ancaman ini menunjukkan pentingnya menjaga keamanan perangkat, terutama ketika mengakses layanan perbankan digital.
Baca Juga: Jangan Asal Beli, HP Android Murah Bisa Bawa Malware
Apa Itu Malware Android Hirudo?
Hirudo merupakan malware Android berjenis remote access trojan (RAT), yaitu perangkat lunak berbahaya yang memungkinkan penyerang mengakses perangkat korban dari jarak jauh.
Malware ini memiliki daftar 42 aplikasi keuangan yang menjadi sasaran. Delapan aplikasi perbankan Indonesia di antaranya telah disiapkan versi penggantinya. Beberapa kemampuan Hirudo yang perlu diwaspadai meliputi:
- Mencuri PIN: mengambil informasi autentikasi pengguna melalui mekanisme serangan tertentu.
- Mengendalikan perangkat: menjalankan tindakan tertentu melalui akses jarak jauh.
- Memanipulasi aplikasi perbankan: mencoba mengganti aplikasi resmi dengan versi yang telah dimodifikasi.
- Menyalahgunakan aksesibilitas: membaca tampilan layar dan menjalankan tindakan tanpa sepengetahuan pengguna.
Bagaimana Malware Hirudo Menyebar?
Hirudo disebarkan melalui aplikasi yang menyamar sebagai layanan belanja dan hiburan, seperti Shopora, 1V1 X, ZoyaTV, dan KoiShort. Aplikasi tersebut dapat menampilkan konten yang terlihat normal sehingga pengguna tidak menyadari adanya komponen berbahaya.
Setelah dibuka, aplikasi dapat menampilkan pemberitahuan pembaruan palsu yang mengarahkan pengguna memasang malware tambahan. Untuk mengurangi risiko, pengguna perlu memperhatikan hal berikut:
- Hindari memasang aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.
- Jangan mengikuti pembaruan melalui pop-up atau tautan mencurigakan.
- Periksa izin sensitif, terutama Accessibility, yang diminta aplikasi.
- Pastikan identitas pengembang aplikasi dapat diverifikasi.
Baca Juga: Malware Menyamar sebagai Software, Bagaimana Mendeteksinya?
Cara Melindungi PIN dan Akun Mobile Banking
Keamanan mobile banking tidak hanya bergantung pada sistem perlindungan bank, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam menjaga perangkat dan informasi autentikasi.
Berikut langkah yang dapat diterapkan:
- Unduh aplikasi dari sumber resmi. Gunakan Google Play Store atau tautan pada situs resmi bank.
- Perbarui sistem dan aplikasi. Pembaruan membantu memperbaiki celah keamanan yang diketahui.
- Aktifkan fitur keamanan perangkat. Gunakan Google Play Protect jika tersedia dan kunci layar yang kuat.
- Jaga kerahasiaan PIN dan OTP. Jangan membagikan informasi autentikasi kepada pihak lain.
- Pantau transaksi rekening. Segera laporkan aktivitas yang tidak dikenal kepada bank.
Jika perangkat diduga terinfeksi, hentikan transaksi perbankan melalui perangkat tersebut. Hubungi bank menggunakan perangkat lain yang tepercaya untuk meminta pengamanan akun dan ikuti panduan penanganan malware dari sumber resmi.




Tinggalkan Balasan