Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa tantangan baru, terutama dalam melindungi anak di ruang digital. Risiko seperti paparan konten berbahaya, penyalahgunaan data pribadi, hingga kecanduan digital kini semakin nyata.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menghadirkan PP Tunas atau Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Kehadiran beleid ini menjadi langkah penting dalam memastikan platform digital lebih bertanggung jawab terhadap pengguna anak.
Apa Itu PP Tunas?
PP Tunas adalah regulasi yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam pelindungan anak di ruang digital, seperti media sosial, game online, dan platform berbasis internet lainnya.
Dalam implementasinya, PP Tunas mewajibkan platform digital untuk:
- Menyaring konten yang berpotensi membahayakan anak
- Menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses
- Melakukan penanganan (remediasi) secara cepat dan transparan
Pendekatan ini menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi bagian dari sistem, bukan sekadar fitur tambahan.
Mengapa PP Tunas Diperlukan?
Lahirnya PP Tunas tidak terlepas dari kondisi penggunaan internet oleh anak di Indonesia yang sangat tinggi.
- Sekitar 48% pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak di bawah 18 tahun
- Lebih dari 80% anak mengakses internet setiap hari dengan durasi rata-rata cukup tinggi
- Bahkan, 35,57% anak usia dini sudah terpapar internet
Dengan tingginya paparan ini, risiko digital menjadi semakin nyata, seperti:
- Konten berbahaya atau tidak sesuai usia
- Eksploitasi data pribadi anak
- Kecanduan digital
Karena itu, PP Tunas hadir sebagai respons untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan.
Tujuan Utama PP Tunas
PP Tunas dirancang tidak hanya untuk membatasi risiko, tetapi juga membangun ekosistem digital yang lebih sehat.
Beberapa tujuan utama PP Tunas meliputi:
- Memberikan perlindungan anak di ruang digital
- Menjamin hak anak saat menggunakan teknologi
- Mendorong platform digital lebih bertanggung jawab
- Meningkatkan peran orang tua dan masyarakat
- Mewujudkan ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan
Baca Juga: Belum Patuhi Aturan Batas Usia, Begini Nasib TikTok Cs di Indonesia
Siapa yang Wajib Mematuhi PP Tunas?
PP Tunas berlaku bagi seluruh penyelenggara sistem elektronik, baik sektor publik maupun privat, yang:
- Menyediakan layanan digital untuk anak
- Atau memiliki potensi digunakan oleh anak
Contoh platform yang terdampak PP Tunas:
- Media sosial dan aplikasi komunitas
- Game online dan platform hiburan
- Aplikasi edukasi digital
- Marketplace dan layanan berbasis internet
Dengan cakupan yang luas ini, PP Tunas menjadi regulasi penting yang perlu dipahami hampir semua pelaku industri digital.
Kewajiban Utama dalam PP Tunas
PP Tunas menetapkan sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh platform digital. Kewajiban ini mencakup aspek teknis, operasional, dan tata kelola data dengan masing-masing penjelasan sebagai berikut:
· Perlindungan Anak Sejak Tahap Desain
Dalam PP Tunas, platform wajib memastikan bahwa perlindungan anak sudah diterapkan sejak tahap pengembangan hingga operasional sistem.
· Verifikasi Usia dan Persetujuan Orang Tua
Dalam PP Tunas, platform harus:
- Memverifikasi usia pengguna
- Membatasi akses sesuai kategori usia
- Memastikan adanya persetujuan orang tua
Hal ini diperkuat dengan pengelompokan usia:
- Di bawah 13 tahun: hanya untuk layanan risiko rendah dengan izin orang tua
- 13–15 tahun: akses terbatas dengan pengawasan
- 16–17 tahun: akses lebih luas dengan persetujuan orang tua
· Pengaturan Privasi Tinggi Secara Default
Dalam PP Tunas, setiap layanan yang digunakan anak harus memiliki pengaturan privasi tinggi secara otomatis tanpa perlu diaktifkan manual.
· Perlindungan Data dan Larangan Profiling
PP Tunas menegaskan bahwa:
- Data pribadi anak harus dilindungi secara ketat
- Profiling anak untuk kepentingan komersial dilarang
· Fitur Pengawasan dan Edukasi
Platform juga diwajibkan:
- Menyediakan fitur kontrol orang tua
- Memberikan edukasi terkait literasi digital
- Menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah
Pendekatan ini memastikan perlindungan tidak hanya teknis, tetapi juga edukatif.
· Penilaian Risiko terhadap Anak
PP Tunas juga mewajibkan platform melakukan penilaian risiko, termasuk:
- Paparan konten berbahaya
- Eksploitasi anak sebagai konsumen
- Ancaman terhadap data pribadi
- Dampak psikologis dan kecanduan digital
Langkah ini memastikan setiap fitur yang dikembangkan telah mempertimbangkan dampaknya terhadap anak.
· Transparansi dan Edukasi Digital
Selain itu, PP Tunas mendorong platform untuk:
- Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami
- Melakukan edukasi kepada pengguna dan orang tua
- Menyediakan mekanisme pelaporan
Pendekatan ini penting untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan transparan.
Larangan dalam PP Tunas yang Perlu Diperhatikan
Selain kewajiban, PP Tunas juga mengatur larangan yang harus dipatuhi oleh platform digital.
Beberapa larangan dalam PP Tunas meliputi:
- Melakukan profiling anak untuk kepentingan komersial
- Mengumpulkan data geolokasi tanpa kebutuhan yang jelas
- Menggunakan teknik manipulatif (dark patterns)
Larangan ini menunjukkan bahwa PP Tunas tidak hanya mengatur aspek teknis, tetapi juga etika dalam pengelolaan platform digital.
Mengapa PP Tunas Penting bagi Platform Digital?
PP Tunas membawa perubahan signifikan dalam cara platform digital beroperasi. Regulasi ini mendorong perusahaan untuk lebih memperhatikan aspek perlindungan pengguna, khususnya anak.
Beberapa alasan pentingnya PP Tunas:
- Meningkatkan standar perlindungan data anak
- Mengurangi risiko hukum bagi perusahaan
- Mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab
- Meningkatkan kepercayaan pengguna
Dengan demikian, kepatuhan terhadap PP Tunas tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga peluang strategis.
Baca Juga: Komdigi dan Polri Bentuk Satgas Digital, Percepat Penanganan Kejahatan Siber
FAQ Seputar PP Tunas
- Apa itu PP Tunas?
PP Tunas adalah Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola sistem elektronik dalam pelindungan anak di ruang digital, termasuk media sosial, game online, dan platform digital lainnya.
- Mengapa PP Tunas penting diterapkan?
PP Tunas penting karena tingginya penggunaan internet oleh anak di Indonesia meningkatkan risiko seperti paparan konten berbahaya, eksploitasi data, dan kecanduan digital, sehingga perlu regulasi khusus untuk melindungi anak.
- Siapa saja yang wajib mematuhi PP Tunas?
PP Tunas wajib dipatuhi oleh seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), baik publik maupun privat, yang menyediakan atau berpotensi menyediakan layanan digital yang digunakan oleh anak.
- Apa saja kewajiban utama dalam PP Tunas?
Kewajiban dalam PP Tunas meliputi verifikasi usia, persetujuan orang tua, pengaturan privasi tinggi secara default, perlindungan data anak, penyediaan fitur pengawasan, serta penilaian risiko terhadap dampak layanan bagi anak.
- Apa saja larangan dalam PP Tunas?
PP Tunas melarang profiling anak untuk kepentingan komersial, pengumpulan data geolokasi tanpa alasan jelas, serta penggunaan teknik manipulatif yang dapat merugikan anak di platform digital.




Tinggalkan Balasan