Google menghadirkan fitur keamanan baru di Android untuk membantu pengguna terhindar dari penipuan telepon yang mengatasnamakan bank. Fitur ini dirancang untuk melawan praktik caller ID spoofing, yaitu manipulasi nomor telepon agar terlihat seperti berasal dari institusi resmi. Salah satu modus yang sering digunakan adalah telepon palsu.
Modus tersebut semakin sering digunakan pelaku kejahatan digital untuk mencuri data pribadi, kode OTP, hingga menguras rekening korban. Penipu biasanya memakai nomor yang tampak identik dengan layanan pelanggan bank agar korban lebih mudah percaya. Tentu saja, upaya telepon palsu semacam ini sangat merugikan masyarakat.
Baca Juga: Segera Update iPhone Anda ke iOS 26.5 jika Tak Ingin Alami Risiko Ini
Android Bisa Verifikasi Panggilan dari Bank
Google menjelaskan bahwa fitur baru ini akan bekerja secara otomatis saat pengguna menerima panggilan yang terlihat berasal dari bank tertentu. Hal ini sangat efektif untuk mencegah telepon palsu yang mengatasnamakan lembaga resmi.
Berikut cara kerjanya:
- Sistem Android akan memeriksa apakah panggilan tersebut benar-benar berasal dari pihak bank.
- Android akan terhubung dengan aplikasi mobile banking terkait untuk melakukan verifikasi.
- Jika aplikasi bank mendeteksi tidak ada panggilan resmi yang dilakukan, sistem akan langsung memutus sambungan telepon.
- Pengguna pun bisa terhindar dari upaya penipuan sebelum percakapan berlangsung lebih jauh.
Selain itu, Google juga menambahkan perlindungan tambahan untuk nomor layanan bank tertentu. Fitur tersebut memungkinkan:
- Bank menandai nomor yang hanya digunakan untuk menerima panggilan masuk.
- Nomor tersebut tidak bisa dipakai untuk menelepon nasabah.
- Jika ada pihak yang mencoba menggunakan nomor itu untuk menelepon pengguna, Android akan otomatis memblokir panggilan tersebut.
Mulai Hadir di Android 11 ke Atas
Fitur perlindungan terhadap penipuan telepon ini akan mulai tersedia untuk perangkat Android 11 dan versi lebih baru dalam beberapa minggu ke depan. Pada tahap awal, Google bekerja sama dengan beberapa institusi keuangan, antara lain:
- Revolut
- Itaú Unibanco
- Nubank
Google juga memastikan cakupan layanan akan diperluas ke lebih banyak bank sepanjang tahun 2026.
Direktur Android Security and Privacy Google, Eugene Liderman, mengatakan fitur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan pengguna dari serangan social engineering yang semakin canggih. Pada akhirnya, maraknya telepon palsu menuntut sistem keamanan yang lebih baik di era digital.
Baca Juga: Hacker Mulai Gunakan AI untuk Buat Serangan Siber Berbahaya, Antisipasi dengan Tips Ini
Penipuan Digital Terus Meningkat
Menurut data Europol, penipuan berbasis rekayasa sosial menyebabkan kerugian global hingga 980 juta dolar AS setiap tahun.
Google menilai ancaman tersebut semakin berbahaya karena:
- Pelaku kini memanfaatkan teknologi AI untuk membuat modus penipuan lebih meyakinkan.
- Nomor telepon palsu bisa dibuat menyerupai call center resmi bank.
- Korban sering kali tidak sadar sedang berbicara dengan penipu.
- Penipuan telepon masih menjadi salah satu metode pencurian data dan uang yang paling sering terjadi.
Melalui fitur baru ini, Google berharap Android dapat menjadi platform yang lebih aman bagi pengguna saat menerima panggilan dari nomor yang mengatasnamakan layanan keuangan maupun institusi penting lainnya. Dengan begitu, kasus telepon palsu bisa ditekan dan pengguna makin terlindungi.



Tinggalkan Balasan