Penetration testing merupakan sebuah metode yang digunakan sebagai pengujian dalam rangka mengevaluasi terkait dengan keamanan siber pada suatu sistem, aplikasi, hingga jaringan komputer. Di era digitalisasi ini, sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan metode penetration testing ini akibat dari jumlah serangan siber yang cenderung terus meningkat. Penetration testing sebagai strategi yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya secara aman di era digital ini.Perkembangan teknologi yang sudah berkembang dengan pesat yang menyebabkan perusahaan memutuskan dalam beralih serta bertransformasi ke arah digital. Pengembangan aplikasi atau website ini digunakan sebagai alat dalam berkomunikasi dengan pelanggan, menjalankan operasi bisnis, hingga menyimpan data-data penting perusahaan.
Namun, bagi perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan digital perlu mewaspadai terkait dengan ancaman serangan siber yang beragam, seperti misalnya malware, phishing, dan serangan lainnya. Oleh karena itu, metode penetration testing ini menjadi suatu strategi yang sangat penting dalam melindungi aset digital perusahaan serta data-data terkait dengan pelanggan. Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai penetration testing. Berikut penjelasan selengkapnya.
Definisi Penetration Testing
Penetration testing yang dapat disingkat dengan pentest merupakan sebuah metode yang digunakan untuk pengujian terkait dengan keamanan yang dilakukan pada suatu sistem komputer, aplikasi, hingga jaringan dengan cara melakukan simulasi terkait dengan serangan siber. Hal ini betujuan untuk menemukan kerentanan terkait dengan keamanan dalam suatu sistem, sehingga terkait dengan kelemahan tersebut akan segera dapat diperbaiki sebelum ditemukannya oleh para peretas atau hacker. Hal ini penting dilakukan karena kerentanan atas keamanan dapat dieksploitasi oleh para peretas atau hacker guna mendapatkan akses yang tidak sah terkait dengan data-data penting perusahaan.
Penetration testing ini dilakukan oleh para penetration testers atau ethical hackers. Dalam menggunakan pentest tools ini, mereka mencoba mengeksploitasi dengan potensi kerentanan keamanan menggunakan suatu teknik yang sama seperti peretas. Hasil dari proses pengujian yang telah dilakukan tersebut selanjutnya akan disajikan dalam bentuk laporan yang di dalamnya berisi mengenai temuan kerentanan, tingkat risiko, dan rekomendasi perbaikan. Perusahaan pun dapat memanfaatkan informasi tersebut dalam meningkatkan keamanan terkait dengan sistem perusahaannya dan mengurangi risiko akan serangan siber yang nantinya dapat merusak operasi bisnis serta data sensitif.
Metode Penetration Testing
Penetration testing sebagai metode dalam pengujian keamanan yang akan dilakukan oleh para IT security yang handal. Saat melakukan evaluasi terkait dengan keamanan sistem atau jaringan, mereka dapat melakukannya yaitu dengan berbagai metode. 3 metode pentest yang umum dapat dilakukan dalam melakukan pengujian keamanan adalah:
- Black Box Testing
Dalam metode black box testing ini, seorang penetration tester tidak memiliki berupa pengetahuan internal terkait dengan sistem yang diuji, sehingga mereka akan melakukan tindakan seperti penyerang eksternal dengan menemukan celah keamanan dari luar, tanpa memiliki informasi yang rinci terkait sistem tersebut akan dapat diatur. Kelebihan dari metode ini, yaitu dapat memberikan gambaran yang objektif terkait dengan sejauh mana sistem tersebut dapat bertahan terhadap serangan dari pihak eksternal atau pihak luar.
- White Box Testing
Dalam menggunakan penetration testing dengan menggunakan metode white box testing ini, para pentester telah memiliki pengetahuan yang penuh terkait dengan sistem yang akan diuji. Seorang pentester memiliki sebuah akses yang detail terhadap internal sistem, termasuk dengan struktur kode, arsitektur jaringan serta konfigurasi keamanan. Dengan pengetahuan yang dimiliki tersebut, maka mereka dapat melakukan pengidentifikasian terkait dengan kerentanan dengan lebih akurat.
- Gray Box Testing
Gray box testing ini berada di antara black box testing dan white box testing. Dalam menggunakan penetration testing dengan menggunakan metode ini, maka pentester memiliki sebagian dari pengetahuan terkait dengan sistem yang akan diujikan. Mereka mungkin memiliki beberapa informasi terkait dengan arsitektur jaringan atau struktur aplikasi, namun tidak memiliki pengetahuan yang mendalam seperti pada metode white box testing. Dengan pengetahuan terbatas yang dimilikinya, maka para pentester dapat mencoba dalam kombinasi dari serangan baik internal maupun eksternal, mencari kerentanan yang mungkin tidak dapat diakses hanya dengan pengetahuan eksternal saja.
Manfaat Penetration Testing bagi Perusahaan
- Mampu Meningkatkan Keamanan Sistem
Pentest sebagai strategi dalam membantu perusahaan dalam mengidentifikasi serta mengatasi terkait dengan kerentanan dalam sistem mereka. Ketika pentester menemukan titik keamanan yang lemah, maka perusahaan akan dapat segera untuk mengambil tindakan terkait dengan proaktif dalam memperbaiki keamanan dari sistem tersebut. Misalnya, memperbarui perangkat lunak, memperbaiki konfigurasi yang salah, atau dengan mengganti kata sandi atau password yang lemah. Dengan demikian, perusahaan akan dapat memastikan terkait dengan sistem yang dimiliki dan digunakan tersebut telah memiliki tingkat keamanan yang baik serta lebih tahan terhadap serangan dari pihak peretas atau hacker.
- Melindungi Data-Data Penting Perusahaan
Setiap perusahaan tentu memiliki berbagai macam data-data penting. Namun, masih terdapat banyak perusahaan yang tidak melindungi data-data yang dimilikinya. Oleh karena itu, banyak data-data penting yang diretas atau bahkan hilang tanpa diketahui oleh manajemen perusahaan. Dengan melakukan pentest ini maka sistem keamanan perusahaan yang lemah ini akan dapat diperbaiki, sehingga data-data penting tersebut akan aman tersimpan dalam sebuah sistem.
- Membantu Menjaga Reputasi Baik Perusahaan
Kelemahan akan sistem keamanan tidak hanya merugikan dari pihak perusahaan saja namun juga akan berdampak pada pihak klien. Reputasi yang baik akan perusahaan yang telah dibangun bertahun-tahun oleh perusahaan akan dapat berubah jika klien merasa kecewa terhadap sistem keamanan perusahaan yang buruk. Dengan menjaga keamanan data agar tetap aman serta keamanan dari sistem maka perusahaan perlu untuk mempertahankan kepercayaan dari para pelanggan serta menjaga reputasi yang baik dengan memastikan kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.
- Menghindari Sanksi Hukum
Tanggung jawab dari penyelenggara sistem elektronik, termasuk di dalamnya adalah pemerintah, publik, privat, bahkan swasta yaitu memastikan bahwa data pribadi yang terdapat dalam sistem akan terlindungi secara aman. Namun, jika terjadi kebocoran terkait dengan data pribadi, maka pemerintah akan melakukan pemeriksaan terhadap penyelenggara dari sistem terkait dengan data-data pribadi yang diretas. Hal ini untuk memastikan bahwa mereka telah mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) untuk menjalankan sistemnya. Jika tidak, maka penyelenggara tersebut akan dikenakan sanksi, yaitu dapat berupa sanksi administratif dan sanksi pidana.
- Mencegah Kerugian Finansial
Jika dilakukannya pengidentifikasian serta mengatasi akan kerentanan sebelum para peretas membobolnya, maka perusahaan dapat menghindari dari berbagai kerugian akan finansial. Beberapa di antaranya adalah perbaikan serta pemulihan sistem yang telah diretas, denda regulasi hingga kerugian reputasi yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan penjualan bahkan hingga kehilangan pelanggan loyal.
Keamanan sistem dan data memiliki peran penting dalam keberlangsungan perusahaan baik dari sisi internal maupun eksternalnya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa sistem manajemen perusahaannya dalam kondisi yang aman dan tidak lemah.




Tinggalkan Balasan