Tak habis ujungnya jika membahas terkait keamanan data. Hal tersebut dikarenakan, data merupakan suatu hal yang rentan akan resiko yang terjadi. Bagaimana tidak? semua data-data penting akan menjadi sasaran bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, keamanan data perlu dilakukan. Data adalah nilai ataupun teks yang diolah oleh sistem dan manajemen menjadi sebuah informasi yang nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Apalah daya jika keputusan yang diambil tidak berdasarkan data-data yang relevan dan andal. Dapat kita bayangkan seperti sup tanpa garam. Akan terasa terdapat suatu yang kurang dalam sup tersebut. Perumpaman tersebut realistis dengan pengambilan keputusan tanpa data, karena data tersebut akan menjadi informasi dalam menuntukan jalan kedepannya. Informasi tersebut dapat mencerminkan keadaan suatu perusahaan ataupun keadaaan privasi bagi orang pribadi. Lantas apa motif dari kejahatan pencurian data?
Berdasarkan informasi dari South East Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) yang merupakan salah satu lembaga yang menangani kasus atau permasalahan terkait kasus hak digital, yang menjadi motif pelaku kejatahan pencurian data, yakni motif ekonomi, politik, dan ancaman. Motif ekonomi ialah adanya suatu desakan yang mengharuskan seseorang melakukan hal tersebut guna memperoleh keuntungan dari sisi finansial yang menyebabkan orang tersebut melakukan pencurian data. Kemudian, motif politik ialah gencaran politik yang tidak mereda membuat salah satu dari mereka bermain politik dengan cara melakukan pencurian data untuk memenangkan suatu konfik politik, hal tersebut telah lumrah terjadi di masa politik yang sedang gencar-gencarnya. Selanjutnya, motif ancaman, suatu desakan disusul dengan ancaman membuat seseorang terpaksa melakukan hal tersebut guna melindungi diri dari ancaman tersebut. Motif lain mungkin saja menjadi penyebab seseorang melakukan pencurian data.
Pencurian data membawa dampak yang negatif dan signifikan terhadap suatu informasi perusahaan ataupun informasi pribadi. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan suatu tindak kejahatan, pinjaman online, hingga kasus pidana. Sangat berbahaya bukan? Oleh karena itu. tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa pentingnya menjaga keamanan data. Keamanan data bagaikan sebuah logam mulia yang berharga dan langka. Orang-orang akan menghalalkan segala cara guna mendapatkan logam mulia yang berharga dan langka tersebut. Maka dari itu peran enkripsi dan dekripsi bagi keamanan data sangat utama.
Enkripsi atau encryption adalah proses di mana membuat suatu susunan acak berupa teks yang dapat dibaca oleh manusia menjadi teks yang tidak dapat dibaca oleh manusia. Hasil dari proses enkripsi ini disebut ciphertext yang hanya dapat dibaca oleh sistem komputer saja. Fungsi dari enkripsi, yakni agar pesan yang dikirimkan tidak dapat diketahui oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jenis-jenis enkripsi terdapat dua jenis, yaitu Symmetric Encryption dan Asymmetric Encryption. Symmetric Encryption merupakan sebuah key, sehingga bagi pihak pengirim ataupun penerima pesan memiliki key yang identik, sedangkan Asymmetric Encryption merupakan dua key yang berbeda tetapi saling berhubungan. Adapun, keuntungan menggunakan enkripsi ialah:
- Menjaga kerahasian data dan informasi
- Memberikan rasa aman kepada pengguna
- Meminimalkan terjadinya tindak pencurian data.
Selain peran dari enkripsi, peran dekripsi juga peting bagi keamanan data. Dekripsi adalah proses di mana mengubah teks acak menjadi teks yang dapat dibaca, sehingga dapat dikatakan dekripsi merupakan kebalikan dari proses enkripsi. Dekripsi dapat terjadi jika jika orang yang memiliki kunci enkripsi memberikan akses kepada orang lain, sehingga data teks yang diacak dalam proses enkripsi dapat dibaca. Dengan adanya proses enkripsi dan dekripsi, diharapkan mampu memberikan keamanan terhadap data yang akan diproses menjadi suatu informasi. Jika data tersebut jatuh ke tangan yang tidak tepat, maka akan menimbulkan berbagai risiko berhaya lainnya. Jadi wajib banget memahami terkait keamanan data sebelum terjun ke dalam sistem teknologi informasi dan komunikasi yang cepat ini.




Leave a Reply