Harga Repositori Verifikasi PDF
Login
Berlangganan
verifikasi usia

Teknologi Verifikasi Usia Ternyata Masih Gampang Dibobol, Ini Modus Terbarunya

·

·

Teknologi verifikasi usia yang mulai banyak diterapkan di berbagai platform digital ternyata masih memiliki banyak celah. Bahkan, sejumlah anak dilaporkan bisa melewati sistem pemeriksaan usia hanya dengan cara sederhana, seperti menggambar kumis palsu di wajah menggunakan pensil makeup.

Temuan ini diungkap organisasi nirlaba asal Inggris, Internet Matters, melalui survei terhadap seribu anak terkait pengalaman mereka menggunakan internet dan sistem pengecekan usia online.

Hasil survei menunjukkan sekitar setengah responden menganggap sistem verifikasi usia masih mudah untuk diakali.

Modus Baru untuk Mengelabui Verifikasi Usia

Internet Matters menemukan bahwa anak-anak mulai memahami berbagai cara untuk melewati sistem pemeriksaan usia digital. Beberapa modus yang dilaporkan, antara lain:

  • Menggambar kumis atau rambut wajah menggunakan makeup agar terlihat lebih dewasa
  • Mengarahkan kamera ke karakter video game yang tampak seperti orang dewasa
  • Membuat ekspresi wajah tertentu agar AI salah memperkirakan usia pengguna
  • Memanfaatkan kelemahan sistem pengenalan wajah berbasis kamera

Cara-cara tersebut disebut berhasil digunakan pada beberapa platform yang memakai teknologi estimasi usia berbasis AI.

Baca Juga: Google Peringatkan Bug Berbahaya di Android, HP Bisa Diretas Tanpa Klik Apa Pun!

AI Verifikasi Umur Dinilai Belum Sepenuhnya Akurat

Kasus ini seolah menunjukkan bahwa teknologi estimasi usia berbasis AI masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Beberapa masalah yang mulai menjadi perhatian meliputi:

  • AI masih bisa terkecoh oleh perubahan visual sederhana
  • Sistem pengenalan wajah belum selalu akurat membaca usia pengguna
  • Teknologi estimasi umur bisa menghasilkan false positive maupun false negative
  • Belum semua platform memiliki standar verifikasi yang sama

Di banyak platform, sistem AI bekerja dengan menganalisis wajah pengguna melalui kamera untuk memperkirakan umur mereka. Namun, pendekatan ini ternyata masih rentan dimanipulasi.

Regulasi Verifikasi Usia Meluas di Berbagai Negara

Sebagaimana diketahui, pemeriksaan usia digital kini mulai diterapkan di banyak negara dengan alasan perlindungan anak di internet. Beberapa bentuk verifikasi yang umum digunakan saat ini meliputi:

  • Mengunggah foto kartu identitas resmi
  • Mengirim selfie untuk pencocokan wajah
  • Menggunakan AI untuk memperkirakan usia pengguna
  • Memanfaatkan sistem autentikasi pihak ketiga

Sekitar separuh negara bagian di Amerika Serikat telah memiliki aturan terkait verifikasi usia digital. Kebijakan serupa juga diterapkan di Inggris yang menjadi salah satu negara paling aktif mendorong regulasi tersebut.

Baca Juga: Password di Microsoft Edge Bisa Terbaca di Memori, Seberapa Bahaya?

Perusahaan Teknologi Mulai Menyesuaikan Sistem

Sejumlah perusahaan teknologi mulai melakukan penyesuaian agar layanan mereka sesuai dengan aturan yang berlaku.

Beberapa langkah yang dilakukan perusahaan teknologi, antara lain:

  • Apple merilis pembaruan perangkat lunak untuk mendukung sistem verifikasi usia
  • Reddit mulai meminta unggahan dokumen identitas pada kondisi tertentu
  • Meta menggunakan AI untuk membantu memperkirakan usia pengguna
  • Discord menunda penerapan sistem verifikasi karena protes pengguna dan isu keamanan

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya tekanan regulasi terhadap platform digital di berbagai negara.

Muncul Kekhawatiran soal Privasi dan Keamanan Data

Di balik penerapan sistem verifikasi usia, muncul kekhawatiran baru terkait keamanan dan perlindungan data pengguna.

Beberapa risiko yang mulai disoroti meliputi:

  • Potensi kebocoran data identitas pengguna
  • Risiko penyalahgunaan data biometrik wajah
  • Munculnya basis data besar yang rawan diretas
  • Penggunaan AI yang dinilai terlalu invasif terhadap privasi
  • Ketergantungan pada layanan pihak ketiga untuk penyimpanan data

Para kritikus menilai sistem verifikasi usia tidak hanya soal keamanan anak di internet, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan data pribadi pengguna.

Kasus lolosnya anak-anak dari sistem verifikasi usia ini menjadi sinyal bahwa penggunaan AI dan teknologi pengenalan wajah masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar lebih akurat sekaligus tetap aman bagi privasi pengguna.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca