Penggunaan mesin pencari kini tidak hanya berkaitan dengan kemudahan menemukan informasi, tapi juga keamanan pengguna, terutama anak-anak. Hal ini jadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang baru-baru ini menerapkan kebijakan penguncian permanen fitur SafeSearch pada mesin pencari Google sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di ruang digital.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi penerapan Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS 2025 yang menitikberatkan pada perlindungan anak dalam ekosistem digital. Dengan penguncian ini, fitur SafeSearch yang berfungsi menyaring konten eksplisit tidak lagi dapat dinonaktifkan secara bebas oleh pengguna di Indonesia.
Aturan tersebut sekaligus membuat SafeSearch semakin relevan untuk dipahami, terutama bagi pengguna yang sebelumnya terbiasa mengatur sendiri fitur penyaringan konten di Google. Lantas, apa sebenarnya SafeSearch, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa fitur ini menjadi bagian dari upaya perlindungan anak di internet?
SafeSearch sendiri merupakan fitur penyaringan Google yang membantu membatasi kemunculan konten eksplisit dalam hasil pencarian. Meski demikian, perlu dipahami bahwa fitur ini bukan sistem keamanan siber secara menyeluruh dan memiliki fungsi yang berbeda dengan perlindungan privasi pengguna.
Apa Itu SafeSearch di Google?
SafeSearch adalah fitur penyaringan yang membantu membatasi kemunculan konten eksplisit dalam hasil pencarian Google. Konten yang dapat disaring antara lain materi seksual eksplisit, gambar kekerasan ekstrem, dan konten lain yang dianggap tidak sesuai.
Ketika SafeSearch aktif, Google akan mengurangi kemungkinan konten tersebut muncul dalam hasil pencarian. Beberapa fungsi SafeSearch meliputi:
- Membantu mengurangi paparan anak terhadap konten eksplisit.
- Menyaring konten NSFW dari hasil pencarian.
- Mengurangi kemunculan gambar kekerasan ekstrem.
- Membantu menciptakan hasil pencarian yang lebih sesuai untuk penggunaan umum.
Perlu diketahui, SafeSearch bukan fitur privasi atau keamanan siber. Fitur ini tidak mengenkripsi koneksi internet, menyembunyikan alamat IP, ataupun menghapus riwayat pencarian.
Baca Juga: Browsing di Chrome Kini Lebih Aman dengan Fitur Baru dari Google!
Pilihan Pengaturan SafeSearch
Google menyediakan beberapa pilihan agar pengguna dapat menyesuaikan tingkat penyaringan. Pengguna tidak selalu harus memilih antara penyaringan penuh atau tanpa penyaringan.
Pilihan yang tersedia umumnya meliputi:
- Filter, untuk menyaring konten eksplisit dari hasil pencarian.
- Blur, untuk memburamkan gambar yang dianggap eksplisit.
- Off atau Nonaktif, untuk mematikan penyaringan SafeSearch.
Pengguna dapat memilih pengaturan sesuai kebutuhan. Untuk perangkat anak, misalnya, penyaringan tetap dapat dipertahankan. Sementara itu, pengguna dewasa yang membutuhkan hasil lebih luas dapat memilih Off.
Cara Mematikan SafeSearch di Google
SafeSearch dapat diubah melalui pengaturan pencarian Google. Langkah ini dapat dilakukan menggunakan Google Chrome di komputer, laptop, maupun ponsel.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka Google Chrome dan masuk ke halaman Google.
- Pastikan sudah login ke akun Google yang digunakan.
- Buka Setelan atau Settings.
- Pilih Setelan Penelusuran atau Search settings.
- Cari bagian SafeSearch.
- Pilih Off atau Nonaktif.
- Simpan perubahan jika tombol Simpan tersedia.
Setelah pengaturan diubah, hasil pencarian Google akan menyesuaikan pilihan tersebut.
Baca Juga: Google Chrome Diam-Diam Ubah Pengaturan AI, Apakah Data Pengguna Tetap Aman?
Kenapa SafeSearch Tidak Bisa Dimatikan?
Dalam kondisi tertentu, SafeSearch dapat terkunci dan ditandai dengan ikon gembok. Artinya, pengaturan tersebut kemungkinan dikendalikan oleh pihak lain atau kebijakan tertentu.
Beberapa penyebabnya, antara lain:
- Pengaturan administrator kantor atau sekolah.
- Pembatasan pada jaringan yang digunakan.
- Kontrol orang tua melalui Google Family Link.
- Kebijakan tertentu pada akun atau perangkat.
Jika terdapat ikon gembok, pengguna biasanya tidak dapat menonaktifkannya hanya melalui pengaturan Google.
Perlukah SafeSearch Dimatikan?
Mematikan SafeSearch bergantung pada kebutuhan pengguna dan siapa yang menggunakan perangkat. Untuk kebutuhan riset atau pekerjaan tertentu, hasil pencarian yang lebih luas mungkin diperlukan. Namun, pada perangkat yang digunakan anak, SafeSearch sebaiknya tetap aktif.
Selain mengatur SafeSearch, pengguna juga perlu memperhatikan keamanan digital dengan langkah sederhana seperti:
- Menggunakan kata sandi yang kuat dan unik.
- Mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun Google.
- Tidak sembarangan membuka tautan mencurigakan.
- Memeriksa alamat situs sebelum memasukkan data pribadi.
- Menggunakan kontrol orang tua pada perangkat anak.




Tinggalkan Balasan