Pada dasarnya, kegiatan di media sosial atau perangkat elektronik membutuhkan suatu keamanan dan perlindungan guna memastikan kenyamanan dan keamanan dari berbagai ancaman. Berbagai jenis aplikasi yang digunakan sehari-hari juga memerlukan suatu keamanan.
Keamanan tersebut dikenal dengan Application Security. Application Security adalah suatu jenis keamanan untuk melindungi aplikasi dari kerentanan software. Kerentanan ini biasanya ditemukan diotentikasi dan otorisasi pengguna yang diakibatkan oleh pelanggaran information security yang cukup signifikan.
Application Security
Application Security merupakan elemen dari cyber security sebagai salah satu perlindungan sistem dari berbagai ancaman hingga serangan siber maupun akses illegal lainnya.
Pada umumnya, Application Security akan melindungi aplikasi dari serangan source code mulai dari otorisasi, otentikasi, enkripsi, input validation dan lain sebagainya. Serangan tersebut dapat berupa malware, ransomware, dan phishing.
- Malware adalah ancaman cyber security ke dalam komputer berupa virus, worms, hingga spyware
- Ransomware adalah jenis ancaman yang lebih berbahaya dari malware, karena randomware bekerja tidak hanya menyebarkan virus ke dalam komputer, melainkan digunakan oleh seorang hacker untuk memblokir akses pada komputer, sehingga data-data tidak dapat diakses atau ditemukan
- Phishing adalah jenis ancaman penipuan yang biasanya dikirimkan melalui email. Tujuannya untuk mencuri data atau informasi pribadi seperti no pin, password, kode OTP atau informasi sensitif lainnya
- Serangan man in the middle adalah ancaman yang dikirimkan melalui jaringan wifi. Cyber dapat mengirimkan paket dengan tujuan mencegat akses aplikasi pengguna.
- Serangan denial of service adalah serangan yang menyerang sistem, sehingga sistem dalam aplikasi tidak dapat dijalankan.
Fungsi Application Security
Adapun, fungsi Application Security yaitu:
1. Melindungi Aplikasi dari Ancaman Cyber
Fungsi utama dari Application Security adalah melindungi aplikasi yang pengguna gunakan. Umumnya, aplikasi yang digunakan dapat saja disernag oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perlu adanya keamanan pada aplikasi yang digunakan. Seperti, perumpamanan setiap rumah harus memiliki security guna mencegah kemalingan. Sama halnya dengan Application Security, jika rumah dalam hal ini adalah aplikasi dibobol oleh pihak luar (cyber), maka data-data pribadi yang ada dalam aplikasi akan bocor. Bisanya, motif pembololan ini bervariasi mulai dari persaingan bisnis, dipaksa oleh pihak lain hingga kecemburuan sosial.
2. Memberikan Keamanan Pengguna
Dengan adanya Application Security ini akan memberikan rasa keamanan pengguna dalam melakukan akses pada aplikasi. Rasa aman ini dapat menimbulkan kepercayaan pengguna yang semakin tinggi terhadap aplikasi yang digunakan.
3. Meningkatkan Kenyamanan Akses
Meningkatkan kenyamanan merupakan salah satu fungsi pendukung Application Security karena dengan adanya rasa nyaman, maka pengguna akan lebih menyukai menjelajahi sumber-sumber yang bermanfaat dalam aplikasi tersebut.
Cara Mengatasi Ancaman Dalam Aplikasi
Apabila aplikasi yang digunakan telah diserang atau guna mencegah ancaman tersebut terjadi pada aplikasi, maka lakukan langkah-langkah berikut:
1. Update Perangkat Lunak
Sistem keamanan yang lama pada perangkat lunak dapat saja menjadi salah satu faktor ancaman cyber tersebut dapat membobol aplikasi. Oleh karena itu, pengguna diwajibkan terus melakukan update perangkat lunak yang digunakan.
2. Gunakan Antivirus
Penggunaan antivirus merupakan salah satu cara mencegah dan menghilangkan ancaman-ancaman yang masuk kedalam aplikasi. Walaupun terlihat sederhana, tetapi penggunaan antivirus.
3. Menggunakan Sandi yang Sulit dan Rumit
Penggunaan sandi yang sulit dan rumit merupakan salah satu perlindungan dari ancaman pembobolan aplikasi oleh pihak ketiga. Diharapkan pengguna mengatur sandi yang tidak mudah ditebak oleh orang lain.
4. Berhati-hati Pada Email yang Mencurigakan
Jika terdapat email yang mencurigakan pada saat menggunakan aplikasi diharapkan pengguna berhati-hari, karena kemungkinan email tersebut merupakan salah satu cara cyber mendapatkan informasi pribadi pengguna.
5. Hindari Penggunaan Wifi Tanpa Sandi
Jika mendapatkan wifi tanpa sandi di tempat umum, pengguna diharapkan berhati-hati karena ancaman cyber dapat masuk ke dalam aplikasi pengguna melalui akses jaringan yang tersambung.
Dengan adanya Application Security diharapkan dapat melindungi aplikasi dari berbagai ancaman cyber yang dapat masuk dari berbagai kondisi. Selain itu, bagi pengguna juga diharapkan mampu melakukan pemakaian dengan bijak serta melakukan beberapa langkah cerdas guna melindungi aplikasi yang digunakan.




Tinggalkan Balasan