Harga
Login
Berlangganan
data gmail chatgpt

Jangan Asal Hubungkan Gmail ke ChatGPT, Data Bisa Bocor!

·

·

ChatGPT kini dapat dihubungkan dengan berbagai aplikasi, termasuk Gmail, untuk membantu pengguna mencari informasi atau mengolah data. Fitur ini memang memudahkan pekerjaan, tetapi juga membuat AI memiliki akses terhadap informasi yang tersimpan dalam aplikasi tersebut.

Risiko ini menjadi perhatian setelah Check Point Research menemukan celah yang dapat membuat ChatGPT menjalankan instruksi tersembunyi untuk mengambil data dari Gmail yang terhubung. Dalam proof of concept mereka, data tersebut bahkan dapat dikirimkan ke akun ChatGPT lain tanpa terlihat dalam jawaban yang diterima pengguna.

Kenapa Menghubungkan Gmail ke ChatGPT Bisa Berisiko?

Ketika Gmail terhubung dengan ChatGPT, AI memiliki akses tertentu terhadap data di dalam layanan tersebut. Dalam kondisi normal, akses ini digunakan untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas.

Namun, Check Point menemukan bahwa instruksi berbahaya yang ditanamkan dalam percakapan dapat membuat ChatGPT menjalankan pekerjaan tersembunyi saat pengguna mengirimkan pesan biasa. Instruksi tersebut dapat masuk melalui:

  • Prompt yang ditempelkan pengguna.
  • Percakapan ChatGPT yang dibagikan.
  • Custom GPT dengan instruksi tersembunyi.

Artinya, pengguna tidak harus secara sadar meminta AI mengambil data Gmail agar proses tersebut dapat berjalan.

Baca Juga: Risiko Input Data Perusahaan ke Chatbot AI

Bagaimana Data Gmail Bisa Bocor?

Dalam pengujian Check Point, ChatGPT menjalankan dua alur secara bersamaan. AI tetap memberikan jawaban normal kepada pengguna, tetapi di balik layar menjalankan instruksi untuk mengakses data dari aplikasi yang terhubung.

Dalam simulasi tersebut, ChatGPT dapat membaca informasi dari Gmail dan mengirimkan hasilnya ke akun ChatGPT lain. Mekanisme serupa juga disebut dapat digunakan untuk mengambil riwayat percakapan dan file yang tersedia.

Data yang berpotensi terdampak meliputi:

  • Informasi dari kotak masuk Gmail.
  • Riwayat percakapan ChatGPT.
  • File yang terdapat dalam percakapan.
  • Data dari aplikasi lain yang telah terhubung.

Besarnya risiko bergantung pada aplikasi, data, dan izin yang tersedia dalam sesi pengguna.

Mengapa ChatGPT Tidak Selalu Meminta Izin?

Pengguna mungkin mengira ChatGPT akan selalu meminta persetujuan setiap kali mengakses Gmail. Namun, hal tersebut bergantung pada jenis tindakan dan izin yang telah diberikan.

Menurut laporan Check Point, pengaturan Important actions memungkinkan ChatGPT membaca informasi dari aplikasi tanpa selalu meminta konfirmasi. Dalam pengujian, pengguna hanya melihat label “Talked to Gmail” di atas jawaban.

Pengguna yang ingin memiliki kontrol lebih besar dapat:

  • Menggunakan opsi Always ask ketika tersedia.
  • Memeriksa aplikasi yang terhubung dengan akun.
  • Meninjau izin akses secara berkala.
  • Memutus koneksi aplikasi yang sudah tidak diperlukan.
Baca Juga: Tanda Akun AI Diretas dan Cara Mengamankannya

Apa yang Menjadi Celah Keamanannya?

Check Point juga menemukan adanya saluran komunikasi yang tidak semestinya di antara container yang digunakan ChatGPT untuk menjalankan kode.

Container dari percakapan berbeda seharusnya terisolasi. Namun, peneliti menemukan bahwa beberapa container dapat mengakses layanan internal yang digunakan untuk mengambil paket Python atau npm.

Layanan tersebut menyimpan metadata atau properti tertentu pada file. Properti ini dapat ditulis dan dibaca kembali oleh container lain sehingga berfungsi seperti media untuk memindahkan informasi antarlingkungan yang seharusnya terpisah.

Menurut penelitian tersebut:

  • Metadata dapat membawa teks atau data Base64.
  • Data besar dapat dipecah menjadi beberapa bagian.
  • Informasi tersebut kemudian dapat dibaca dan dirangkai kembali.

Bagaimana Pengguna Bisa Mengurangi Risikonya?

Temuan ini tidak berarti setiap koneksi Gmail dengan ChatGPT pasti menyebabkan kebocoran data. Check Point menyatakan telah melaporkan celah tersebut kepada OpenAI, dan OpenAI mengonfirmasi bahwa layanan internal yang digunakan sebagai jalur komunikasi telah dinonaktifkan.

Meski begitu, pengguna tetap perlu berhati-hati ketika memberikan akses data kepada AI. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Hubungkan hanya aplikasi yang benar-benar diperlukan.
  • Batasi izin sesuai kebutuhan.
  • Periksa koneksi aplikasi secara berkala.
  • Waspadai prompt dan custom GPT dari sumber yang tidak jelas.
  • Hindari memasukkan data yang sangat sensitif ke chatbot tanpa memahami risikonya.

Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan penggunaan AI tidak hanya bergantung pada modelnya. Integrasi aplikasi, izin akses, dan data yang tersedia bagi AI juga perlu diperhatikan, terutama ketika menyangkut email dan informasi perusahaan.



Tinggalkan Balasan