Harga Repositori Verifikasi PDF
Login
Berlangganan

Kronologi Pentagon vs Anthropic, Perebutan Kendali AI yang Ubah Arah Perang Modern

·

·

Serangan militer Amerika Serikat (AS) yang menargetkan Iran beberapa waktu terakhir memicu perhatian global. Di tengah eskalasi tersebut, muncul fakta yang tak kalah mengejutkan, yakni model AI Claude milik Anthropic disebut tetap digunakan dalam operasi militer, meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump telah memerintahkan penghentian penggunaan teknologi perusahaan tersebut di lembaga federal.

Situasi inilah yang memperuncing konflik antara Pentagon dan Anthropic. Perdebatan yang awalnya soal batasan etika penggunaan AI, berubah menjadi pertarungan terbuka soal siapa yang berhak menentukan bagaimana kecerdasan buatan digunakan dalam perang modern.

Berikut kronologi lengkapnya.

Awal Ketegangan: Soal Batasan Penggunaan AI

Konflik bermula ketika Departemen Pertahanan AS meminta agar model AI Anthropic dapat digunakan untuk seluruh kepentingan militer yang sah secara hukum. Namun, Anthropic enggan melonggarkan sejumlah pembatasan internal (safeguards), terutama terkait:

  • Pengawasan massal domestik
  • Pengembangan dan penggunaan senjata otonom mematikan
  • Pemanfaatan AI untuk operasi berisiko tinggi terhadap warga sipil

CEO Anthropic, Dario Amodei, menegaskan perusahaan tetap berpegang pada kebijakan etika yang sudah ditetapkan, meski teknologinya dinilai bernilai strategis bagi militer.

Pentagon Beri Tenggat Waktu

Ketegangan pun meningkat ketika Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan tenggat waktu hingga pukul 5:01 sore waktu setempat agar Anthropic menyetujui tuntutan pemerintah. Meski begitu, perusahaan AI tersebut tetap tak berkutik.

Setelah tenggat berakhir, Pentagon secara resmi:

  • Menetapkan Anthropic sebagai “risiko rantai pasok terhadap keamanan nasional”
  • Melarang kontraktor militer bekerja sama secara komersial dengan Anthropic
  • Mengubah secara permanen hubungan perusahaan tersebut dengan Angkatan Bersenjata AS

Gedung Putih Resmi Hentikan Penggunaan

Presiden Donald Trump kemudian memerintahkan:

  • Seluruh lembaga pemerintah AS menghentikan penggunaan teknologi Anthropic
  • Masa transisi enam bulan untuk sistem militer yang masih bergantung pada teknologinya

Anthropic menyatakan akan menggugat keputusan tersebut melalui jalur hukum, dengan alasan pemerintah tidak memiliki kewenangan penuh untuk memblokir aktivitas komersial di luar kontrak militer.

OpenAI Dapat Lampu Hijau

Tak lama setelah Anthropic diblokir, OpenAI mengumumkan kesepakatan baru dengan Pentagon yang tetap menyertakan protokol keselamatan. CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut ada penghormatan terhadap prinsip keamanan dalam kerja sama tersebut.

Perbedaan perlakuan ini memicu kritik dari Senator Mark Warner, yang mempertanyakan apakah keputusan terhadap Anthropic murni berbasis keamanan atau sarat kepentingan politik.

Latar Belakang: Militer Makin Bergantung pada AI Swasta

Sebelum konflik ini memuncak, Pentagon justru sedang agresif menggandeng perusahaan AI swasta.

Departemen Pertahanan AS sebelumnya memberikan kontrak hingga US$200 juta kepada beberapa perusahaan untuk mengembangkan AI bagi keamanan nasional, termasuk:

  • OpenAI
  • Google DeepMind
  • xAI
  • Anthropic

Langkah ini menandai pergeseran besar. Jika dulu pemerintah menjadi motor utama inovasi pertahanan, kini teknologi AI paling mutakhir justru dikembangkan sektor swasta.



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Vinotek

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca