Harga
Login
Berlangganan
situs target ai

Situs Perusahaan Kini Jadi Target AI, Harus Apa?

·

·

Kecerdasan buatan (AI) membawa kemudahan bagi bisnis, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber. AI agent otonom kini dapat membantu menjalankan serangan secara otomatis dengan campur tangan manusia yang terbatas.

The Hacker News melaporkan bahwa peretas menggunakan AI agent untuk menargetkan lebih dari 1.200 situs web dan menjangkau situs milik lebih dari 100 perusahaan. Beberapa perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut adalah Deere, SharkNinja, dan Cummins. Jumlah data yang mungkin diakses atau dicuri belum diketahui secara pasti.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa perusahaan perlu mengevaluasi keamanan situs web dan sistem digital secara berkala.

Baca Juga: AI Agent Bertindak atas Nama Manusia, Amankah?

Bagaimana AI Agent Menyerang Situs Perusahaan?

AI agent otonom dapat menjalankan serangkaian tugas berdasarkan tujuan yang diberikan. Dalam kasus ini, pelaku menyalahgunakan alat AI bernama Cairn untuk mencari celah keamanan pada situs web tanpa izin pemiliknya.

Menurut peneliti NorForge, beberapa agen diarahkan untuk mencari cara menjalankan kode pada situs toko daring dan menempatkan komponen pengunggah berkas yang dapat mendukung akses tidak sah.

Serangan berbasis AI menimbulkan beberapa risiko bagi perusahaan:

  • Serangan berskala luas: banyak situs dapat menjadi target dalam satu rangkaian operasi.
  • Pencarian celah otomatis: AI agent dapat melanjutkan tugas berdasarkan hasil sebelumnya.
  • Akses tidak sah: kerentanan yang berhasil dieksploitasi dapat membuka jalan menuju sistem perusahaan.
Baca Juga: Pakai AI Coding Agent? Waspadai Repositori Berbahaya Ini

Langkah Melindungi Situs dan Sistem Perusahaan

Perusahaan perlu memastikan situs web, aplikasi, dan panel administrasi tidak memiliki kelemahan yang dapat dimanfaatkan penyerang. Pemeriksaan berkala membantu mengidentifikasi risiko sebelum menimbulkan dampak lebih besar.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Perbarui perangkat lunak: pasang pembaruan keamanan untuk sistem pengelolaan konten, plugin, dan komponen aplikasi.
  • Amankan panel administrasi: gunakan autentikasi multifaktor (MFA) dan batasi akses berdasarkan kebutuhan.
  • Lindungi kredensial: simpan kata sandi, token, dan kunci API secara aman serta segera ganti jika terindikasi bocor.
  • Pantau aktivitas sistem: periksa log akses, perubahan berkas, dan aktivitas pengguna yang mencurigakan.
  • Siapkan respons insiden: tentukan prosedur untuk mengisolasi sistem terdampak, menyimpan bukti digital, dan memulihkan layanan


Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca